Layercake | Featured

Review Layercake RDA – Enak Dilihat tapi Biasa Dirasa

Hendri Salim Atomizer 22 Comments

Harus saya katakan cinta datang dalam pandangan pertama dengan Layercake RDA. Tapi seperti banyak hubungan, setelah menjalaninya saya mulai menyadari mungkin saya terlalu terpana terhadap tampilan luarnya saja. Tidak, saya tidak sedang curhat masalah pribadi.

Sampai saat ini saya sudah menikmati Layercake selama sebulan dan saya rasa ini RDA yang baik, namun sedikit di bawah ekspektasi. Jika kamu baca impresi awal saya maka kamu mungkin menduga bahwa ini adalah RDA yang luar biasa. Awalnya juga saya merasa demikian, itu mengapa saya beri judul impresi awal. Bukan untuk mengelak, namun ada alasan mengapa judulnya impresi awal.

Sebelum kamu mengambil kesimpulan pastikan kamu membaca ulasan saya sampai habis.

Kelengkapan RDA LayerCake

Apa yang akan kamu dapat:

  • Layercake RDA (squonk pin sudah terpasang)
  • 3x beauty rings (stainless steel, black, & gold)
  • Regular Gold Plated 510 Pin
  • Spare Parts Pack (1x post screw, assorted O-rings)

Layercake datang dengan paket yang sangat minimalis dan cukup normal. Tetapi ada dua hal yang menarik dalam paket ini.

Yang pertama adalah tiga beauty ring yang disediakan oleh District F5VE. Beauty ring ini dapat kamu pasang di tengah RDA untuk membuat Layercake lebih keren lagi.

Biasanya gimmick seperti ini tidak ada gunanya bagi saya, beberapa malah memperparah. Tapi dalam kasus ini tiga beauty rings yang disertakan benar-benar bekerja. Ring tengah ini membawa sentuhan elegan kepada Layercake.

Yang kedua adalah mereka tidak menyertakan kunci L untuk membuka baut tengah. Jadi jika kamu tidak mempunyai kunci apapun, kamu harus mencari obeng atau kunci L untuk membuka RDA ini. Tapi jika kamu tanya saya, saya lebih memilih mendapatkan 3 beauty rings daripada menukarnya dengan kunci L.

Kualitas Build RDA Layercake

Saya harus bilang luar biasa, sangat rapi dan semua bagian dipotong dengan presisi. Saya sebenarnya cukup terpukau bagaimana mereka membuat RDA Layercake dengan sangat luar biasa seperti ini.

Contoh pertama bisa kamu lihat dari drip tip yang disertakan. Drip tip terlihat mewah dengan kombinasi dua warna. Selain itu ternyata drip tip ini terdiri dari dua bagian yang bisa dipisahkan dengan cara diputar. Bagian bawah terbuat dari stainless steel, dan bagian atas terbuat dari plastik yang tahan panas. Mirip dengan One Tip (drip tip seharga lebih dari Rp250.000) jika kamu tahu.

Layercake Build

Sumber: Bezbuilds

Satu hal yang wajib saya sebutkan adalah saya sangat menyukai desain dari Layercake. Bagian eksterior terlihat sangat halus dan juga mengkilat dengan kombinasi tiga warna antara body, beauty ring dan drip tip. Biasanya saya cukup malas dengan warna stainless steel karena meninggalkan bekas jari, namun ini tidak terjadi di Layercake RDA. Pikirkan sebentar, cukup mengkilat dan anti bekas jari. Kombinasi yang cukup sempurna!

Bagi dalam juga diberi beberapa engraving dengan minimalis menjadikan kesatuan desainnya elegan. Walaupun jika kamu buka bagian tengah post mereka juga menambahkan engraving yang saya kurang mengerti apa. Mungkin lelucon khas Amerika?

Ketika melihat gambarnya di internet, saya merasa Layercake cukup keren. Tapi memiliki, membongkarnya dan memasang di mod saya bisa bilang aslinya lebih luar biasa. Ini adalah mod dengan kualitas build dan desain yang sangat mudah memenangkan penghargaan VapingJKT di 2018 sebagai RDA terganteng.

Deck RDA Layercake

Layercake RDA menggunakan sistem clamp besar untuk deknya. Tidak bisa dikatakan 100% inovatif namun menurut saya dek ini lebih mudah digunakan daripada yang saya kira. Sangat mengingatkan saya kepada Goon, namun setidaknya 5x lebih mudah untuk digunakan, karena hanya ada satu baut yang perlu dikencangkan di tengah.

Bagian putih besar di dalam Layercake ini adalah ceramisteel. Fungsi dari ceramisteel ini adalah menjadi insulator antara positif dan negatif. Mungkin yang cukup mengesankan adalah kekuatannya, saya beberapa kali bongkar pasang dan memasang coil besar dan ceramicsteel ini tidak menunjukkan tanda-tanda rusak sama sekali.

Layercake Deck

Awalnya yang saya khawatirkan adalah warnanya yang akan menguning, tapi setelah menggunakannya selama 1 bulan penuh saya senang melaporkan warnanya masih putih kinclong. Saya tidak tahu pasti apa bahannnya, namun dugaan saya adalah zirkonia. Sebuah keluarga kristal yang kuat, tahan panas, dan stabil (tidak bereaksi).

Deck Layercake terbilang luas dan pendek. Saya bisa menaruh dual build alien 3mm tanpa masalah sama sekali, setidaknya tidak ada masalah pemasangan, lebih lanjut mengenai ini di bawah.

Layercake Deck Close Up

Sumber: Mr Warace

Saya sebut pendek karena RDA yang satu ini memang pendek atau bahasa kerennya low profile. Secara dimensi cukup mirip dengan Goon LP. Bahkan setelah dipikir-pikir rancangannya memang cukup mirip dengan Goon LP dengan perbedaan mencolok di bagian dek saja.

Airflow RDA Layercake

Layercake menggunakan airflow yang serupa dengan Cosmonaut RDA. Namun menurut saya dengan bentuk Layercake airflow menjadi sedikit lebih restricted karena tertahan langsung dengan coil dan deck besar di tengah.

Satu hal yang perlu disebutkan adalah Layercake memiliki pilihan untuk single coil, jadi kamu bisa menutup sisi satu airflow sepenuhnya. Namun sayangnya kemampuan ekstra ini ditukar dengan kurangnya kontrol airflow untuk dual coil. Kamu hanya bisa menutup sebanyak 50% airflow selama menggunakan dual coil. Lebih dari itu salah satu airflow akan kembali terbuka, karena airflow single coil akan ikut terbuka.

Layercake Air Flow

Untungnya 50% airflow ini sudah cukup untuk saya. Tidak terlalu plong dan tidak terlalu restricted. Walaupun saya tetap berharap untuk menutup lebih dari ini untuk membuat rasanya lebih pekat dan restricted.

Jika kamu menggunakan konfigurasi single coil maka kamu dapat membuka airflow sebanyak atau sekecil yang kamu mau tanpa masalah.

Apa yang coba ditawarkan Layercake adalah fleksibilitas menggunakan dual atau single coil. Tapi dalam prakteknya mereka mengorbankan air flow dual coil (tidak dapat tertutup lebih dari 50%). Saya bukanlah pengguna single coil di RDA dual coil. Jika saya ingin single coil maka saya akan pakai Recurve atau Hadaly saya. Saya harap mereka menghilangkan saja opsi single coil dan ditukar dengan pengaturan penuh dual air flow.

Building, Wicking & Juice Well

Proses building dan wicking berlangsung dengan cukup lancar. Saya rasa saya sudah membahasnya di bagian atas tulisan ini. Walaupun menggunakan satu baut di tengah ternyata pemasangan tidak berlangsung sulit seperti yang saya bayangkan. Poin plus untuk Layercake.

Juice well terbilang cukup kecil namun bukan masalah besar, apa lagi jika kamu menggunakan squonk.

Deck Wicking RDA

Sumber: Bezbuilds

Saya ingin membahas sesuatu yang lain dan itu adalah dripping. Di RDA kebanyakan kamu tinggal cabut, drip, tutup kembali. Di Layercake ini perlu sedikit latihan dan itu pun dipengaruhi oleh keadaan karet kamu.

Ada dua cara untuk menarik cap di Layercake, yang pertama adalah dengan mencabut bottom cap (berserta top cap). Dengan cara ini kamu hanya dapat menetes sedikit namun tidak perlu mengatur airflow kembali.

Cara kedua adalah mencabut bagian atas dari cap (top cap). Dengan cara ini kamu dapat menetes lebih banyak karena juice akan tertahan cap bagian bawah dan tidak meleber kemana-mana. Namun setiap kamu melakukan ini kamu perlu mengatur airflow kembali, lama-lama ini menjadi beban tersendiri.

Layercake Outer

Nah mungkin kamu akan berkata saya akan mencabut keseluruhannya saja lebih mudah, ya memang. Tapi itu bergantung dengan keadaan karet. Ketika kamu cabut jika karet bagian bawah lebih lemah dari karet di bagian tengah, maka bagian tengah akan ikut tercabut. Jika bagian karet tengah lebih kuat maka tidak akan ada masalah.

Walaupun memang ini bukan masalah besar, namun jika kita mengali nya dengan jumlah drip yang harus kamu lakukan selama 1 bulan maka masalah ini lama-lama cukup mengesalkan juga. Saya sendiri mengakali ini dengan mengganti karet bagian tengah dengan yang sedikit lebih besar sehingga sulit terlepas.

Performa Layercake RDA

Secara flavor saya bisa bilang Layercake sedikit di atas rata-rata, tapi tidak sampai sangat enak (seperti Goon, Reload X, atau CMSNT). Biasanya jika RDA sudah sangat enak saya tidak banyak melakukan eksperimen, namun dengan Layercake saya harus melakukan beberapa eksperimen mulai dari simple coil (24,22,20 AWG), fused clapton, alien, dan staple fused.

Setelah mencoba begitu banyak coil saya menyerah di simple coil 20AWG dan fused clapton. Selain itu saya juga mencoba beberapa posisi coil dan menurut saya sedikit naik di atas airflow menghasilkan flavor terbaik.

Layercake Design

Sumber: Mindforge

Menggunakan dual alien sebenarnya menghasilkan rasa yang enak, namun setelah 3-5x exhale di 80watt, Layercake menjadi terlalu panas. Bahkan ketika menggunakan fused clapton secara chain vape pun RDA ini menjadi panas sekali.

Inilah faktor terbesar yang membuat saya sedikit ilfil dengan Layercake. Keadaan di mana Layercake dapat digunakan maksimal adalah di dalam ruangan ber-AC, menggunakan nikotin tinggi sehingga tidak chain vape dan main watt kecil.

Layercake RDA punya potensi untuk bersinar dengan coil besar, namun panasnya mencegah Layercake duduk di takhta tertinggi dalam flavor.

Performa Single Coil Flavor Layercake

Karena saya sebenarnya cukup kesal dengan air flow dual coil yang tidak dapat tertutup lebih dari 50% (terima kasih single coil option!), saya putuskan untuk mencobanya.

Rasanya terbilang oke, walaupun lebih tipis, RDA juga lebih dingin dalam jangka panjang. Tapi tidak sebaik RDA yang memang khusus diciptakan untuk single coil.

Namun pernahkah kamu menggunakan RDA dual coil dengan setting single coil? Jika tidak maka saya beritahu, inhale akan terasa aneh. Karena udara akan masuk dari satu sisi saja dan menghajar coil dari satu sisi juga. Walaupun rasanya masih sangat dapat diterima tapi keseluruhan pengalaman vape tidak terlalu menyenangkan.

Kembalikan kontrol penuh airflow dual coil ke Layercake dan saya akan sangat senang sekali.

Apakah Layercake Adalah Upgrade dari CSMNT?

Ya dalam hal tampilan dan desain, bahkan sangat jauh sekali menurut saya. Dalam hal rasa? TIDAK SAMA SEKALI.

Jika kamu sudah mempunyai CSMNT maka jaga baik-baik dan rawat, itu adalah RDA yang mengagumkan dalam hal rasa.

Satu-satunya alasan mengapa kamu harus upgrade ke Layercake adalah karena kamu mementingkan tampilan luar. Tidak? Okay skip.

Oh Layercake…

RDA Layercake adalah RDA yang sangat indah. Jika VapingJKT punya penghargaan untuk kategori RDA terganteng maka Layercake akan mudah menjadi juara. Layercake adalah RDA paling ganteng yang pernah saya miliki.

Namun urusan rasa tidak dapat mengimbangi tampilannya. Iya memang sedikit di atas rata-rata tapi tidak ada yang benar-benar spesial. Coil alien membantu mengeluarkan rasanya lebih baik lagi tapi pada dasarnya tidak dapat digunakan karena Layercake menjadi sangat-sangat panas dalam waktu singkat.

  • 9.5/10
    Build Quality - 9.5/10
  • 9/10
    Deck - 9/10
  • 7/10
    Air Flow - 7/10
  • 9/10
    Design - 9/10
  • 7/10
    Performance - 7/10
  • 8/10
    Value - 8/10
7.9/10

Summary

Terlepas dari bagaimana Layercake dirancang, mulai dari RDA yang pendek (low profile), dome top cap, ukuran chamber yang padat, Layercake tetap kesulitan menghasilkan flavor yang sangat enak. Saya tidak akan bilang buruk, namun saya juga tidak bisa bilang sangat enak.

Saya akan bilang ini, Layercake RDA adalah RDA terganteng yang pernah saya miliki. Kualitas build dan desainnya pantas memenangkan penghargaan dari VapingJKT.

Tapi tidak untuk flavor.

Sending
User Review
6.17/10 (3 votes)

22
Leave a Reply

avatar
10 Comment threads
14 Thread replies
1 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
9 Comment authors
AndyImamSidemNobrainSanji Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Mas Aji
Guest
Mas Aji

Udh ane duga gans, impresi awal dan review akhir pasti beda hahahaha. Ane pake ini 2 jam aja udh cukup, decent flavor & too many cons…pro nya cuma fisiknya ganteng & mudah untuk psg coil hahahahaha….

Padahal selama nunggu ni RDA nongol ane ampe kebawa mimpi gan gara2 hype nya kenceng bgt di medsos, skrng mo ane jual tp kudu dijatohin bgt harganya soalnya bnyk bgt yg berani jual rugi gara2 kecewa. Pake bawa2 nama besar CSMNT pulak, layercake mah layercake aje gausah bawa2 nama legenda, f*ck district f5ve! CSMNT V2 my ass

huffftttt 😿😿😿😿😿

Levi
Guest
Levi

Om nanya lagi wkwk, buat ngincer flavor recurve or drop om? Sebenernya ngga fair sih om single vs dual tp ane baca2 malah ada yg bilang recurve better soal flavor. Menurut om gmn? Maaf om nanya terus, sebagai nubi jujur tulisan sama pendapat om jadi rujukan utama ane wkwk. Keep writing om 🙂

Andriy
Guest
Andriy

Om saya mau tanya ..
Batrai yang Cocok untuk Mod Mecha apa ya ?
Minta Recomendasinya om
Ohiya, Sekarang saya lagi pake Mod Dotmod Dual Mech ..
Mohon Jawabanya om

Trima kasih ..

Sanji
Guest
Sanji

Love your review bro.
Mau ngasih sedikit saran nih, alangkah bagusnya klo review device (mod, rda, etc) menggunakan foto asli. Kaya spare parts, kunci2 dan beauty rings yg dibahas di atas.

Overall, tulisannya bagus.

Nobrain
Guest
Nobrain

Om minta rekomendasinya si om dong ttg rda dgn flavour yg bolder,better dari drop dual
Thx om

Sidem
Guest
Sidem

Om hendri mau tanya sdikit, saya pke mod tesla wye 200w, rda goon v1 (auten), coil alien inhale v1, saya tarik di 75w. Di pke puff > 4x, rda langsung panas bgt om, itu knapa yaa..!? Apa ada yg salah sama settingannya..!? Mohon pencerahannya 🙏

Imam
Guest
Imam

Halo om mau tanya

Dengan budget 300-500k, rda terbaik menurut om apa ya?
Saya sndiri jarang menggunakan fused/alien, krn masih tergolong “baru” dalam dunia vaping, jadi menggunakan naked namun membuatnya sendiri

Beberapa rda yang saya incer dengan harga segitu adalah : Drop, Artha V1.5 dan Goon (namun tidak tahu versi yg mana yg bagusnya)

Mungkin om bisa kasih saran?

Andy
Guest
Andy

Panas dari layercake bisa jadi dari ceramicsteel nya (menahan panas lebih lama seperti cangkir kopi), saya bru dryburn sebentar aje gile panas deck nya, tapi saya Setuju RDA ini best looking jadi cons nya bisa sejenak saya lupakan haha, masalah flavour relatif sih banyak faktor jadi penentu. Btw saya suka review anda, sangat menarik dan tidak membosankan dibaca, good job brother