Luxotic Surface | Featured

Review Wismec Luxotic Surface

Hendri Salim Atomizer, Mod, RDTA 17 Comments

Wismec bertanya kepada saya, apakah saya ingin mengulas Luxotic Surface dan setelah melakukan riset singkat saya mengatakan ya boleh.

Ada dua alasan mengapa saya mengatakan ya.

Pertama, Luxotic Surface (mod) sangatlah kecil, salah satu yang terkecil jika dibandingkan squonk lain yang menggunakan baterai 18650.

Kedua, saya belum pernah mencoba menggunakan RDA dengan mesh coil. Kestrel (RDTA) menggunakan mesh yang diklaim dapat bertahan 3 bulan dengan 800 puff setiap harinya.

Ini dua alasan yang cukup bagi saya untuk penasaran dan mengatakan ya.

Sekarang mari kita cari tahu performa dari squonk terkecil dari Wismec ini.

Spesifikasi & Kelengkapan

Spesifikasi Wismec Luxotic Surface:

  • Ukuran: 78*43.5*25.5mm
  • Berat: 131.8g
  • Kapasitas botolsquonk: 6.5ml
  • Output mode: VW/Bypass/TC-Ni/TC-Ti/TC-SS/TCR mode
  • Output wattage: 1-80W
  • Resistance range: 0.05-3.5ohm
  • Output voltage range: 0.5-9V

Kelengkapan:

  • 1 x Luxotic Surface Mod
  • 1 x Kestrel RDTAA
  • 1 x Spare Squonk Bottle
  • 1 x extra cotton
  • 1 x extra glass
  • 1 x extra mesh heater
  • Sparepart bags (o-ring, pin, screw, etc).

Paket dari Luxotic Surface with Kestrel terbilang lengkap. Kamu mendapatkan semua yang kamu butuhkan untuk memulai, kecuali liquid.

Wismec menyertakan glass, squonk bottle, mesh coil, dan juga kapas ekstra. Saya tidak bisa meminta lebih, kecuali sedikit lebih banyak kapas karena yang digunakan adalah kapas tipe MUJI, sedangkan yang saya miliki adalah kapas tipe Cotton Bacon dan teman-temannya (walaupun tetap bisa di pakai).

Satu hal yang saya rasa menghilang adalah sang kabel USB yang biasanya selalu terlihat. Pada saat saya ingin melakukan charging pertama kali, saya mengerti kenapa. Wismec Luxotic Surface tidak memiliki fitur USB charging, ini juga berarti tidak ada firmware update.

Di luar apa yang saya sebutkan barusan, secara kelengkapan paket Luxotic terbilang lengkap dan saya tidak akan komplain sama sekali.

Kualitas Build & Design

Kesan pertama yang muncul adalah ini squonk mod yang sangat kecil dan nyaman digenggam.

Saya mencoba mencari perbandingan ukurannya dengan squonk lain dan tidak dapat menemukan yang lebih kecil. Kecuali jika mod squonk tersebut menggunakan baterai internal.

Alasan mengapa Luxotic bisa begitu kecil adalah karena pada dasarnya sudah tidak ada ruangan untuk apa-apa lagi. Seperti yang bisa kamu lihat di gambar bawah, Wismec dengan pintar menjejalkan seluruh komponen tanpa ada ruangan yang sia-sia.

Mungkin bagian paling pintarnya adalah membuat squonk dan juga tombol dalam satu kolom. Biasanya squonk akan langsung terhubung dengan pin dan dibutuhkan ruangan tambahan untuk board dan tombol.

Namun ini juga datang dengan konsekuensi seperti yang sudah saya sebutkan di atas, tidak ada USB charging. Bagi beberapa orang, bisa jadi ini sebuah kekurangan yang sangat memberatkan.

Bagi saya pribadi saya selalu charge semua baterai saya di XTAR VC 4 saya, jadi bukan masalah besar.

Plastik?

Saya tidak terlalu yakin apa bahan utama dari Luxotic, namun terasa solid, seperti setengah plastik setengah aluminium. Namun tutup baterainya sangat plastik sekali dengan tampilan corak yang memberikan warna kepada mod ini.

Tutup baterai walaupun dilakukan dengan baik, mempunyai resolusi cukup tinggi, dan presisi tapi tetap saja terasa seperti cutting sticker yang di pasang langsung.

Pintu dari baterai ini menggunakan magnet yang akan langsung menempel ke baterai dan juga bagian atas dari bagian board. Secara intuitif seharusnya tinggal tempel, namun pada praktiknya saya sering kali harus menggeser kiri, kanan atau mencabut kembali untuk benar-benar ‘klik’ dengan dudukannya.

Sampai akhirnya, saya menemukan bahwa menutup secara vertikal dari atas ke bawah mempermudah proses ini.

Menu & Navigasi Luxotic Surface Mod

Walaupun layar dari Luxotic Surface terbilang kecil, namun semua informasi yang dibutuhkan tersedia, tepatnya 6 informasi mulai dari watt sampai indikator baterai.

Tekan firing 3x dan kamu dapat menggunakan tombol pengatur watt untuk mengubah mode: watt, bypass, Ni, Ti, SS, dan TCR (M1, M2 dan M3).

Menahan firing dan kanan akan mengakses menu tambahan mulai dari mengganti informasi di layar sampai dengan preheat. Untuk mod dengan layar sekecil ini dan sederhana, Luxotic terhitung cukup lengkap.

Fitur Luxotic Surface:

  • Mengganti informasi di layar menjadi puff, time (total durasi puff) atau Volt.
  • Stealth mode.
  • Preheat mode.
  • Firing Protection (dapat di set sendiri 5, 10, 15 detik), ketika firing lebih dari 5 detik maka akan mati sendiri.
  • Informasi firmware dan hardware.
  • Informasi voltage baterai.
  • Mengunci ohm dan mengatur nilai TCR M1, M2, M3 (menu hanya tersedia ketika menggunakan mode TCR).

Sebelumnya saya menggunakan RSQ Squonk (Rig Mod), namun sudah 2 minggu ini saya terus menggunakan Wismec Luxotic Surface. Bukan karena fitur, performa tapi karena ukuran yang kecil dan sangat enak digenggam dengan lekukan lebar di setiap ujung sisinya.

Jadi walaupun kualitas build tidak bisa dibilang mewah (sama sekali tidak), ukuran dan kenyamannya mencuri perhatian saya.

KESTREL RDTA

Kestrel adalah binatang baru untuk saya. Ini adalah sebuah RDTA dengan mesh coil, atau tepatnya mesh heater sebagaimana Wismec menyebutnya.

Ide utamanya dua ujung dari kapas akan menyentuh juice well, dan bagian tengah dari kapas akan dihimpit oleh mesh coil ini. Airflow akan masuk dari samping dan menghembus tepat di atas coil.

Dua fitur utama yang menarik bagi saya adalah luas penampang dari mesh yang besar dan ketahanannya yang lama (setidaknya secara teori).

Mesh heater dari Wismec ini dikatakan dapat bertahan sampai 3 bulan!

Bayangkan sebentar. Ketika kamu membeli Luxotic Surface with Kestrel, kamu akan mendapatkan satu ekstra coil dan itu berarti 6 bulan pemakaian.

Kanthal, 0.3 Ohm

Harga 1 koil adalah sekitar Rp17.000, ini berati di tahun pertama kamu hanya akan mengeluarkan uang tambahan sekitar Rp35.000.

Saya belum menggunakannya selama itu. Hanya sekitar 2-3 minggu dan memang rasanya masih kurang lebih sama. Saya akan melaporkan lagi setelah 3 bulan :).

Cara memasang coil Kestrel cukup berbeda dengan kebanyakan RDA atau RDTA tapi tidak masuk dalam kategori sulit. Hanya saja screw yang digunakan untuk mengimpit coil terlalu kecil sehingga mudah hilang.

Dan benar saja, ketika melakukan pergantian kapas, satu screw saya hilang. Untungnya masih ada 2 lagi.

RDTA + SQUONK???

Kamu mungkin bertanya apa hubungannya antara RDTA dan dengan Squonk. Yang unik dari Kestrel adalah walaupun mempunyai konsep RDTA namun kamu dapat tetap melakukan squonking, mirip dengan konsep Galaxy RDTA. Sebelum ini saya tidak tahu saya butuh RDTA dengan squonk namun ternyata sekarang terbukti cukup praktis.

Saya bilang praktis karena pada dasarnya tidak ada downtime. Jika kamu menggunakan Squonk dengan RDA, maka ada titik di mana kamu squonk dan menunggu sebentar agar kapas meresap. Kamu juga tidak dapat melihat keadaan kapas selain mengandalkan ketebalan rasa sewaktu inhale. Dengan RDTA biasa, ketika liquid habis kamu juga harus menetes dan membiarkan meresap sebentar.

Gabungan RDTA dan squonk mengeliminasi hal ini. Pertama kapas akan selalu mencoba meresap setiap saat dari tangki. Kedua kamu dapat melihat keadaan tangki kamu, ketika akan mau habis kamu cukup squonk.

Satu Ganjalan Besar

Satu masalah besar bagi saya pribadi adalah bagian penjepit coil. Lihat gambar di bawah.

Bagian kiri adalah sebelum Kestrel digunakan, bagian kanan adalah setelah Kestrel digunakan. Kamu bisa melihat bahwa bagian tipis di tengah menjadi bengkok. Ini terjadi karena panas.

Ketika panas bahan ini menjadi lentur dan dapat bengkok. Saya dapat meluruskannya dengan tweezer, meniupnya agar dingin dan bagian tersebut rata dan keras kembali.

Masalah saya dengan ini adalah saya tidak tahu dampaknya terhadap kesehatan. Bisa saja tidak ada pengaruhnya, bisa saja ketika panas dan lentur, ada partikel yang dilepaskan dan dihirup ke tubuh.

Tidak ada informasi lanjutan yang bisa saya temukan mengenai ini. Secara umum kamu tidak ingin ada bahan yang meleleh di atomizer kamu. Saya tidak bilang ada yang meleleh di Kestrel karena memang tidak ada, tapi lebih kepada perubahan kelenturan akibat suhu yang efek ke tubuhnya saya tidak ketahui sama sekali.

Performa Luxotic Surface with Kestrel

Wismec Luxotic Surface Mod

Saya tidak memiliki masalah dengaan Luxotic dari segi performa. Watt yang dihasilkan cukup konsisten dan juga responsif.

Wismec menyebutkan hanya dibutuhkan 0.001 detik untuk mulai firing. Tapi seperti yang pernah saya sebutkan manusia hanya dapat memproses data di atas 0.15 detik, di bawah itu otak kita lah yang sebenarnya ‘nge-lag’.

Fitur temperature control dapat dikatakan berfungsi dengan cukup. Walaupun ya tentu saja mengalami masalah yang kurang lebih sama dengan mod lainnya, terkadang tidak akurat dan tidak firing.

Sebagai contoh di 240 derajat, terkadang mod mengatakan protected (artinya sudah 240 derajat) padahal baru 1-2 detik di tekan. Jika dibandingkan dengan DNA 250 yang merupakan raja temperature control, performanya terbilang cukup jauh.

Dalam sesi 30 menit dengan menggunakan temperature control, 3-5x saya mengalami temp protected ini di mana mod tiba2 berhenti firing (bukan rusak, memang begitu seharusnya). Di DNA 250 (Triade) ini jarang sekali terjadi walaupun tetap saja terjadi.

Squonking juga berjalan cukup lancar, terbantu dengan botol yang tidak terlalu keras atau terlalu lembek.

Kestrel RDA

Satu hal yang langsung terasa adalah ramp-up yang cukup cepat., walaupun coil mempunyai luas permukaan yang cukup besar.

Untuk urusan rasa, saya akan bilang cukup standar. Semua note dari liquid yang saya gunakan keluar, namun secara intensitas memang tidak terlalu menonjok.

Ini juga saya alami dengan kebanyakan coil mesh prebuild untuk RTA, sedikit lebih baik dari simple coil untuk urusan konsistensi, namun tidak bisa menandingi katakanlah fused clapton atau alien fused clapton dalam kepekatan rasa.

Tapi jangan lupa sisi lainnya, kemudahan memasang dan harganya yang murah. Jika kamu bersedia menukar hal tersebut dengan sedikit penurunan rasa (dibanding dengan fused clapton) maka Kestrel sangat dapat diterima menurut saya.

Seiring saya mulai mempelajari dan menikmati rasanya, Kestrel sayangnya menjadi sangat panas sampai ke titik tidak nyaman untuk di tempel di mulut. Saya coba bongkar lagi, pasang lagi dan menggunakan watt yang lebih rendah tapi kejadian yang sama terjadi, terlalu panas untuk digunakan.

Ini mungkin disebabkan oleh ukuran coil yang cukup besar dan langsung menempel kebagian RDA sehingga panas merambat ke seluruh bagian RDA.

Saya memang tidak vape sesering itu (chain vape) jadi tidak terlalu masalah, apa lagi di ruangan ber-AC. Tapi saya bisa membayangkan ini akan menjadi masalah bagi mereka yang chain vape.

Kesimpulan

Paket Luxotic Surface with Kestrel di jual dengan harga Rp900.000 (Mod + RDTA). Mod nya sendiri sekitar Rp600.000, untuk mod seharga Rp600.000 saya mengharapkan printing yang lebih baik dibagian pintu baterainya. Namun saya juga suka dengan performa, fitur dan yang terpenting dimensi yang kecil dan nyaman digenggam.

Sedangkan untuk RDTA nya, ya dengan permasalahan panas yang cukup mengganggu saya tidak dapat merekomendasikannya, setidaknya untuk para chain vaper. Namun jika terbukti dapat bertahan 3 bulan, maka kamu dapat berhemat banyak dan itu cukup luar biasa.

Untuk sekarang Wismec Luxotic Surface belum tersedia di Indonesia, hanya dapat dibeli di situs resmi mereka. Bahkan beberapa reseller international masih memasang status pre-order. Saya akan menjajalnya terus dan melaporkaan kembali setelah 3 bulan pemakaian.


Terima kasih kepada Wismec yang telah menyediakan Surface Luxotic with Kestrel. Keseluruhan ulasan ini tetap dilakukan dengan standar editorial VapingJKT yang independen tanpa intervensi atau pengubahan dari sponsor.

VapingJKT tidak meminta imbalan uang ataupun menerima imbalan uang dengan menulis ulasan ini.

  • 7.5/10
    Build Quality - 7.5/10
  • 8/10
    Software & Feature - 8/10
  • 7/10
    Design - 7/10
  • 8/10
    Performance Mod - 8/10
  • 5/10
    Deck & Airflow - 5/10
  • 7/10
    Performance RDTA - 7/10
  • 7.8/10
    Durability - 7.8/10
  • 7.3/10
    Value - 7.3/10
7.2/10

Summary

Saya tidak memiliki masalah dengan mod Luxotic Surface, saya malah menyukainya karena form factor yang kecil, nyaman dan memiliki performa yang baik.

Tapi saya tidak bisa mengatakan hal yang sama dengan RDTA Kestrel. Dua masalah utama adalah panas setelah 5x puff dan insulator yang berubah bentuk setelah kena panas.

Jikapun kamu mau membelinya maka beli mod-nya saja. Jika kamu ingin membeli keduanya, pastikan kamu bukan seorang chain vaper.

Sending
User Review
1/10 (1 vote)

17
Leave a Reply

avatar
7 Comment threads
11 Thread replies
1 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
6 Comment authors
akaSetoHendri SalimciplukPandu Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Akbar
Guest
Akbar

Om .. maaf keluar dari tema tulisan..
Saran rda flavour utk simple coil dibawah 700rb pilih apa ya om?
Biasa ane pakai dual ni80 24/22awg 5-6 lilit renggang ..

Akbar
Guest
Akbar

Om.. maaf keluar dari tema tulisan..
Saran rda flavour utk simple coil dibawah 700 rb apa ya om?
Ane biasa pakai ni80 24/22 awg 5/6 lilit renggang..
Makasih om

Pandu
Guest
Pandu

Halo om hendri…
Saya mau tanya, rda pilihan harga maksimal 600rb apa ya??
Apakah Goon v1.0 masih worth untuk di beli tahun ini??
Karena saya bosan dengan reload x yang selalu manis berlebihan.

cipluk
Guest
cipluk

apakah om hendri salim menang hexohm usa flag series?
hahaha

Seto
Guest
Seto

Om Saya coba coba pakai koil titanium lalu saya
Mod hugo ranger 234gt
Rta serpent mini
TCR di 330
Suhu di 110c
Watt di 60
Kapas muji
Koil 6lilit titanium 26g id 3.0mm ohm sekitar 0,46ohm / 0.55 ohm agak lupa saya ohm pastinya

Kok hanya enak pas pertama puff saja ya selanjutnya tdk enak sama sekali malah kadang menyala kaki koilnya padahal sudah rapat bautnya
Dan kadang menyala di tengah juga pdhl kapas sudah pas tidak terlalu serat dan longgar itu kenapa ya om?
Biar enak pakai koil titanium bagaimana ya di hugo ranger?

aka
Guest
aka

Siang om..aku mau tanya mod atomizer placement nya disisi mod, sejajar dengan modnya. Aku pernah liat di youtube untuk kayfun 5 om, compact keliatannya. Apa nama modnya nya ya om? Tks