PodStick Featured

Review PodStick Vaporesso – Upgrade Renova Zero

Hendri Salim Pod 16 Comments

Sebelumnya saya menganugerahi Vaporesso Zero sebagai pod terbaik secara keseluruhan. Kamu harus mengerti bahwa gelar ini bukan berarti flavor terbaik (saya merasa Uwell Caliburn memiliki flavor yang lebih kuat), namun karena berbagai macam faktor, seperti harga investasi awal, ketersediaan coil, fitur, ketahanan dan lainnya.

Tapi rasanya saya terlalu cepat berbicara, karena sekarang Vaporesso mempunyai produk baru yang sangat menarik bernama Vaporesso PodStick.

Jadi apa itu Vaporesso PodStick? Pada dasarnya ini adalah AIO (all-in-one), sebuah pod dan mod dalam satu hardware yang sama.

Spesifikasi dan Kelengkapan Paket Vaporesso PodStick

Spesifikasi:

  • Dimensions: 18 x 22 x 111mm
  • Pod Capacity: 2ml
  • Pods: 1.3ohm CCELL, 0.6ohm Meshed
  • Battery: 900mAh built-in battery
  • Battery Indicator: 20%-40%-60%-80%-100%
  • Charging Current: 1A
  • Material: PCTG, Aluminum

Kelengkapan Paket:

  • 1 x PodStick Kit
  • 2 x Pods – CCELL 1.3ohm (Pre-installed), MESHED 0.6ohm(In box)
  • 1 x E-juice Bottle
  • 1 x USB Cable ( salah satu kabel USB paling mewah dalam sebuah paket pod ataupun mod)
  • 1 x User Manual
  • 1 x Warranty Card

Mari kita bicarakan terlebih dahulu mengenai fiturnya.

Tiga Tingkat Pengaturan Watt Plus-Plus

Rasanya cukup wajar sebuah pod memiliki 3 jenis pengaturan watt untuk hitungan zaman sekarang, dan untungnya PodStick mengakomodasi hal ini seperti pod Zero.

Tiga tingkatan tersebut adalah 9, 10.5, dan 12.5 watt. Saya biasanya menggunakan 10.5 watt untuk Salt Nicotine 20-30 Mg.

Lalu di mana plus-plusnya?

PodSticks mempunyai dua jenis coil, satu untuk salt nic dan satu untuk freebase. Ketika kamu menggunakan coil MTL maka tiga tingkatan watt ini akan otomatis berubah menjadi 17, 20, 22 watt.

Untuk coil MTL (mesh) saya tidak pernah membutuhkan 22 watt karena di 17 watt saja sudah cukup nonjok. Perhatikan bahwa coil mesh benar-benar bukan untuk salt nic, melainkan freebase karena tenaganya cukup besar.

Vaporesso Watt Control

Untuk sebuah pod, sepanjang sepengetahuan saya inilah salah satu watt terbesar jika kita bandingkan dengan ukurannya yang relatif kecil.

Dengan baterai sebesar 900mAh, PodStick dapat bertahan sekitar 2 hari untuk saya ketika menggunakan salt nic, dan 1 hari ketika menggunakan coil MTL.

Plus lainnya adalah PodStick menampilkan 5 level baterai. Ini mungkin tidak terdengar istimewa, namun dalam pengalaman saya kebanyakan pod hanya mempunyai 3 jenis level baterai, dengan jarak yang cukup besar, sehingga terkadang cukup sulit mempertimbangkan kapan saat yang tepat untuk charge dan ketika kamu butuh, tiba-tiba baterai minta diisi ulang.

Dengan lima indikator baterai, saya bisa melakukan assessment baterai yang lebih baik. Satu lampu untuk 20% baterai, jadi ketika baterai tinggal satu, saya tahu saya hanya memiliki belasan puff sebelum harus di charge. Bagi saya ini adalah poin plus.

Omni Board Versi Mini

Di dunia mod sudah ada beberapa pemimpin seperti DNA ataupun Yihi, namun untuk pod, perang baru saja dimulai. DNA Go mungkin sudah memasuki arena perang dari awal, namun yang lain juga mulai masuk dengan Ant Chip (Pasito) dan juga Omni Board Mini dari Vaporesso.

Saya tidak bisa melakukan konfirmasi pasti, namun Vaporesso menyebutkan bahwa chip mereka mampu mencegah dry hit, kemungkinan besar dari penggunaan temperature control.

Tapi dari pengalaman saya, penarikan panjang dan sering tidak mengalami masalah.

Dibeberapa pod seperti Suorin atau yang menggunakan coil lilit sederhana, saya sedikit takut menarik panjang karena memang terkadang terasa dry hit. Di PodSticks ini tidak pernah terjadi.

Omni Board juga mempunyai 8 pencegahan lainnya seperti kepanasan, overcharge dan lainnya. Intinya adalah kamu tidak perlu khawatir atas berbagai failure yang mungkin terjadi.

Board ini juga mempunyai fitur passtrough yang artinya kamu dapat vape selama pod di charge dengan kecepatan 1A. Ini juga berarti charging akan berlangsung dalam kisaran satu jam++.

Performa Vaporesso PodStick

CCELL Coil 1.3 Ohm

Untuk coil salt nic (1.3 ohm) saya merasa performanya cukup mirip dengan Zero Pod, mungkin bisa dibilang sedikit lebih bertenaga di watt tertinggi dibanding Zero, namun di level yang biasa saya pakai (9 watt) saya tidak merasakan perbedaan.

Draw terbilang restricted, sedikit lebih plong jika dibanding Zero namun masih terbilang MTL sejati.

Di Zero untuk watt tertinggi saya terkadang cukup kesulitan menarik, karena di watt tinggi vapor tercipta cukup banyak. Ini membuat airflow lebih padat dan restricted. Di PodStick hal ini tidak terjadi walaupun di watt tertinggi.

Coil yang saya coba bertahan sekitar 5 hari, di hari ke-6 sebenarnya masih dapat digunakan, namun saya merasakan ada penurunan rasa dan tendangan nicotine.

Jika kamu sudah terbiasa dengan karakter Zero maka PodStick akan terasa familier dengan sedikit airflow yang lebih plong sedikit.

Mesh Coil 0.6 Ohm

Saya menggunakan liquid Manhattan 18 mg yang memiliki komposisi 50:50 VG/PG untuk coil mesh.

Hisapan pertama sedikit membuat saya kaget. PodSticks mempunyai tenaga yang cukup besar untuk membuat liquid 18 MG menonjok saya tanpa kuda-kuda.

Saya harus menurunkannya di 17 watt (lampu merah) untuk dapat menikmatinya.

Walaupun demikian saya cukup senang dengan tendangan ini, karena saya bisa menggunakan liquid 12 MG dan menaikkan tenaganya jika terasa kurang nendang.

Untuk flavor saya tidak akan komplain sama sekali, saya mendapatkan rasa yang cukup pekat dan sedikit hangat. Walaupun saya tidak merasa cloud cukup tebal untuk memberikan mouth feel yang penuh, jikapun itu yang kamu cari.

Saya tidak menguji liquid yang lebih kental seperti 70:30, karena memang secara umum freebase MTL sebaiknya menggunakan liquid encer dengan nicotine tinggi.

Menurut saya mesh coil yang ada di pod lebih cocok untuk menggantikan RTA MT, bukan RDA/RTA DTL.

Saya cukup puas dengan coil 0.6 mesh ini, terlebih lagi PodSticks mempunyai kapasitas baterai yang cukup untuk bertahan satu hari.

Push-to-Fill – Syarat dan Ketentuan Berlaku

Baik Zero atau PodSticks menggunakan sistem push-to-fill yang sebenarnya cukup menyenangkan untuk digunakan. Namun ini juga datang dengan beberapa syarat dan ketentuan berlaku.

Kamu bisa menggunakan botol salt nic untuk menekan switch dan mulai menekan botol. Namun terkadang beberapa botol memiliki besaran ujung yang berbeda. Jika ujung botol cukup gendut maka kamu akan sedikit kesulitan untuk melakukan pengisian.

Solusinya adalah dengan menggunakan botol yang mereka sediakan. Saya sama sekali tidak mengalami kesulitan saat menggunakan botol bawaan ini. Bahkan menggunakan botol bawaan terbilang wajib, karena liquid MTL freebase biasanya berupa kaca dengan pipet.

Jika saya boleh saran adalah push-to-fill dibuat lebih lembut dan mudah ditekan. Karena kamu harus menekan ke bawah lalu memencet botol. Ini terdengar sederhana namun pada praktiknya kita hanya menggunakan dua jari untuk menekan ke bawah dan di saat bersamaan memencet botol, ini tidaklah semudah yang dibayangkan.

Absennya Draw Activated – YES!!

Tidak ada draw activated di PodStick. Ini bisa berarti berita buruk atau berita bagus untuk kamu.

Bagi saya ini adalah berita baik. Saya tidak terlalu suka dengan draw activated, karena seiring waktu sensor akan melemah dan menciptakan delay, kamu akan mengisap sedikit udara dan lalu baru vapor.

Dengan adanya tombol hal ini tidak akan terjadi dan saya pribadi lebih suka dengan ini. Walaupun ya, ada risiko vape tertekan jika kamu lupa menguncinya sebelum menaruh di saku atau tas.

Upgrade dari Renova Zero?

Ya, saya lebih memilih PodStick daripada Zero untuk alasan di bawah ini:

  • Kapasitas baterai 2x lipat
  • Tersedia coil mesh untuk MTL freebase
  • Indikator baterai yang lebih presisi
  • Airflow yang lebih plong di watt tinggi
  • Tombol firing 🙂

Untuk sekarang PodSticks belum tersedia di Indonesia dan saya juga tidak tahu apakah PodStick akan membanjiri Indonesia seperti Zero.

Ini adalah faktor yang penting, karena walaupun PodStick menurut saya adalah sebuah upgrade, namun jika kita kesulitan mendapatkan coil maka apa artinya.


Terima kasih kepada Renova / Vaperesso yang telah menyediakan PodStick. Keseluruhan ulasan ini tetap dilakukan dengan standar editorial VapingJKT yang independen tanpa intervensi atau pengubahan dari sponsor.

VapingJKT tidak meminta dan menerima imbalan uang dengan menulis ulasan ini.

  • 8/10
    Build Quality - 8/10
  • 8/10
    Accesories - 8/10
  • 8/10
    Design - 8/10
  • 8.2/10
    Airflow - 8.2/10
  • 8/10
    Performance - 8/10
  • 8/10
    Value - 8/10
8.4/10

Summary

Untuk sekarang, ya PodSticks adalah sebuah upgrade. Namun jika nanti ketersediaan di Indonesia cukup minim dan harganya mahal mungkin nilai dibagian value akan berkurang. 

Ini berarti Renova Zero masih mungkin menduduki pod terbaik secara keseluruhan.

Sending
User Review
5.2/10 (5 votes)

16
Leave a Reply

avatar
15 Comment threads
5 Thread replies
1 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
12 Comment authors
GilbenRezaCharissigit sulistiawanJONO Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Achsan Basri
Guest
Achsan Basri

Pakai manhattan yg mana nih om hendri?

Panji Kurniawan
Guest
Panji Kurniawan

Om aq pakai iswtch nihh, aq ngerasa ad banyak penurunan flavor n nikotin, Itu apa karena waktunya ganti catridge? Aq pakai coffemell 40mg salt… Aq beli baru sekitar 2 minggu yg lalu…

Ridwan Maulana
Guest
Ridwan Maulana

Saya pengguna Zero Renova, adanya ulasan ini sangat membantu sekali dan memang berharap banyak semoga pod ini bisa masuk ke Indonesia. Melihat pod iji dengan driptip yang bulat rasanya memang menggembirakan .
Kekurangan zero renova bagi saya yaitu mungkin daya tahan batterynya dan driptipnya yang oval sedikit mengurangi kenikmatan saat melakukan hisapan.
Hal lainnya, beredar kabar adanya “cartridge palsu” buat renova ini membuat sedikit lebih aware dalam membelinya. Sempat saya menanyakan langsung ke zero renova akan hal ini, tapi belum mendapatkan jawaban.
.

rendi
Guest
rendi

masih bingung mau beli pod apa,smntara ini agak tertarik sama mimo pod..
mngkin om ada saran pod murah yg rasa nya lumayan??🤣🤣

Marf
Guest
Marf

Masih enggan beralih ke pod.. Ragu sama ketahanan batre. Batre soak=pod baru

Adi jumadi
Guest
Adi jumadi

Yg ditunggu nih moga cepet masuk indonesia

JONO
Guest
JONO

Maaf komentar bukan terkait pada judul Mohon review holic rda juga dong disamping nanti mau review reload mtl. soal nya saya bingung mau ambil yang mana. selama saya mengikuti tulisan Anda, Anda adalah salah satu reviewer yang kredible dan sudah berpengalaman sehingga saya jadikan review Anda sebagai sumber yang saya pertimbangkan sebelum saya mempertimbangkan membeli sebuah barang. Saya ingin mengetahui pendapat Anda mengenai Holic Rda, supaya saya mengambil keputusan apakah holic rda saja sudah cukup dari segi performa atau harus menabung lebih lagi untuk reload mtl agar mendapatkan sensasi pengalaman yang lebih sempurna untuk mtl. Terimakasih telah membaca komentar saya.… Read more »

sigit sulistiawan
Guest
sigit sulistiawan

om kalau yang untuk pemula bagus mana ya pod nya

Charis
Guest
Charis

Masih setia sama suorin air 😎
Pantang ganti sebelum jebol 😄

Reza
Guest
Reza

Dulu sempet nyaman sama feel restrictednya renova zero,sampe akhirnya beralih ke caliburn karena rasanya yang lebih pecah.

Kalau podstick bisa dianggap sebagai upgrade dari renova zero,gimana kalau dibanding caliburn om?khususnya dari sisi flavor&lung hitnya

Gilben
Guest
Gilben

O. Sebenar nya pod vs mod itu enak mana sih, dalam hal nicotin ? Soalnya saya pakai pod merasa galau, ga puas.
Saya pake caliburn om, apakah pod stick ini bisa memberikan sensasi lung hit ?

Btw om jangan lama2 ngilang nya. Tiap hari main kesini ga ada tuan rumah nya
Piss om..