VGOD STIG

Review STIG Pods VGOD – Hadiah Besar Dari Paket Kecil

Hendri Salim Pod 7 Comments

Jika minggu lalu saya berkesempatan untuk menjajal JYNX dari CravingVapor. Kali ini saya membeli STIG Pods dari VGOD yang juga merupakan vape dengan sistem tertutup atau sering disebut pods.

Berbeda dengan JYNX, STIG Pods menggunakan pendekatan berbeda. Ini adalah sistem sekali pakai buang, sehingga kamu benar-benar tidak perlu melakukan apa-apa selain membukanya dari plastik, itu saja.

Saya mendapatkan STIG Pods dengan harga Rp130.000, karena saya beli secara satuan. Jika kamu beli satu pack yang berisi tiga STIG Pods maka kamu cukup menebusnya dengan harga sekitar Rp270.000 atau sekitar Rp90.000 satunya.

Sebelum saya beli, saya sudah tahu bahwa STIG Pods adalah pods yang kecil. Namun saat saya membuka bungkusnya saya masih terkejut dengan ukurannya yang kecil dan cukup tipis. Ukurannya sama persis dengan jari telunjuk saya.

Karena tidak ada tombol atau apapun, insting pertama saya adalah menyedotnya. Dan ya STIG Pods aktif dengan cara dihisap seperti Suorin. Sangat praktis dan intuitif.

Saat saya hisap, saya mulai mendengar suara liquid yang mulai menguap. Hanya bunyi letupan kecil yang rasanya tidak mungkin terdengar oleh siapa-siapa kecuali oleh kamu sendiri. Sangat personal dan juga tersembunyi.

STIG

Selama inhale, throat hit mulai menyambut dengan sopan. Lebih kencang dan sakit dari liquid 6tmg, namun area konsentrasi throat hit terbilang kecil, jadi hanya di bagian tengah tenggorokan saja yang merasakannya.

Seiring inhale, chest hit juga mulai mengumpul. Garukkan TH dan chest hit terasa enak, dan bertambah keras seiring kamu inhale. Saya suka ini karena saya bisa berhenti ketika saya tidak kuat. Tidak seperti RDA yang langsung menonjok dari detik pertama.

Saat exhale saya sedikit bingung dengan cloud yang sangat-sangat tipis. Jauh jika kita bandingkan dengan JYNX. Belasan exhale pertama, saya masih cukup sulit mengenali rasanya dengan penuh. Tapi saya juga tidak bisa menghajarnya lama-lama karena nicotine rush sudah menyebar dan membuat kepala saya ringan sekali.

Setelah mendiamkannya sekitar 1-2 jam dan menghajarnya lagi saya baru bisa merasakan flavor yang lebih intens. Saya bisa merasakan rasa semangka dingin yang mengingatkan saya kepada liquid Sweetshack. Tipis memang rasanya, namun sangat cukup untuk ukuran pod.

Setelah 4-6 exhale saya harus menaruhnya lagi, karena dada cukup sesak. Saya pun mulai mencari airflow dan menemukannya di bagian bawah. Airflow sangat kecil, hanya sebesar lubang jarum di bagian bawah. Ini membuat draw terasa restricted. Saya juga tersadar bahwa ada lampu indikator biru yang menyala ketika kita inhale di bagian bawah.

Satu hal yang saya sadari setelah belasan exhale adalah delay. Jadi di detik pertama kamu seperti menghisap udara saja, setelah satu detik baru muncul rasa. Bisa dibilang VGOD STIG mempunyai ramp-up yang cukup lama. Ini membuat saya cukup eneg lama-lama karena kebanyakan udara kosong saja yang saya hisap di awal.

Saya harus mengubah gaya hisap saya. Hisap di awal dengan tipis dan begitu bunyi letupan kecil saya mulai menarik lebih kencang. Ini sedikit banyak memecahkan masalah udara hambar di awal.

Saya juga berusaha menarik (exhale) cukup panjang, namun terlepas dari usaha saya, cloud yang dihasilkan tetap minim sekali bahkan untuk ukuran pod. Tapi ajaibnya adalah saya suka ini, karena rasa dan chest hit tetap ada. Ini benar-benar sebuah stealth vape.

Tidak lama setelah saya beli, seorang teman juga langsung beli yang rasa mangga. Saya pun mencobanya dan rasa mangganya sangat mengingatkan saya kepada Naked Amazing Mango. Enak, tidak terlalu tipis dan tidak tebal. Tapi mohon jangan dibandingkan dengan RDA karena kepekatan rasa berbeda jauh.

Stig Spec

VGOD STIG menggunakan nikotin sebanyak 60mg, yang mana terbilang sangat besar. Namun karena tenaganya cukup kecil maka 60mg ini ujung-ujungnya terasa seperti liquid 20mg di JYNX. JYNX mempunyai tenaga yang lebih besar dan efisiensi menguapkan nikotinnya lebih tinggi. Jika VGOD STIG menggunakan liquid 40mg maka saya rasa tidak akan ada throat hit dan nicotine rush yang mumpuni.

VGOD mengatakan bahwa setiap STIG mampu mengeluarkan 270 puff. Saya memang tidak menghitungnya secara akurat, namun dengan hitungan kasar saya mendapatkan sekitar 160 puff. Ini mungkin terdengar banyak, tapi jika saya beri konteks dengan pemakaian saya, STIG bertahan selama 12 jam.

Saya membelinya jam 11 siang, dan jam 11 malam STIG sudah menyampaikan salam perpisahan lewat lampu yang berkedip di bawah. Memberitahu bahwa baterai sudah habis. Jujur saja saya cukup terkejut karena 270 puff terdengar seperti 1 minggu.

Yang saya tidak sadari adalah bagaimana saya menyukai VGOD STIG ini dan terus menghisapnya. Nikotin dikirimkan dengan cepat dan keras tanpa basa basi.

Banyak dari pengguna VGOD STIG yang membuka STIG mereka ketika habis, dan masih tersisa cukup banyak liquid. Baterai mati duluan sebelum liquid habis, mungkin baterai 260mAh memang terlalu kecil. Saya ingin membelah VGOD STIG saya, tapi…karena terlalu kecil hilang entah kemana.

Beberapa hal menarik yang terjadi saat saya menggunakan VGOD STIG:

  • Setidaknya 3x saya mencari VGOD STIG saya dan menemukannya di saku saya sendiri. Ini karena ukurannya sangat kecil dan ringan sehingga saya bahkan tidak sadar ada di saku celana.
  • Saya mencoba VGOD STIG di dalam ruangan non-smoking, dan tidak ada yang sadar dengan uapnya. Beberapa mencium wangi tapi kebingungan mencari sumbernya.
  • Ketika inhale pelan dan di exhale dengan sangat pelan (seperti ditelan), terkadang tidak akan keluar uap dari mulut kamu. Tapi rasa dan throat hit ada, ada banget!

Sejujurnya saya suka sekali dengan VGOD STIG karena super praktis, TH cukup, flavor cukup. Apa lagi karena faktor stealth vaping saya bisa menggunakannya di mana saja tanpa harus mengganggu orang. Tapi harganya yang terbilang mahal membuat saya tidak akan membelinya lagi dalam waktu dekat.

Kamu pada dasarnya akan menghabiskan Rp90.000 untuk pemakaian 1 hari penuh. Itu terlalu mahal untuk saya. Saya mungkin akan membeli untuk kesempatan tertentu saja, misalnya kawinan di luar kota, atau ke cafe non-vape bersama teman lama. Tapi tidak untuk daily.

Jika saja harganya Rp20.000 maka ya mungkin seminggu sekali. Terlepas dari harganya yang mahal sekali saya akan merekomendasikan kamu untuk mencoba. Semua orang yang melihat akan kebingungan dan kamu akan jadi pusat perhatian sementara.

Untuk pemakaian jangka panjang dan juga urusan fleksibilitasĀ  (ganti liquid, tipe liquid, rechargeable) maka Jynx atau pod lain yang serupa lebih saya rekomendasikan

Oh ya, ada satu lagi vape sekali pakai yang akan masuk ke tanah air. Namanya Smartvape XEN. Harganya Rp75.000 dan kuat untuk 400 puff, 2x lebih lama dari VGOD. Namun saya sedikit pesimis dengan rasanya karena VGOD STIG begitu enak, bisakah Smartvape XEN bertanding?

Satu hal lagi yang saya kurang sreg dari Smartvape XEN adalah bentuknya yang seperti rokok. Produknya membuat orang berhenti merokok dan mempromosikan alternatif yang lebih sehat. Tapi kenapa bentuknya seperti rokok lagi??? Tapi saya akan tetap membelinya untuk dijajal.

  • 7/10
    Build Quality - 7/10
  • 8/10
    Air Flow - 8/10
  • 7.5/10
    Design - 7.5/10
  • 8.5/10
    Performance - 8.5/10
  • 5/10
    Value - 5/10
7.2/10

Summary

Saya tidak kecewa dengan performa VGOD Stig. Saya suka dengan bagaimana mudah dan tersembunyinya STIG. Rasanya juga terbilang enak, tidak terlalu tipis namun tidak terlalu tebal juga.

Satu-satunya yang saya sesalkan adalah harganya. Cukup mahal dan yang lebih ngenes lagi adalah kebanyakan pengguna menemukan masih ada liquid di STIG, baterainya habis duluan sebelum liquid.

Namun mungkin jika saya pergi seharian ke tempat yang tidak boleh ada vape. Saya akan membeli VGOD STIG dan menyelundupkannya di celana saya.

Sending
User Review
10/10 (1 vote)

7
Leave a Reply

avatar
4 Comment threads
3 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
5 Comment authors
Hendri SalimFaisalReyVaberKukuh Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Kukuh
Guest
Kukuh

Selamat siang om hendri
Mau tanya nih menurut om mod augvape v200 klo sma tesla wye firing nya oke mana?
Terima kasih

Vaber
Guest
Vaber

Mantap nih, jadi pengen nyoba beli

Rey
Guest
Rey

Ditunggu review xen šŸ˜

Faisal
Guest
Faisal

Om hendri, mau minta saran mod dengan kisaran 700an dong

Gaya vape saya gk neko2 sih, kadang pake fused, cmn kalo sehari2 make ni80 aja 6lilit 3mm di 60-70watt (main di 0.2 sekian)
RDA Pake Druga

Makasih om