Gr1 Gas Mods | Featured

Review RDA G.R.1 Gas Mods – Too Bad…

Hendri Salim RDA, Single Coil 15 Comments

Ini adalah ulasan yang paling telat di dunia. Tapi saya tetap harus mengulasnya karena jika tidak maka antrian review saya tidak akan pernah habis.Salah satu alasan kenapa review ini begitu lama adalah saya menghabiskan banyak waktu untuk melakukan testing. G.R.1 terlihat lahir untuk satu alasan yaitu flavor, mulai dari bentuknya yang sangat-sangat kecil, sampai dengan deck yang sangat padat, hampir tidak ada ruangan untuk apapun dan terakhir air flow yang menyembur langsung ke coil.Tapi pada prakteknya saya menghabiskan begitu banyak waktu, liquid dan kapas untuk membuat G.R.1 Gas Mods bekerja dengan baik.Oh jika kamu ingin tahu, saya sudah mencoba lebih dari 30 build dalam 5 bulan ke belakang. Mulai dari alien, fused clapton, twisted, dan segala macam coil yang pernah di kenal manusia. Melihat ke belakang, sebenarnya cukup bodoh dan menghabiskan waktu. G.R.1 Gas Mods bersinar dengan simple coil, tapi pertanyaannya adalah seberapa kuat sinarnya.

Kelengkapan G.R.1 Gas Mods

Gas Mods KelengkapanG.R.1 datang dengan paket yang cukup standard, namun ada bagian yang harus saya highlight dan itu adalah extra air flow slots.Mungkin sekarang sudah ada beberapa yang menggunakan sistem air flow slot yang dapat diganti-ganti (Pixie RDA). Tapi ketika G.R.1 dirilis belum banyak yang melakukannya. Ini memberikan kamu lebih banyak konfigurasi air flow, walaupun menurut saya yang terpasang adalah yang paling optimal.

Kualitas Build G.R.1 Gas Mods

G.R.1 pertama kali beredar dengan harga hampir mencapai Rp500.000 dan lalu kemudian turun ke sekitar Rp300.000. Saya sendiri membeli dengan harga Rp290.000.Kalau kita bandingkan dengan harga Rp500.000, maka kualitas build G.R.1 terbilang sangat baik dan sesuai harga. Tapi jika kita bandingkan dengan harga sekarang yang sekitar Rp300.000, G.R.1 bisa dibilang memiliki build quality high end.Saya membeli yang versi hitam dengan tutup merah, dan dari segi tampilan G.R.1 ini sangat indah. Deknya di lapis dengan warna hitam yang sedikit doff. Setiap bagian terbuat dengan sangat rapi dan presisi.Awalnya cap sulit masuk, tapi setelah 1-2 minggu karet mulai melunak dan sekarang tertutup dengan cukup mudah.Mungkin bagian yang paling buruknya adalah air flow. Ketika saya coba ganti, saya menggores bagian air flow dengan tweezer. Padahal saya tidak menggunakaan banyak tenaga. Untungnya air flow slot ini berwarna silver dan goresannya juga berwarna silver jadi tidak ada masalah. Lagi pula setelah coil terpasang air flow slot tidak akan kelihatan.Bahkan hex screw yang mereka berikan terlihat berbeda. Terlihat lebih kokoh dengan ukuran yang sedikit lebih besar. Biasanya ketika saya mengencangkan baut, saya sedikit memberikan tenaga dan kebanyakan akan aus bahkan dalam percobaan pertama. Ini tidak terjadi dengan G.R.1 Gas Mods.Saya bisa katakan ini dengan yakin, untuk harganya yang sekitar Rp300.000, kualitas build G.R.1 berada di atas RDA lain dengan harga yang serupa.

Deck G.R.1 Gas Mods

Deck dari G.R.1 terbilang sangat kecil dan efisien. Hal yang paling saya suka adalah adanya pemandu di sisi samping untuk menaruh coil.Untuk memasang coil kamu perlu membuka salah satu hex screw sampai terlepas sepenuhnya. Ini adalah bagian yang cukup berisiko karena kamu mungkin dapat kehilangan baut ini. Dan benar saja, satu baut hilang ketika saya mencoba memasang coil.Ketika coil sudah terpasang kamu dapat melihat bahwa jarak antara coil dengan air flow hanya sekitar 1mm. Kemungkinan besar coil dengan diameter lebih dari 3mm tidak akan pas karena ujung coil bawah bisa menyentuh airflow, kecuali kamu angkat sedikit yang mana tidak mengikuti panduang coil yang diberikan.Satu peringatan dari saya, pastikan kamu memotong coil dengan sangat pendek, karena sisa ujung coil yang panjang dapat menggores cap ketika kamu memasang atau memutar cap.Gas Mods DeckKarena bentuknya yang sangat kecil, juice well tidaklah besar namun cukup. Untungnya design dari air flow menghadap ke atas, sehingga saya tidak mengalami banyak masalah ketika melakukan squonk, walaupun harus lebih berhati-hati karena bukan tipe squonk yang kamu bisa tekan sepuas hati.Tidak bisa terlalu banyak, namun jelas lebih baik dari Hadaly yang jauh lebih mudah bocor.

Airflow G.R.1 Gas Mods

Bagian yang yang paling unik dari RDA ini adalah kamu dapat mengganti air flow slot. Pilihan pertama adalah air flow slot dengan dua lubang kecil dan yang kedua adalah satu lubang besar.Airflow akan masuk dari samping dan lalu melalui lekukkan airflow dan kemudian disemburkan dari bawah. Walaupun ukuran RDA G.R.1 sangat kecil tapi mereka tetap dapat menyelipkan fitur ini, membuat airflow samping menjadi bottom air flow. Cukup mengesankan.
Air Flow Slots

Pilihan Air Flow Slot

Tapi untuk alasan yang sama, mengganti air flow bisa sedikit menyulitkan karena deck yang kecil. Kamu harus menggunakan tweezer dan jika kamu lakukan pertama kali, karet airflow masih sedikit kaku sehingga mempersulit prosesnya,Setelah mencoba keduanya saya lebih menyukai airflow slot yang sudah terpasang dari awal. Airflow slot kedua terlalu plong walaupun ini dapat di atur kembali lewat cap-nya.Satu hal yang cukup menganggu adalah jika kamu menggunakan terlalu banyak kapas, maka airflow terasa tidak smooth. Ini juga terjadi ketika kamu melakukan dripping yang sedikit terlalu banyak. Sedikit liquid dapat masuk ke airflow dan diam di situ, tidak kembali ke deck, terjebak dalam lekukkan yang membuat inhale seperti sedang berkumur.

Performa G.R.1 Gas Mods

Ini adalah bagian yang membuat saya frustrasi. Intinya setelah mencoba begitu banyak build saya menemukan bahwa build terbaik adalah menggunakan Kanthal 24 awg, 3mm, 6 lilit atau pararel.Tapi walaupun begitu rasanya masih terbilang muted. Wasp Nano jelas mengungguli dan jaraknya cukup jauh.Saya menjajal Blunanarilla dan rasa bluberry serta pisang khasnya kurang terasa.Yang saya rasakan adalah campuran rasa yang sudah blend-in, sulit di kenali terpisah dan tipis. Untuk validasi saya memasang single fused clapton di Reload X dan yak saya mendapatkan rasa yang biasanya saya dapatkan lewat Blunanarilla. Jadi bukan salah liquid.Saya juga mencoba Five Pawn Grandmaster dan tidak mendapatkan tendangan akhir sang kacang yang sedikit pahit manis kesat. Jiwa dari liquid favorit tidak terasa di RDA ini.Terlepas seberapa besar saya ingin G.R.1 bersinar, saya pada akhirnya tidak dapat merekomendasikan ini kepada kamu. Ini membuat saya cukup kecewa karena saya benar-benar menyukai kualitas build dan bentuknya, sangat keren sebenarnya.Bahkan Drop Solo yang menurut saya biasa saja, mempunyai karakter rasa yang lebih vivid.Mungkin salah satu alasan mengapa rasanya begitu muted adalah letak air flow yang terlalu dekat dengan coil. Karena sisanya sudah merupakan resep flavor yang kuat, seperti ukuran chamber yang kecil, deck yang padat, airflow yang menyembur langsung.Saya juga merasa drip tips G.R.1 terlalu kecil dan pendek. Ketika kamu melakukan inhale, sebenarnya drip tip ini tidak ada gunanya. Mulut akan beristirahat di bagian cap dan bukan drip tips. Saya pun mencoba mencabut drip tips dan melakukan inhale, yak tidak ada bedanya.

Kesimpulan G.R.1 Gas Mods

Terlepas dari tampilan dan banyaknya aksesoris, di akhir hari G.R.1 adalah RDA yang mempunyai performa di bawah rata-rata.Jika kamu mencari RDA yang kecil dan penuh rasa, maka saran saya adalah Wasp Nano. Yang menarik adalah ketika saya melakukan riset, saya menemukan kumpulan orang yang merasa G.R.1 lebih baik dari Wasp Nano.Tapi saya sudah selesai dengan G.R.1 dan tidak akan menghabiskan waktu lebih banyak lagi mencoba melakukan build.
  • 9/10
    Build Quality - 9/10
  • 8/10
    Deck - 8/10
  • 5/10
    Airflow - 5/10
  • 9/10
    Design - 9/10
  • 5/10
    Performance - 5/10
  • 5/10
    Value - 5/10
5/10

Summary

Walaupun mempunyai kualitas build yang luar biasa serta design yang bagus, namun pada akhirnya G.R.1 tidak mampu menghasilkan flavor yang baik. Entah apa yang salah.

Saya dengan berat hati (karena saya begitu menyukai design dan kualitas build nya) tidak dapat menyarankannya kepada kamu. Liquid favorit saya seperti Blunanarilla atau Five Pawn terasa datar dan kehilangan ciri khasnya dengan RDA ini.

15
Leave a Reply

avatar
8 Comment threads
7 Thread replies
1 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
8 Comment authors
RizaRianCrispyRiceHendri SalimKomang dewanda Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Dody
Guest
Dody

Om review dpro mini dong

Dani
Guest
Dani

om, ada daftar liquid yang menampilkan pg vg nya ga?

David
Guest
David

mohon saran dong Om…
build enak wire biasa untuk pixie, bila memakai fused clapton memang ok, berhubung mod yang saya gunakan single bat (battlestar nano). jadi cepat panas dan battery terasa cepat terkuras.
Terima kasih banyak sebelumnya.

David
Guest
David

good day Om…
minta saran dong Om yg enak untuk pixie dengan wire biasa, pake fused clapton memang mantap. tapi saya pake mod 1 bat (battlestar nano) jadinya cepat panas.
terima kasih sebelumnya.
sukses selalu

Komang dewanda
Guest
Komang dewanda

Bang review druga foxy dong, saya pengguna augvape v200 n tertarik pindah k druga foxy tapi takut nyesel hehe, ingin tau kekurangannya yg terutama

CrispyRice
Guest
CrispyRice

Wah. Mantap lg” review nya gak asal sehari – dua hari coba langsung di jadi in review. Saya pribadi skrg punya dua RDA yaitu Drop Dead Rabbit sama Wasp Nano. Tau tentang ini blog karena cari” tau tentang Wasp Nano,saya ngikutin pemasangan coil lewat google youtubr dll rata” pemasangan coil perut nya menghadap ke bawah lalu di tarik ke atas,memang rasa lebih meningkat dari pada sejajar dengan airflow tp efek samping bner” bikin panas ke bibir saya,sempet trauma gak pake si wasp nano sebulan. Hahaha Nah! Pas ktemu ini blog baru tau tips trik nya lg pemasangan coil untuk wasp… Read more »

Rian
Guest
Rian

halo om, semenjak baca web ini saya jd lebih fanatik lagi sama single coil, single coil pertama saya yg saya buat di veritas rda, kmudian jatuh hati cukup lama setelah narda muncul, berhubung dulu narda sempet arcur baut post nya, mulai beralih ke wasp nano gara gara baca review om disini, selain murah, pintar, enyak lg wasp, hanya panas bgt ke bibir, berasa jd vocalis aerosmith,. :D. klo boleh mnta saran, rda daywon atau krma ya om? karena saya termasuk user yg jarang bgt ganti2 device kecuali klo rusak. mohon pencerahan om..

Riza
Guest
Riza

Om hendri…tolong review rda lynk donk dari digiflavor….ditunggu ya om….