Smok Nord Featured

Satu Pod Dua Coil, Pakai Yang Mana?

Hendri Salim Pod 25 Comments

Ada banyak dari kamu yang merupakan vaper baru atau vaper lama yang baru mencoba pod system dan sedikit bingung. Ketika pod kamu memiliki dua coil dengan resistansi yang berbeda seperti 1 ohm dan 0.6 ohm, harus pakai yang mana?

Artikel ini akan menjelaskan apa perbedaan keduanya dan yang mana yang harusnya kamu pakai.

Dua Tipe Coil Satu Pod System

Belakangan ini muncul cukup banyak pod system yang memiliki pilihan dua coil berbeda, seperti Suorin Air Plus, Pasito, Smok Nord, atau Ijoy Mercury.

Biasanya satu coil akan memiliki resistansi di atas 1 ohm seperti 1.2 ohm, 1,6 ohm dan satu lagi memiliki resistansi di bawah 1 ohm seperti 0.6 ohm atau 0.7 ohm.

Ada banyak variasinya tapi umumnya terbagi dua, > 1 ohm dan < 1 ohm.

Pakai yang mana? Sebenarnya kamu bebas memakai yang mana saja untuk salt nicotine. Namun secara umum aturannya adalah seperti ini:

Di atas 1 ohm = Salt Nicotine

Di bawah 1 ohm = Freebase Nicotine

Kamu juga dapat menggunakan coil di bawah 1 ohm untuk salt nicotine. Tapi saya tidak akan menyarankan coil di atas 1 ohm untuk freebase.

Kenapa? Baca terus.

Science di Belakang Resitansi Ini

Pod System jika dipandang dari pengaturan tenaga dapat secara umum di kategorikan dua, fixed dan adjustable watt.

Fixed watt berarti kamu tidak dapat mengatur watt sama sekali, sedangkan adjustable watt berarti kamu dapat mengatur watt, baik secara individual seperti Orion DNA Go atau menggunakan setting watt yang sudah tersedia seperti Pasito.

Kita bahas terlebih dahulu yang fixed watt.

Pod system dengan watt yang tidak bisa diatur sudah memiliki pengaturan didalamnnya. Jika yang dipasang adalah coil >1 ohm maka kirim watt sebesar X. Jika yang dipasang adalah coil <1 ohm maka kirim watt sebesar Y.

Masing-masing pod mempunyai aturan watt yang berbeda jadi saya tidak bisa sebutkan (dan juga tidak tahu) untuk masing-masing. Namun secara umum jika coil di atas 1 ohm maka watt yang dikirim akan lebih kecil dibanding dengan coil di bawah 1 ohm.

Mengapa?

Karena coil di bawah 1 ohm diperuntukkan untuk freebase nicotine. Freebase biasanya lebih kental dari salt nicotine. Freebase dapat memiliki 70 VG sedangkan salt nic biasanya memiliki 50 VG. VG lebih kental dari dari PG.

Jadi karena freebase kental, maka suhu yang diperlukan untuk menguapkan lebih tinggi, jadi dikirimlah watt lebih tinggi.

Masuk akal bukan, jika liquid kental maka perlu suhu yang lebih tinggi untuk menguap.

Selain itu biasanya coil untuk freebase biasanya lebih besar secara fisik, seperti mesh coil. Karena coil lebih besar, maka luas permukaan juga lebih besar dan membutuhkan watt lebih tinggi untuk memanas secara merata dan cepat.

Jangan Terbalik Membayangkan Resitansi

Jika kamu mendengar resistansi 1 ohm dengan 0.5 ohm, maka kamu mungkin membayangkan resistansi 1 ohm lebih besar sehingga akan dibutuhkan tenaga lebih besar. Ini tidak benar.

Semakin kecil resistansi (ohm) maka semakin sulit ampere untuk lewat, dan semakin besar voltase yang dibutuhkan untuk mendorong ampere itu lewat.

Lihat ilustrasi di bawah

Semakin kecil ohm (contohnya 0.5, 0.4, 0.3) maka ampere semakin sulit untuk lewat, dan membutuhkan voltase yang lebih besar untuk mendorong ampere lewat.

Salt Nicotine Tidak Butuh Suhu Tinggi

Salt Nicotine dirancang khusus untuk menguap dan mengirimkan nicotine dengan efektif di suhu rendah, jadi tidak butuh tenaga sebesar itu.

Ketika kamu pakai coil di bawah 1 ohm untuk salt nic maka pod kamu akan mengirimkan watt yang lebih besar. Karena itulah yang dirancang oleh pembuat pod system.

Misalkan ketika kamu menggunakan coil 1.4 ohm, pod akan mengirimkan 11 watt untuk memanaskan coil. Tapi ketika kamu menggunakan coil 0.7 ohm maka pod akan mengirimkan 20 watt.

Tenaga yang lebih besar ini akan menguapkan salt nicotine dengan lebih efektif, menghasilkan cloud, flavor dan tendangan nicotine yang lebih besar.

Terdengar menarik???

Tunggu dulu bro. Cloud dan flavor lebih tebal memang bagus, tapi tendangan nicotine yang lebih keras bisa berbahaya.

Jika kamu menggunakan coil >1 ohm dengan salt nicotine 30mg dan terkadang pusing maka ketika kamu menggunakan coil <1 ohm kamu akan pusing dengan sangat cepat. Iya rasa lebih pekat, tapi nicotine yang masuk akan jauh lebih tinggi.

Kamu bisa keracunan nicotine, karena salt nic tidak dirancang untuk menguap di suhu setinggi itu.

Tapi sekali lagi ketahanan setiap orang berbeda-beda. Jika kamu sudah mencoba 50 mg dan masih belum terasa apa-apa, maka menggunakan coil <1 ohm atau menaikkan watt (jika tersedia) mungkin dapat membantu kamu mencari nicotine yang kamu butuhkan.

Bagi kebanyakan orang, saya tidak akan menyarankan penggunaan coil di bawah 1 ohm dengan salt nic di atas 30mg.

Pod System Dengan Adjustable Watt

Nah sekarang kita bahas pod system dengan watt yang bisa di atur. Jika kamu menggunakan coil di bawah 1 ohm, maka kamu bisa memberi tahu pod untuk tidak mengirim tenaga yang besar, karena dapat kamu atur sendiri.

Masalahnya adalah kamu sebenarnya bisa melakukan fine tuning watt tapi setahu saya cuma ada DNA Go yang mengizinkan kamu mengatur watt 0-30 watt secara presisi, kelipatan 1 watt. Sedangkan sisanya mungkin menggunakan kelipatan 3 watt atau 5 watt.

Jadi jika kamu menggunakan coil di bawah 1 ohm, kamu set di indikator paling rendah, tidak terasa apa-apa, kamu naikkan 2 terasa sama saja, kamu naikkan 1 lagi, flavor meningkat tapi dada mulai sesak.

Kamu berharap dapat menggunakan setting antara 2 ke 3, tapi yah tidak bisa karena itu sudah diatur secara permanen di pod system.

Coil >1 Ohm Dengan Freebase Nicotine

Bisa, tapi tidak direkomendasikan. Biasanya coil di atas 1 ohm punya lubang yang lebih kecil untuk menyerap liquid. Karena salt nicotine lebih cair maka lubang mereka tidak perlu besar, karena jika terlalu besar maka kapas terlalu basah dan dapat menyebabkan spitback.

Sebaliknya, coil di bawah 1 ohm biasanya (tapi tidak selalu) memiliki lubang lebih besar atau lebih banyak lubang, karena liquid freebase kental dan lebih sulit menyerap jadi mereka buat lebih besar lubangnya sehingga liquid lebih cepat menyerap.

Jika kamu pakai coil di bawah 1 ohm dengan salt nic, maka selain kamu mendapatkan flavor yang lebih pekat (jangan lupakan salt nicotine yang jauh lebih kuat juga) kamu sebenarnya berpotensi membuat banjir liquid di coil dan ini dapat menyebabkan spitback.

Cara Pakai Coil <1 Ohm Dengan Freebase

Blunanarilla-Pod

Secara umum saya tetap akan menyarankan menggunakan freebase yang encer seperti 50 PG atau 40 PG. Walaupun demikian sang perancang pod system juga pastinya sudah mencoba 30 PG. Tapi kamu sebaiknya menghindari max VG karena ini akan sulit diserap kapas. Max VG = kental sekali.

Selain itu walaupun tenaga yang dikirim lebih besar dan menggunakan freebase nicotine, rasa dan tendangan nicotine tidak akan menyamai RDA.

Bayangkan saja, biasanya kamu membutuhkan 40 watt untuk mod+RDA+freebase nicotine liquid. Sedangkan pod system biasanya mentok di 20 watt.

Jadi jika kamu ingin menggunakan freebase liquid di coil <1 ohm maka:

  • Gunakan liquid yang minimal 30 PG, jangan gunakan max VG.
  • Nicotine minimal 6mg. Karena tendangan nicotine tidak akan terasa di 3mg, ingat tenaga untuk menguapkan liquid tidaklah besar di pod system.
  • Jangan harap rasa akan sama dengan mod+RDA. Biasanya salt nic menggunakan perasa lebih banyak untuk menyiasati watt yang kecil.
  • Pastikan kamu menggunakan coil <1 ohm yang khusus disediakan untuk freebase.

Jadi Kesimpulannya???

  • Coil di atas 1 ohm untuk salt nicotine.
  • Coil di bawah 1 ohm untuk freebase.
  • Kamu bisa pakai coil <1 ohm untuk salt nic, tapi jika kamu tidak bisa mengatur watt maka tonjokkan nicotine akan terasa sekali dan kamu bisa keracunan nicotine secara tidak sadar. Plus, ada kemungkinan spitback yang lebih tinggi.
  • Coil di atas 1 ohm sebaiknya tidak digunakan untuk freebase, tidak akan ada rasa, tendangan nicotine dan berpotensi terbakar lebih cepat.

25
Leave a Reply

avatar
9 Comment threads
16 Thread replies
1 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
13 Comment authors
ibangagungNizarFajarhendro Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Gin
Guest
Gin

Ini nih akhirnya terjawab

Marf
Guest
Marf

Lanju bahas diy liquid om

Kenz
Guest
Kenz

Exceed grip ato pasito om..

ben salem
Guest
ben salem

pasito lah , bisa di atur watt nya bro , saya dah pake enak …

Day
Guest
Day

Asvape Micro om, bisa atur sendiri wat nya

azimi
Guest
azimi

om pakai pasito saya om.. pening om boros coil.. pakai exced grip enak di atur sama chip.. klo dah overhead 5 detik mati sendiri om.. jadi mau jual aja ini pasito nya om.. hehehe.. pencerahan om..

Herusy
Guest
Herusy

Bener sangat membantu om , saya sudah 2 hari ini gak ngrokok tp pake artery dg coil 0.6 saltnic 24mg ternyata pusing seprti make obat terlarang badan gemeter haha , untuk coil 1.0ohm rekemondasi saltnic brpa mg om? Trimakasih seblum e om , salam dari kota gudeg

hendro
Guest
hendro

apakah bisa sy bl pod zoom sama pod smok nord bersamaan? apakah terlalu boros? makasih

Fajar
Guest
Fajar

Halo om hendri, review bantam box donk om. Kayaknya menarik, kalau boleg dicompare dengan pasito om 😀 thx om

Nizar
Guest
Nizar

Om hendri, kalo misal pemakaian coil mesh 1 ohm?
apakah rasa dan th berubah atau hanya sekedar th saja yg berubah dibanding menggunakan coil mesh >1 ohm.

Satu lagi om, rumus perhitungan watt di pod bgaimana?
apakah sama dengan perhitungan rumus watt di vapor?
sekarang kan ada itu pod yang modelnya wattnya bisa diatur sendiri sperti asvape micro contohnya.

makasih om

Nizar
Guest
Nizar

ralat om, mksdnya coil mesh <1 ohm .

agung
Guest
agung

Om smoke nord apa frenzy ?