Caliburn Review Featured

Review Uwell Caliburn – Umur Panjang

Hendri Salim Pod 13 Comments

Rencananya adalah saya tidak akan membeli pod system lagi, karena Origen 16mm saya sudah melampaui semua pod dalam segi rasa dan tendangan nicotine.

Tapi UWELL Caliburn mendapatkan begitu banyak ulasan luar biasa dari seluruh dunia. Setiap saya mengunjungi forum atau YouTube, Caliburn selaalu dikalungkan gelar pod terbaik tahun ini.

Saya harus mencari tahu hype apa ini, jadi saya beli satu… 😀

Jika kamu tidak mempunyai banyak waktu maka ini review singkatnya:

Dari segi rasa, Caliburn bisa dibilang hampir tidak ada bedanya sama teman-temannya. Tapi nilai besarnya adalah rasanya konsisten dari awal sampai akhir, tidak seperti kebanyakan pod yang menurun tajam di minggu ke 2. Airflow sedikit besar untuk pod, jadi bisa dibilang restricted DTL bukan pure MTL.

Baterai cukup untuk satu hari asal tidak chain vaping dan terakhir koilnya bertahan sangat lama. Coil pertama saya bertahan 2 minggu dan itupun saya ganti karena sudah 3 kali saya vape dalam keadaan kosong. Teman yang membeli diwaktu yang sama sudah 3 minggu menggunakan coil yang sama dan tidak ada komplain.

Saya akan menyarankan Caliburn jika tujuan kamu adalah menghemat pembelian coil dan memiliki rasa yang konsisten dari awal sampai akhir.

Spesifikasi dan Paket UWELL Caliburn

Uwell Caliburn datang dengan 1 kabel USB dan 1 ekstra coil. Tidak ada yang spesial, walaupun saya harus menyebutkan bahwa ekstra coil adalah sentuhan yang menyenangkan dan seharusnya diadopsi oleh semua pod system.

UWell Caliburn memiliki baterai 520mAh dan mempunyai daya 11 watt. Ini cukup bertahan seharian jika kamu tidak melakukan chain vaping. Kamu akan dapat melihat warna hijau (>60%), biru, dan merah (<30%) di dekat tombol firing untuk mengetahui sisa baterai yang ada.

Daya yang dihantarkan adalah 11 watt untuk dual coil, hasilnya adalah vapor tidak terlalu hangat. Sebagai contoh saya bisa bilang Renova Zero menghasilkan vapor yang lebih hangat di mulut. Apa lagi airflow Caliburn cukup besar sehingga ini membawa vapor ke arah suam-suam kuku saja.

Slot charging berada di bagian bawah, ini mungkin bukan masalah besar, tapi ketika kamu melakukan charging, Caliburn harus berada dalam posisi tidur dan ini berarti bagian bawah mouth piece akan menempel dengan alas kamu.

Untungnya bagian atas dari mouth piece melancip sehingga tidak terkena alas. Sekali lagi, ini hanya akan menjadi masalah bagi mereka yang sedikit germophobia :p.

Berbicara mengenai charging, Caliburn dapat menerima 1A, ini mempercepat waktu charging menjadi sekitar 45 menit. Saya biasa charge sebelum benar-benar habis jadi hanya membutuhkan 30 menit saja yang mana cukup cepat dan praktis. Dan ya.. kamu bisa vape sambil charging.

Design UWELL Caliburn

Caliburn seperti kebanyakan pod lainnya terdiri dari 2 bagian utama, body dan coil.

Coil menempel dengan bantuan magnet jadi begitu kamu masukkan sedikit magnet akan menariknya. Tapi kamu tetap harus mendorong sampai terdengar suara klik. Ini akan membantu mencegah coil terlepas ketika magnet sudah tidak lagi kuat.

Untuk mengisi liquid kamu harus melepaskan tutup coil (drip tip). Dari tiga coil yang saya miliki semuanya sulit dilepas pertama kali. Yang saya lakukan adalah memberi sedikit liquid disekitar tutupnya dan seiring waktu tutup ini juga mulai kendor sendiri jadi tidak ada masalah.

Tombol Firing???

Ini adalah bagian yang cukup membingungkan bagi pengguna baru tapi saya akan jelaskan untuk kamu.

UWELL Caliburn mempunyai dua cara untuk digunakan, yang pertama adalah draw activation yang berarti tinggal inhale, dan yang kedua adalah lewat tombol firing.

Pertama ini terdengar menyenangkan, lagi pula saya bukan penggemar draw activation karena seiring waktu sensornya semakin lemah sehingga terdapat jeda. Namun tombol firing di sini memiliki fungsi yang sedikit berbeda.

Fungsi yang pertama, kamu dapat menggunakan tombol firing ini untuk melakukan pre-heat. Jadi kamu firing dulu sebentar lalu kamu gunakan, dengan begini coil sudah panas dan menghasilkan flavor yang maksimal dari inhale pertama. Namun karena coil yang digunakan kecil, jadi sebenarnya coil relatif cepat panas dari firing pertama.

Fungsi kedua, ini yang kebanyakan orang salah kaprah. Tombol firing berguna sebagai cadangan ketika draw activation sudah mulai rusak.

Ketika kamu menghisap, sensor akan menangkap perbedaan tekanan dan mengaktifkan pod system. Namun seiring waktu sensor ini akan melemah karena dua hal, yang pertama adalah ini sensor yang relatif murah dan yang kedua kelembapan dari liquid dan nafas dapat mempengaruhi kerja sensor.

Ketika ini terjadi maka Caliburn akan otomatis mematikan sensor dan kamu dapat menggunakan tombol firing.

Tapi ketika draw activation masih berfungsi tombol firing ini tidak banyak berguna. Sebagai contoh, saya menaruh Caliburn di mulut saya, menekan tombol firing dan menghisapnya. Jika saya berhenti menghisap (namun masih menekan tombol firing), Caliburn akan berhenti firing.

Draw Activation

Sebenarnya tidak ada masalah dengan draw activation, cukup responsif tapi tidak sensitif. Ini berarti kamu harus menghisapnya dengan cukup keras.

Di pod system lain, tarikan tipis dan ringan akan mengaktifkan sensor. Di Caliburn kamu membutuhkan tarikan sedikit lebih keras agar sensor bekerja. Saya merasa ini memang dirancang demikian, karena modelnya adalah restricted DTL bukan 100% MTL.

Jika kamu menarik dengan cukup keras dan lalu mengurangi kekuatan maka bisa jadi di tengah jalan Caliburn akan berhenti firing, walaupun kamu tetap menahan tombol firing.

Jadi ini dapat menjadi pertimbangan kamu, apakah kamu menginginkan pod system yang sensitif dengan gaya MTL atau restricted DTL dengan cloud yang cukup banyak. Jika yang pertama maka Caliburn mungkin bukan untuk kamu.

Performa Caliburn UWELL

Menurut saya coil dari Caliburn membutuhkan break-in agar dapat mengeluarkan flavor yang sebenarnya. Ini berarti isian pertama kamu mungkin akan terasa tipis, tapi di refill kedua rasa mulai akan keluar lebih baik.

Walaupun demikian saya merasa rasanya mirip-mirip dengan pod system lainnya. Mungkin sedikit sekali lebih baik setelah break-in tapi jika kamu membeli Caliburn hanya untuk flavor maka kamu tidak akan menemukan peningkatan yang signifikan sama sekali.

Poin terbesar dari Caliburn datang dari umur coil yang cukup luar biasa. Coil pertama saya bertahan 2 minggu dan saya harus ganti karena sudah terasa terbakar. Tapi ini karena sebelumnya saya menghisap pod dalam keadaan kosong 3x.

Coil kedua saya masih saya pakai selama seminggu terakhir dan masih belum ada tanda-tanda harus diganti.

Teman saya yang membeli diwaktu yang bersamaan, sudah menggunakan coil selama 20 hari dan belum diganti. Sebelumnya dia menggunakan Suorin Air dan ada masa di mana seminggu harus ganti 2 kali.

Ini membuat pembelian coil menjadi sangat irit, jika kamu menggunakan pod system ini secara normal seharusnya dalam 2 bulan kamu hanya cukup membeli 3 coil saja. Beberapa orang di Reddit bahkan mengatakan mereka menghabiskan 1 botol salt nicotine dengan 1 coil, sedikit ekstrem memang.

Selain itu saya juga merasakan rasanya cukup konsisten mulai dari break-in sampai dengan 2 minggu pertama. Tidak ada penurunan rasa yang saya dapat kenali.

Spitback Monster

Ada banyak orang di Reddit yang mengatakan bahwa UWELL Caliburn memiliki masalah spitback yang parah. Satu orang bahkan menghubungi UWELL Caliburn dan diminta untuk menggunakan liquid salt 60 PG ke atas, karena 50:50 terlalu cair.

Ini tentu saja sebuah masalah karena kebanyakan salt nic mempunyai rasio 50:50. Tapi dua coil yang saya gunakan tidak bermasalah sama sekali, saya tidak menemukan kasus spitback sama sekali dan saya menggunakan salt nic 50:50. Tapi teman saya yang membeli di saat yang bersamaan mengalami ini dengan salah satu koil-nya.

Ini beberapa tips untuk menghindari spitback di Caliburn:

  • Jangan isi sampai penuh, hanya sampai batas atas saja.
  • Jika terasa spitback, balikkan pod dan ketuk ujungnya ke tissue untuk mengeluarkan liquid yang membanjiri coil.
  • Lakukan firing tanpa dihisap beberapa kali, untuk mengurangi liquid di coil.

Kesimpulan

Jika kamu memiliki masalah dengan membeli coil terlalu banyak dan boros, maka ya Caliburn bisa menjadi pod yang memecahkan masalah kamu. Saya suka dengan umur coil yang panjang dan rasanya yang konsisten dari awal sampai akhir.

Tapi biar saya rangkumkan pros and cons untuk kamu:

Pros:

  • Coil bertahan lama (2-3 minggu)
  • Charging cukup cepat (1 ampere)
  • Rasa konsisten dari awal sampai akhir
  • Draw terasa seperti restricted DTL bukan 100% MTL

Cons:

  • Banyak pengguna melaporkan spitback yang cukup parah
  • Tombol firing hanya akan berguna ketika draw activation sudah tidak berfungsi
  • Draw terasa seperti restricted DTL bukan 100% MTL

  • 7.5/10
    Build Quality - 7.5/10
  • 7.5/10
    Accesories - 7.5/10
  • 8/10
    Design - 8/10
  • 7.5/10
    Airflow - 7.5/10
  • 8/10
    Performance - 8/10
  • 8/10
    Value - 8/10
8/10

Summary

Secara rasa, saya bisa bilang UWELL Caliburn mirip-mirip dengan pod system lainnya. Tapi kekuatan dari Caliburn datang dari umur coil yang panjang, rasa yang konsisten, dan charging yang cepat.

Satu-satunya yang mungkin tidak akan cocok untuk kamu adalah airflow yang lebih menyerupai restricted DTL daripada murni MTL.

Jika kamu sedang mencari pod system saya akan dengan mudah merekomendasikan Caliburn untuk kamu.

13
Leave a Reply

avatar
8 Comment threads
5 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
10 Comment authors
Hi,tamAris SuryadiTaufik zlandamRioHendri Salim Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
ivan
Guest
ivan

Saya juga merasakan spitback yg parah dengan Caliburn, saya coba menaruh sedikit kapas dibagian mouthpiece dan ketika diangkat kapas tersebut banyak sekali cairan

Koro
Guest
Koro

pods paling enak, setuju sekali sama ulasannya, kapan mengulas liquid us yg freebase lagi?

Angg
Guest

Kalo saya malah ada liquid yg ntah turun dr bagian catridge yg mana tp ada di antara pin magnet bukan dr mouthpis nya,
Tp kalopun nanti bermasalah saya sih mikirnya ini pod uda ada antisipasi short sirkuit apa gitu.,
2 catridge yg saya tes bocor, mungkin ini yg saya dapet rejek kali ya catridgenya

Btw ada rekomendasi pod yg lebih baik dr caliburn ini ga ya? Pingin upgrade…

Makasi artikelnya vapingjkt

riki
Guest
riki

iswitch

Sure
Guest
Sure

saya berencana membeli pods utk sekedar vape lagi, karena sudah lama hiatus, ada reviews pods ini jadi makin tertarik. namun masih bingung liquid yg ingin dicoba karena saya dulu vape lebih suka yg fruity seperti mango dll, tolong rekomendasinya juga.
sehat selalu bang

Rio
Guest
Rio

Uwell caliburn

Flavor masih mantep padahal udah 17 hari gak ganti coil..
Batere kuat seharian..
Ringan dibawa2..

Kalo tau dari dulu mungkin saya gak beli smoant karat dan smok nord.

Recomended!!

Untuk kedepannya saya cuma berharap uwell ngeluarin caliburn versi 2 dengan upgrade dimensi jadi lebih pendek.

Taufik zlandam
Guest
Taufik zlandam

Selah baca artikel ini langsung auto beli. Tapi baru empat hari, lubang di cartride mampet (bagian coil), ada solusi kah. ?

Aris Suryadi
Guest
Aris Suryadi

Kalo dRi Renova Zero apa bisa dibilang Upgrade? Untuk Flavour dan TH nya apa benar bedanya sesignifikan yang ada di forum2 lain?

Hi,tam
Guest
Hi,tam

bang saltnic rasa pisang yg enak apa ya?