Pasito Featured

Review Pasito – Terdengar Sempurna di Atas Kertas!

Hendri Salim Pod 23 Comments

Di atas kertas Pasito terdengar sempurna, salt nic ready, freebase ready, RBA ready, baterai 1100mAh dengan 5 pilihan watt. Apa lagi yang kamu butuhkan dari sebuah pod kit bukan?

Tapi sayangnya semua ini dikacaukan oleh desain catridge dan o-ring. Karet o-ring yang terlalu kecil. Karet o-ring ini menyebabkan masalah mulai dari bocor, airflow yang terlalu plong, sampai dengan turunnya rasa.

Kabar baiknya ini bisa diperbaiki dengan selotip atau masking tape. Kabar buruknya ini cukup merepotkan dan harus dilakukan setiap mengisi ulang.

Kita akan bahas bagian tersebut nanti. Sebelumnya mari kita berkenalan dengan Pasito!

Spesifikasi dan Kelengkapan Paket Pasito

  • 1 x Pasito mod
  • 1 x Pasito cartridge
  • 1 x MTL 1.4Ω Ni-80 coil
  • 1 x DTL 0.6Ω mesh coil
  • 1 x Type-C charging cable
  • 1 x Coil warning card
  • 1 x Certificate card
  • 1 x Warranty card
  • 1 x User manual

Dua coil dan kabel charger, itu yang akan saya sebut sebagai sebuah standar yang baik untuk paket pod system. Kurang dari ini maka saya akan kecewa, untungnya Pasito datang dengan semua ini.

Ya memang tidak disertakan RBA dalam paket, kamu dapat membelinya terpisah dengan harga sekitar Rp50.000. Tapi ini merupakan keputusan yang tepat karena tidak semua orang akan menggunakan RBA, sehingga mereka yang tidak ingin menggunakannya dapat membeli Pasito dengan harga yang lebih murah.

Jadi tidak ada nilai lebih atau kurang untuk masalah paket. Walaupun saya harus sebutkan kotak Pasito terbilang sangat keren secara packaging. Berkesan mewah dan berkelas, tapi tentu saja ini tidak akan mempengaruhi nilai apapun dalam ulasan ini.

Fitur Smoant Pasito

Baterai Besar 1100mAh, USB C, Constant Output dan 1A charging

Semua yang terkait dengan tenaga dan baterai dari Pasito memuaskan saya. Pertama kita mendapatkan baterai yang cukup besar yaitu 1100mAh.

Bagi saya ini berarti Pasito dapat bertahan sekitar 2 hari penuh untuk salt nic dan satu hari lebih ketika menggunakan freebase dengan watt level 3-4.

Koneksi Pasito juga menggunakan USB C ini membuat proses pengisian lebih cepat, namun tidak secepat yang kamu bayangkan.

Menurut spesifikasi dari situs Smoant, mereka menggunakan 5 volt x 1 amp = 5 watt. Secara perhitungan sederhana maka akan dibutuhkan sekitar satu jam setengah untuk mengisi Pasito dari kosong sampai penuh.

Pada praktiknya prosesnya berlangsung sekitar 1 jam, karena saya tidak mengisinya ketika benar-benar kosong melompong. Lagi pula begitu indikator baterai kosong, sebenarnya masih ada sedikit tenaga di dalamnya. Jadi kita tidak pernah benar-benar mengisi dari kosong.

Pasito juga mengatakan bahwa kamu akan mendapatkan constant output. Ini berarti ketika baterai mulai kosong, pod akan menjaga watt keluaran tetap stabil. Tidak seperti kebanyakan pod yang seiring baterai habis, semakin tidak ada flavor dan juga cloud.

Dari pengalaman saya dari baterai penuh (5 lampu) sampai tinggal 2 lampu, flavor masih terbilang sama. Ketika baterai benar-benar di satu lampu sebenarnya terdapat sedikit penurunan tenaga namun tidak signifikan. Lagipula saya selalu charge ketika tinggal 1 lampu.

Jadi secara keseluruhan saya senang dengan urusan baterai dari Pasito. Ya tentu saja, harusnya karena sudah berbekal USB C proses charging dapat berlangsung lebih cepat. Tapi ini bukanlah baterai 18650 yang lebih tahan banting, ada baiknya untuk charge dengan ampere yang rendah untuk menjaga umur baterai.

Design Pasito – Orion DNA Is That You?

Langsung saja tanpa harus basa-basi, Pasito mirip sekali dengan Orion DNA Go. There… I said it.

Yang berbeda adalah ukuran Pasito lebih besar, lebih tebal dan sedikit lebih tinggi. Untuk masalah berat, keduanya memiliki berat yang sangat mirip, hanya berbeda beberapa gram saja. Orion DNA Go memiliki berat 87 gram, dan Pasito memiliki berat 89 gram (dengan 1/3 liquid terisi).

Secara umum Pasito terlihat seperti Orion DNA Go versi XL. Saya cukup menyukai panel yang ada di Pasito. Desainnya cukup keren dan untungnya tidak meninggalkan banyak sidik jari walaupun dipakai seharian. Ini adalah nilai plus bagi saya yang selalu membersihkan seluruh mod/pod dan RDA setidaknya seminggu sekali.

Namun jujur saja setelah kamu memegang Orion DNA Go dan lalu memegang Pasito, maka kamu akan merasa Pasito sedikit seperti mainan.

Secara kualitas build keduanya memiliki kelas yang berbeda walaupun mirip secara bentuk. Saya bilang seperti mainan tapi body Pasito tetap terbuat dari aluminum.

Ya cukup wajarlah mengingat perbedaan harganya juga mencapai hampir 3x lipat. Salah satu yang membuat hand feel yang cukup berbeda adalah ketebalan Pasito, yang lebih tebal setengah sentimeter dibanding DNA Go.

O-ring oh O-ring

Airflow adalah musuh besar saya dengan Smoant Pasito. Terlalu besar bahkan ketika airflow ditutup rapat. Ini membuat flavor menjadi lebih tipis dan bukanlah true MTL.

Ketika saya membuang semua liquid dalam tank dan meniupnya lewat drip tip, saya bisa merasakan udara keluar dari banyak tempat.

Pertama dari lubang pengatur airflow, kedua dari samping tank, ketiga dari bawah base RBA, terakhir dari sambungan bagian atas catridge.

Pasito Leak 1
Bocor udara, bukan liquid
Pasito Leak 3
Bocor udara, bukan liquid
Pasito Leak 2
Bocor udara, bukan liquid

Setelah 20 menit melakukan investigasi akhirnya saya menemukan penyebabnya, o-ring!

Pasito mengandalkan o-ring untuk dua bagian penting, deck bawah RDA dan drip tip. Masalahnya adalah o-ring ini tidaklah cukup besar sehingga udara dapat masuk lewat celah ini. Untungnya karena liquid cukup kental tidak merembes keluar.

Solusinya? Jika kamu punya o-ring yang kebetulan berukuran mirip maka kamu dapat mencobanya (kecil kemungkinan). Solusi kedua adalah menggunakan masking tape atau benang.

Pertama kamu cabut terlebih dahulu karet, lilit bagian dengan benang 2-3 lilit, lalu tutup dengan karet.

Pasito Fix 1
Lilit benang, 1-3x lalu tutup dengan o-ring.

Selanjutnya jika kamu juga menyadari bahwa bagian atas sudah kendor, kamu bisa menariknya sampai lepas dan memberikan lem. Karena ketika kamu menaruh catridge di pod, bagian paling atas akan terdorong keluar dan lama-lama ini membuat lem menjadi lepas.

Ciri-cirinya adalah pengatur airflow menjadi sangat kendor. Ini berarti bagian atas catridge sudah terangkat.

Pasito Terbuka
Pasito Terbuka 2
Pasito Terbuka 3
Beri lem ulang supaya tidak bocor udara

Setelah saya melakukan ini airflow menjadi restricted. Ini merupakan konfirmasi terhadap prediksi saya mengenai kebocoran airflow di mana-mana.

Tapi saya harus memberikan disclaimer bahwa ini mungkin tidak terjadi kepada kamu, karena o-ring cenderung mempunyai toleransi yang lebih rendah. Maksudnya adalah ketika diproduksi ada saja yang lebih besar, ada yang lebih kecil.

Performa Smoant Pasito

Karena Pasito mempunyai masalah besar di airflow (setidaknya untuk unit milik saya) maka cukup sulit untuk menulis bagian ini.

Alasan kedua adalah karena saya baru melakukan perbaikan ini untuk RBA saja, dua coil sebelumnya saya gunakan tanpa perbaikan dengan airflow berlebih dan itu membuat flavor dan tarikan berada di bawah rata-rata.

Saya akan membeli lagi dua coil tersebut dalam waktu dekat dan memasang masking tape/benang dan mengulasnya kembali.

Saya hanya akan mengulas bagian RBA untuk sekarang.

Pertama-tama dan ini adalah salah satu yang terpenting adalah ini bukan RBA yang mudah untuk digunakan. RBA ini sangat kecil dan membutuhkan pembelajaran yang cukup tinggi (learning curve) untuk dapat memasang coil dengan sempurna.

Saya bisa membayangkan pengguna baru mengalami kesulitan Ketika memasangnya.

Jika kamu tidak pernah membuat dan memasang coil sebelumnya (pure pod) maka ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dipelajari.

RBA Pasito Salt Build

Saya menggunakan coil NR-R-NR, 32 AWG, 2mm, hasil akhir sekitar 1.4-1.5 ohm.

Flavor yang saya dapatkan di level 1 Sebenarnya terbilang cukup namun masih kurang jika kita bandingkan dengan Uwell Caliburn. Di level 2 flavor mulai naik dengan sapaan keras dari nicotine.

Saya bisa menggunakan level 2 seharian asalkan nikotinnya di bawah 30mg. Tapi biasanya saya menggunakan level 1 jika nicotine di atas 30mg.

Saya bisa hidup dengan Pasito, tidak ada komplain dari segi flavor dan draw, TAPI ini sesudah dipasang masking tape/benang. Tanpa masking tape, flavor turun cukup signifikan dan yang terlebih penting draw yang sangat plong membuat sensasi tarikan ketat berkurang jauh.

Baterai dapat bertahan 2 hari lebih dengan penggunaan normal.

RBA Pasito Freebase Build

Saya menggunakan Kanthal 28 AWG, 2.5mm, 4-5 lilit.

Saya juga kembali menggunakan Manhattan French 50:50 18mg karena belum habis.

Di level 1 pun throat hit yang saya cari sudah terasa, saya buka setengah airflow untuk mendapatkan sensasi MTL yang tidak terlalu ketat. Di level 2, flavor meningkat dengan rasa hangat di mulut dan sekali lagi saya menemukan rumah saya di level 2.

Level 3 dan level 4 membuat cloud tambah hangat, flavor memuncak namun lebih kepada rasa manis saja, bukan layering. Lagi pula menurut saya level 3 pun sudah sedikit berlebihan.

Sekali lagi ulasan ini saya buat dengan menggunakan masking tape.

Dengan build ini Pasito dapat bertahan kurang lebih 1 hari lebih dengan penggunaan cukup intens. Karena ini freebase jadi saya bisa puff lebih sering ketimbang salt nicotine.

Apakah Pasito Recommended?

Sebenarnya Pasito mempunyai kesempatan untuk menjadi pod impian. Baterai besar, 5 tingkat pemilihan watt, salt ready, freebase ready dan juga RBA ready. Satu hal yang kurang hanyalah kebebasan memilih variable watt.

Pasito Color

Saya bisa merekomendasikan jika dan hanya jika permasalahan o-ring ini hanya terjadi di saya. Jika ini adalah masalah umum maka nope saya tidak akan merekomendasikannya.

Memberikan masking tape/benang memang menyelesaikan masalah tapi kamu harus melakukan ini dari waktu ke waktu dan prosesnya cukup repot dan berantakan (basahan liquid di mana-mana).

Ironisnya adalah masalah yang sangat krusial ini dapat diatasi dengan mudah hanya dengan menggunakan karet yang lebih besar. Sedihnya, karet ini ukurannya tidak standar seperti o-ring RDA biasa.

Jika kamu mempunyai Pasito, tolong berkomentar di bawah dan beri tahu apakah tarikannya sangat plong walaupun airflow sudah ditutup 100%?


Terima kasih kepada Sourcemore.com yang telah menyediakan Pasito. Keseluruhan ulasan ini tetap dilakukan dengan standar editorial VapingJKT yang independen tanpa intervensi atau pengubahan dari sponsor.

VapingJKT tidak meminta dan menerima imbalan uang dengan menulis ulasan ini.

  • 6.5/10
    Build Quality - 6.5/10
  • 8/10
    Accesories - 8/10
  • 6/10
    Design - 6/10
  • 5/10
    Airflow - 5/10
  • 6/10
    Performance - 6/10
  • 6/10
    Value - 6/10
6/10

Summary

Pasito mempunyai bahan untuk menjadi salah satu pod terbaik di tahun ini. 

Tapi ini dikacaukan dengan kualitas dan design catridge yang menurunkan flavor dan juga tarikkan yang terlalu plong untuk ukuran device MTL.

Jika masalah ini ternyata hanya terjadi di saya maka saya masih bisa merekomendasikan. Tapi jika terjadi diseluruh catridge Pasito maka saya tidak dapat menyarankan Pasito.

Sending
User Review
9/10 (2 votes)

23
Leave a Reply

avatar
21 Comment threads
4 Thread replies
3 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
20 Comment authors
Ariq Azka wibowoyahyayayaErickMomhoz Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Elvan
Guest

Emang bener kok permasalahan nya disitu, terlalu plong, kecuali bener2 mau repot kayak yang om bilang, dulu awal juga pake pasito sekarang ane udah pindah ke pal2, dr zaman pasito vs pal2 sampe skrg ane ke pal2pro, TH sm Flav lebih oke.

Andrya
Guest
Andrya

Baru td pagi cobain pasito kawan, emang trasa ad yg aneh ternyata airflownya ngowoss…
Thanks om Hendri, ane recommend ke kawan ane.

Achsan Basri
Guest
Achsan Basri

Absen ah. Sama nih om, Pasito saya juga airflow nya terasa sangat plong walaupun di tutup 100%
Kalau saya, bagian pin positif RBA nya yg bentuk kotak itu saya sisipkan potongan karet bekas kulit kabel telepon. Terus di pepetin keatas menutupi jalur ke airflow ke arah koil. Lumayan tight jadinya

Nova Ari Wibowo
Guest
Nova Ari Wibowo

Nyaris beli..sebelumnya bingung pilih pasito or trinity…setelah baca review ane beli trinity om…n oke banget bt salt cm gak bs setel airflow… Paling smbil draw jari satu nutup airflow diatas
tombol firing.. ..ntar kl ane coba cari jg pasito dah om…ntar ane coba bandingin…
Btw saltnic local yg recomended ada gak om yg tobacco?

Dede
Guest
Dede

Cobain deh moods dari juice heaven. Tobacco strawberry.

eko
Guest
eko

hari ini niat bgt ke vapestore buat ambil pasito, tp setelah baca2 ini, kayaknya mending ambil pal2 aja ya

Dede
Guest
Dede

Betul. Pasito punya semua atribut yang dibutuhkan untuk bisa menjadi pod yang luar biasa dengan harga yang rasional.
Tapi, airflow yang buruk membuat liquid yang seharusnya terasa enak, jadi menurun drastis. Smoant selaku pabrikan yang cukup terkenal seharusnya melakukan riset dengan lebih baik. Ini mengecewakan, karena problem yang terbilang sepele untuk bisa diselesaikan pihak smoant.

guildberg
Guest
guildberg

trims post nya min.. di tunggu rekomendasi liquid freebase jilid 2 nya..

madjarwan
Guest
madjarwan

pengen nanya sih om sebenernya watt besar di mod itu mubazir ga sih? kadang sering iat orang ngevape itu ga make watt tinggi kira2 hanya dibawah 50.
sama mau nanya sih pod freebase yang enak dan awet apa ya? bosen sih sama Caliburn lama2, soalnya cuman bisa salt nic doang

Charis
Guest
Charis

Tengkyu om.. repot juga ya klo mau isi ulang harus utak Atik dulu ..
Review smok rpm dong om, atau druga Narada ..

Irwan_Hariyadi
Guest
Irwan_Hariyadi

Saya hampir Beli Smoant Pasito om,. Hehehe.. udah pilih2 warna Merah waktu itu. Tp saya urungkan niat membeli Pasito karena saya beralih dari Pods setelah kurang lebih 3bln Stop Smoking Starting Vaping,… akhirnya saya pilih Ke Mods sebagai FLAVOR CHASER. 🤭😁

🙏🏻 Sukses dan selalu Sehat Buat Om Henri.
Terimakasih bikin kita tambah Ilmu soal Vaping.

Panji Kurniawan
Guest
Panji Kurniawan

Waktunya keluarin rekomendasi liquid bln ini om…?
Thankz… 😁😁😁

Oby
Guest
Oby

Tetep keren klo om review, singkat padat, yg pasti jelas..
om ane nunggu review naked manggo icenya nich..

Jafar
Guest
Jafar

Yang ku tengok setiap hari, ternyata belum update. Ayo om Hendri, semangat bikin tulisannya. 🙂

Nizar
Guest
Nizar

Mnurut saya, pasito ini memang dikhususkan untuk DTL freebase jd memang agak ngowos airflownya. Buat feebase not bad lah, apalagi kalo pake liquid fruty hehe.

Om hendri pernah coba Dotmod AIO? pernah setting RBA nya? kalo pernah bagi settingan dong, saya otak atik gak nemu-nemu rasanya, cuma th nya doang.
Atau siapa saja yg baca ini mungkin mau sharing yang ngerti.
Makasih .

Momhoz
Guest
Momhoz

Saya sudah make pasito sekitar 4bln om,,menurut saya klo utk flavour c udah cukup bgt utk d saltnic apa lg freebase..krn saya coba bandingin pnya temen yg pod joytech aj yg lebih mahal hrganya,,utk d freebase aj saya msh megang pasito utk flavour aplg d saltnic,,krn semua tmn saya bbrp user joytech ngeluh utk coil saltnic nya yg gk ngluarin rasa sama sekali.. kesimpulannya mnrt saya pribadi utk pasito itu memuaskan lah utk ukuran pod dgn hrga merakyat. 🙂

Erick
Guest
Erick

Salam kenal om Hendri… saya pengguna pasito dan masih bertahan dengan (POD AIO) pasito hingga saat meskipun banyak produk-produk POD AIO baru yang bermunculan. Saya meminang pasito ini dengan alasan ada RBA base-nya dan untuk saya bawa kerja, dan ternyata saya cocok dengan flavour yang dihasilkan. Benar seperti yang om Hendri tulis kelemahannya pada catridge, apabila catridge tidak saya cuci (biasanya 2 hari sekali saya cuci) maka akan ada semacam kondensasi dibagian samping catridge, solusinya saya lem semua sisi catridge (bagian-bagian yang bisa terlepas) hasilnya airflow pasito saya bisa jadi lumayan kempot apabila dibuka hanya setitik saja. Untuk masalah O-Ring,… Read more »

yaya
Guest
yaya

Letakkan satu jari (gue pake jempol) di atas pengatur air hole agar pasitonya lebih rapet, sehingga saat didrip lebih jossssss.

yahya
Guest
yahya

om…tolong bantu, pasito saya led nya nyala semua kedip kedip setiap saya pencet tombol fairing dan gak ngeluarin asap.
tolong bantu om gimana cara betulinnya?

Ariq Azka wibowo
Guest
Ariq Azka wibowo

Penasaran sama pasito jadinya