Gen Featured

Review Vaporesso Gen Mod – Ganteng Maksimal

Hendri Salim Mod 28 Comments

Salah satu alasan mengapa saya jarang mengulas mod adalah begitu kamu membeli mod yang berkualitas maka akan butuh 1-3 tahun untuk rusak. Sampai saat ini belum ada mod saya yang rusak, jadi yah tidak ada alasan untuk membeli yang baru.

Beruntungnya untuk kamu, Vaporesso mengirimkan Gen mod untuk saya jajal dan hasilnya sangat lumayan.

Kamu juga mungkin menyadari belakangan ini cukup banyak produk dari Vaporesso, mereka memang sedang rajin mengirimkan sesuatu kepada saya, namun sekali lagi saya tidak menerima uang sebagai imbalan atau bentuk gratifikasi lainnya.

Jadi tanpa berpanjang lebar lagi, mari kita lihat apa yang Vaporesso Gen tawarkan.

Kelengkapan & Spesifikasi Gen Mod

Gen Mod
Mod Anatomy

Gen datang dengan paket yang cukup sederhana dan standard, saya tidak menemukan sesuatu yang bisa saya komentari jadi mari kita terjun ke fitur dan spesifikasinya saja langsung.

Axon Chip

Axon Chip adalah chip terbaru dari Vaporesso setelah sebelumnya mereka menggunakan Omni Board.

Secara fitur Axon Chip adalah pengubahan dan penambahan di sana-sini, namun tidak ada yang luar biasa inovatif. Definisi inovatif saya adalah sesuatu yang mengubah pemakaian vape, misalnya ketika fitur Temperature Control diperkenalkan pertama kali di dunia dan mulai di adopsi oleh hampir semua mod. Itu yang saya sebut sebagai sebuah inovasi.

Namun bukan berarti Axon Chip tidak membawa sesuatu yang baru, saya cukup menyukai fitur Pulse dan quick charging mereka.

Pulse – Teori Lama Cara Baru

Saya tidak tahu apakah saya benar, tapi setidaknya ini yang saya deduksi dari fitur Pulse mereka.

Di mod pada umumnya, mod akan berusaha mengirimkan tenaga ke atomizer sesuai yang diminta, misalnya 80 watt. Tapi dalam perjalanannya misalnya kamu menahan firing selama 4 detik, akan ada naik turun watt. Naik turun watt ini tidak besar sehingga mungkin kamu juga tidak menyadarinya.

Semakin bagus kualitas chip semakin stabil tenaga yang dikirimkan, namun bahkan chip terbaik di dunia pun tidak dapat menahan secara sempurna di 80 watt (atau berapa pun watt).

Axon Chip berusaha menyiasati ini dengan melakukan pulse singkat, tepatnya setiap 0.02 detik. Jika kita pikir sebentar ini masuk akal terutama di watt tinggi.

Ketika voltase baterai keluar maka seiring waktu voltase akan menurun ke posisi stabil. Akan ada dorongan besar di awal namun mulai turun ke angka stabil.

Jadi mudahnya kurang lebih ini yang terjadi

Pulse Mode

Jadi daripada berusaha menahan di angka 80 watt, Pulse mode melakukan pulsing dalam waktu 0.02 sehingga mencapai 80 watt secara akurat namun terdapat jeda kecil yang tidak akan terasa oleh indra manusia biasa.

Teorinya begitu, praktiknya?

Di watt rendah saya tidak merasakan bedanya. Di watt tinggi sekitar 60 watt ke atas, saya mulai merasakan bedanya. Seolah-olah mod-nya tidak ada istirahat dan bahkan saya harus seperti berlomba mengisap dengan cloud yang keluar.

Awalnya ini sedikit membuat saya kaget namun lama-lama terbiasa. Jika kamu menggunakan mod dengan chip yang tidak stabil dan baterai yang abal-abal, maka kamu akan bisa merasakan bahwa Axon Chip ini ‘lebih galak’ setelah 2 detik pertama.

Tapi jika kamu datang dari chip papan atas seperti DNA atau YIHI (yang high-end) dan baterai yang kuat seperti Sony VTC 5A maka sebenarnya tidak terlalu terasa perbedaan.

Charging 2.5 Ampere

Vaporesso menyebutkan bahwa mod ini mempunyai kemampuan charging sebesar 2.5 Ampere. Ini salah satu yang terbesar yang saya pernah ketahui.

Artinya baterai kamu akan diisi dengan lebih cepat. Misalnya VTC 5A dengan kapasitas 2600 mAH akan terisi penuh dalam 1 jam 15 menit (dengan asumsi efisiensi sebesar 80%).

Pada prakteknya saya mencoba menghitung dengan membandingkan dengan charger terpisah sebesar 2A dan hasilnya relatif sama. Jadi dari percobaan saya charging Gen Mod lebih mendekati 2A daripada 2.5A.

Tapi ingat, bahkan untuk mencapai 2A kamu perlu kepala charger yang mumpuni.

Saya menggunakan fitur ini disaat kepepet saja saat baterai sedang habis dan sedang berada di luar. Kamu tetap saya sarankan untuk melakukan charging dengan menggunakan charger terpisah.

Ingat bahwa semakin besar ampere maka baterai semakin cepat penuh, namun ada potensi baterai semakin cepat rusak.

Desain Gen Mod – Terbaik 2019

Saya harus memberikan bagian ulasan secara tersendiri karena seperti kamu lihat Gen mod terlihat luar biasa ganteng.

Vaporesso Red

Hal pertama yang menarik perhatian saya adalah permainan warna yang elegan. Pilihan saya jatuh ke merah emas, dengan gradasi hitam di area bawah.

Semua bagian memiliki tingkat detail yang baik dan presisi. Bahkan tombol firingnya juga diberi warna emas dengan sedikit perunggu dan juga tekstur acak untuk mempermudah gripping telunjuk ketika firing.

Awalnya saya mengira bahwa bahannya adalah besi, namun ternyata mereka menaruh beberapa lapisan diluarnya. Lapisan ini terasa seperti karet yang mana tidak meninggalkan sidik jadi.

Untungnya keseluruhan body diberi tekstur sehingga mudah digenggam dan selalu berada disuhu ruangan. Bayangkan jika semua bagian luar adalah besi dan di taruh diruangan ber-ac. Mod akan sangat dingin ketika dipegang, ini tidak terjadi kepada Gen mod.

Ukuran dari Gen Mod terbilang cukup tinggi dan lebar. Pas untuk ukuran tangan saya namun jika kamu berangkat dari mod yang terbilang kecil, maka Gen bisa dikatakan cukup besar.

Pintu baterai dibuka dan tutup dengan magnet dari sisi samping. Magnet ini cukup kuat sehingga pintu tertutup dengan sempurna dan sama sekali tidak bergerak bahkan jika kamu mencoba menggerakkannya dengan kedua tangan! Kokoh dan menunjukkan produksi yang presisi.

Jika saya hanya menilai dari tampilannya saja maka Gen akan memenangkan penghargaan the most good looking mod di tahun 2019 ini. Sederhana namun berkelas.

Cinnamon + Gen = Mimpi Buruk

Gen Crack

Dari gambar di atas kamu bisa melihat bahwa bagian sekitar tombol firing mengalami pengelupasan.

Ini disebabkan oleh juice yang saya gunakan yaitu Muffin Man Apple Cinnamon. Perasa cinnamon memang terkenal melelehkan plastik, ini cukup sering terjadi kepada RTA yang tangkinya terbuat dari plastik.

Saya tidak sengaja menumpahkan liquid ini ke bagian body dari Gen dan 1 jam kemudian bagian sekitar tombol firing mulai rontok.

Mungkin ini tidak akan terjadi kepada kamu, karena ketika menggunakan liquid lain saya tidak mengalami hal ini. Tapi jika kamu ingin membeli Gen dan menyukai liquid cinnamon maka kamu harus perhatikan hal ini.

Cukup membuat hati sedih, Gen milik saya yang ganteng ini sekarang sudah memiliki luka perang.

User Interface – Mudah dan Pintar

Secara umum saya bisa bilang interface Axon lebih baik dari rata-rata. Desainnya sederhana dan intuitif walaupun layarnya masih hitam putih, mengingat rata-rata mod sekarang sudah bermain dengan warna (atau setidaknya beberapa warna).

Tekan tombol tengah 3x untuk mengakses menu dan kamu akan menemukan Pulse Mode, Eco Mod, TC, DIY dan setting.

Saya suka dengan peletakan menu ini karena menu yang paling umum dan praktis sudah berada di depan. Namun jika kamu membutuhkan menu tambahan kamu bisa mengaksesnya di DIY yang mana bisa menjadi cukup kompleks.

Misalnya DIY WV akan mengizinkan kamu untuk memilih soft, normal dan hard. Sayangnya tidak ada keterangan apapun mengenai ini di buku panduannya.

Namun umumnya ketika soft, maka mod akan merangkak menuju watt yang kamu set, sedangkan hard akan membuat mod langsung mengirim watt yang diminta.

Lewat mode DIY VV kamu juga bisa mengatur voltase, mulai dari 0.01 Volt sampai dengan 9 Volt.

Berikut berbagai menu yang tersedia di Gen Mod:

  • Pulse: Setiap 0.02 detik mengirimkan tenaga ke mod.
  • Power Eco: Membuat baterai lebih awet ketika sudah tinggal sedikit.
  • Smart TC: Mode temperature control yang otomatis, kamu cukup set mau sepanas apa.
  • DIY Mode:
    • VW (variable wattage): Soft, Normal, Hard
    • VT (variable temperature): Pilihan coil SS, TI, Ni
    • VV (variable voltage): 0.01 – 9 volt
    • CCW (custom curve wattage): Mengatur watt yang keluar seiring waktu, misalnya 50 watt di 2 detik pertama, lalu 30 watt sisanya.
    • BP (Bypass mode): mengirim tenaga yang dimiliki baterai tanpa pengaturan apapun
    • SP (super player): Jika resistance yang digunakan di bawah 0.1 mod akan berpindah ke mode ini. Kurang jelas untuk apa karena tidak ada pengaruh apa-apa ketika saya gunakan untuk coil 0.08ohm.
  • Option:
    • Puff counter
    • Brightness
    • Flip Orientation
    • Auto Eco (ketika baterai sudah 40%)
    • Reset setting/default

Jadi ya cukup lengkap menunya walaupun sebagian besar saya menghabiskan waktu di Pulse Mode tanpa mengunjungi menu-menu lain.

Performa Vaporesso Gen

Dalam penggunaan sehari-hari saya tidak mengalami masalah sama sekali. Pulse terasa responsif di watt atas namun saya pun sebenarnnya jarang menggunakan watt lebih dari 50 jadi ini tidak berefek banyak kepada saya.

Beberapa kali ketika saya menggunakan RTA dengan coil lebih besar dari 0.7ohm, Gen mengenalinya sebagai TC namun coil yang saya gunakan bukanlah coil TC jadi ini mungkin perlu ditingkatkan dalam firmware selanjutnya.

Untungnya Gen dapat di update firmware dengan software yang kamu dapat unduh disitus mereka. Jadi kamu bisa memantau jika mereka mengeluarkan update dan mengunduhnya ke mod.

Fitur Temperature Control bekerja dengan baik dan mudah ketika saya menggunakan coil stainless steel.

Perlu kamu ketahui bahwa kebanyakan mod memiliki fitur TC namun banyak sekali yang tidak bekerja sebagaimana mestinya, dari pengalaman saya hanya DNA yang terbilang stabil dan ini pun masih terkadang mengalami error.

Saya bisa bilang tingkat error Gen dalam TC sudah lebih baik dari mod non-DNA.

Secara umum saya cukup senang dengan fitur Pulse yang dapat mengangkat performa di watt tinggi, walaupun tidak terasa terlalu signifikan di watt rendah.

Ngomong-Ngomong Soal Charging

Ada tiga hal keren yang terjadi saat charging:

  • Indikator akan menunjukkan kondisi masing-masing baterai secara terpisah. Jadi kamu bisa melihat apakah ada satu baterai yang misalnya 30% sedangkan satu baterai 60%. Perbedaan jauh ini menunjukkan bahwa baterai sudah tidak seimbang dan sebaiknya jangan dipakai lagi terlalu lama. Siap-siap beli baterai kalau sudah begini.
  • Kamu dapat mengetahui persentase baterai, bukan saja animasi pengisian.
  • Kamu akan diberitahu berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan sampai penuh.
Battery Indicator

Bagi saya pribadi ini adalah hal kecil yang sebenarnya menunjukkan apa yang AXON chip dapat lakukan untuk meningkatkan pengalaman vaping secara keseluruhan.

Beli Nih?

Saya akan merekomendasikan Vaporesso Gen untuk kamu yang sedang mencari mod. Namun perhatikan bahwa penggunaan liquid yang keras (seperti cinnamon) berpotensi membuat coating area body menjadi rusak.

Tapi sekali lagi, jika mod kamu masih baik-baik saja, maka mungkin kamu juga tidak akan mendapatkan upgrade besar seperti yang kamu bayangkan. Vaporesso Gen adalah mod yang solid dengan penambahan kualitas penggunaan di sana-sini, namun tidak ada yang mind blowing atau pun game changer.

Saya juga tidak mencoba banyak mod di tahun 2019 ini, namun ya saya bisa dengan yakin mengatakan bahwa Vaporesso Gen adalah salah satu yang terbaik dengan harga yang terjangkau yang saya coba.


Terima kasih kepada Vaperesso yang telah menyediakan Gen. Keseluruhan ulasan ini tetap dilakukan dengan standar editorial VapingJKT yang independen tanpa intervensi atau pengubahan dari sponsor.

VapingJKT tidak meminta dan menerima imbalan uang dengan menulis ulasan ini.

  • 8/10
    Build Quality - 8/10
  • 8.5/10
    Software & Feature - 8.5/10
  • 8/10
    Design - 8/10
  • 8/10
    Performance - 8/10
  • 7.5/10
    Durability - 7.5/10
  • 7.8/10
    Value - 7.8/10
8/10

Summary

Mod yang solid dengan fitur dan harga yang masuk akal. Sebenarnya jika mod ini tidak terlalu sensitif karena ketumpahan liquid cinamon yang membuat lapisan body terkelupas, maka saya akan beri 8.5. Namun hal tersebut benar-benar terjadi dan saya tidak bisa lupakan begitu saja.

Tapi jika kamu tidak mengunakan liquid cinamon dan liquid yang keras lainnya, maka Gen adalah sebuah mod yang sangat solid dan recommended.

 

Sending
User Review
6/10 (9 votes)

28
Leave a Reply

avatar
21 Comment threads
16 Thread replies
3 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
16 Comment authors
MubienkDhanikemarinbahagiaIan babarahmadsuryawan Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Hrz
Guest
Hrz

Sempat mau beli mod ini tapi gak jadi. Hehehe

Adi jumadi
Guest
Adi jumadi

Mantap….tunggu smok rpm om

cos
Guest
cos

ikt antri daftar tunggu

Sukro
Guest
Sukro

Salam om, saya suka style pembawaan reviewnya, baru kemarin saya beli mod pertama saya, sebelumnya setia di pod calliburn,Pilihan saya druga foxy batch3 dan vaporesso gen ini, lebih baik mana om, bukan dari harganya tapi kemungkinan ke awetannya dll

Andrya
Guest
Andrya

Ditunggu review pod n liquidnya lgi om, klo menurut saya udah punya mod 2 biji buat ganti2an udah cukup (ngikutin sarannya om hendri jg nih 😄😄)

Christian
Guest
Christian

Sekedar sharing, saya membeli vaporesso 2 bulan lalu. Setelah pemakaian dalam 2 bulan ini, saya cukup senang dengan gripnya, kekurangan menurut saya ada pada besi untuk pemasangan baterai yang sedikit cepat lecet, sehingga membuat mod tidak menyala, tetapi untuk lainnya, mod ini cukup di acungi jempol.

Mahesa
Guest
Mahesa

Bang henri review dong dovpo mvv ii pengen beli sih katanya lebih ganas dripada tesla invader 4x

A. Gaffar Rizkillah
Guest
A. Gaffar Rizkillah

Malam om, saya dah 2 minggu terakhir pakai mod ini (GEN 220), cuma kok kalau tiap ngepuff (jarak antar puff 3-5mnt) kayanya ramp up nya agak lama ya om (setingan saya (RDA C2MNT, kawat round wire ni80 22 awg 6/6,5 lilit, resistensi 0.15 ohm, main di 50-55 watt, mode pulse), jadi tombol firingnya harus ditekan secara pulse dlu untuk dapat ramp up yg spontan. Pengalaman om selama pakai GEN sama spt itu atau gak? Atau tiap pertama kali tekan tombol firing om langsung dapat ramp up yg spontan? Mohon pencerahannya om, makasih.

dwidarmeka
Guest
dwidarmeka

Dulu sempat suka banget pertama kali lihat mod ini, simple & elegan, tp krn faktor do it, biar sekalian dapat paket ngebul, akhirnya ambil Think Vape Thor 200w. Setelah membaca review dari Om Hendri jadi ngiler pengen minang nih mod, tp masih bingung jg antara Vaporesso Gen apa Aegis X hehehe.

rahmadsuryawan
Guest
rahmadsuryawan

Pernah minat , bentuknya luwes , tapi nampaknya kata “murah” versi om dan saya beda, kalau harganya 11/12 sama foxy sih saya mending ini 🎶😁

Ian baba
Guest
Ian baba

Nanya om, mod vape yang cocok utk pemula apa om, bingung milih, inginnya smua dpet

kemarinbahagia
Guest
kemarinbahagia

Salam kenal, om Hendri.

Sebelumnya, saya udah lama jadi silent reader di vapingjkt ini. Kepancing komen karena review GEN ini karena saya juga make baru hitungan hari. Menurut saya, hand grip dan fitur simple nya yang bikin mod ini bagus banget. Tapi, apa perasaan saya aja atau gimana, ramp up nya agak lama di settingan saya yang pake Ni80 24awg 6 lilitan dan dapetnya 0,25 ohm, pake daily di 60-80 Watt. Ada masukan buat settinggan nyari flavour yang mantep gak nih, Om?

Makasih buat pencerahannya, Om

Mubienk
Guest
Mubienk

Om, nanya dikit nih. Klo utk ketahanan baterai gmn ya? Byk yg blg Gen ini boros bgt baterainya. Saya msh pake voopoo yg menggunakan gene chip dan saya blg batrenya lumayan awet. Gmn klo dibandingin sm Gen om?