Hugo Squeezer Featured

Mod

Review Hugo Squeezer – Squonk Galak Harga Murah!

1 Apr , 2018  

Butuh sekitar 2 tahun bagi saya untuk secara santai mempelajari tentang mechanical mod dan akhirnya memberanikan diri untuk membelinya. Sebelum ini saya menganggap mechanical mod itu bom berjalan (dan memang sedikit benar jika kamu tidak hati-hati).

Pilihan saya jatuh ke Hugo Squeezer dari Hugo Vapor sebagai squonk pertama saya. Saya pilih karena ulasan yang cukup baik dari para pengguna dan harganya yang cukup murah. Saya membelinya di harga Rp. 365.000.

Mari cari tahu apakah ini sebuah squonk yang bagus apa tidak.

Sejujurnya saya tidak sabar memberitahukan kesimpulannya sekarang :). Hugo Squeezer adalah squonk yang murah meriah dengan performa yang sangat-sangat baik. Recommended sebagai squonk pertama kamu, bahkan untuk vaper yang sudah lebih veteran.

Tapi mari kita bedah dengan lebih jelas.

Kelengkapan Hugo Squeezer

Apa yang akan kamu dapat:

  • 1x Squeezer (mod)
  • 2x 10ml Bottom Feeder Bottles
  • 1x 30ml Refilling Bottle
  • 1x Adapter 18650

Spesifikasi Hugo Squeezer:

  • Menggunakan baterai 20700 atau 18650
  • Gold Plating spring 510 thread
  • Material: Nylonfibre + Tembaga untuk internal wiring
  • Max Ampere: 40A
  • Dimensi: 80mm*52mm*30mm

Kualitas Build Hugo Squeezer

Kualitas eksterior (bagian luar): Mantap!

Material utama yang digunakan Hugo Squeezer adalah Nylonfibre. Bahannya terkesan ringkih seperti plastik (jelas bukan besi atau semacamnya), namun ringan dan kuat. Warnanya dove dan tidak mengkilat sehingga cukup aman terhadap goresan halus.

Ini dibantu dengan tekstur acak kecil-kecil jadi sedikit kasar tidak mulus seperti plastik, ini membuat gripping menjadi nyaman. Namun setelah beberapa bulan tekstur kasar ini mulai menjadi halus karena digenggam atau bergesekkan dengan material lain (di tas, atau kantung celana).

Hugo Squeezer Eksternal

Dari luar finishing Hugo Squeezer terbilang baik. Tidak ada kecacatan dan bagian tutup baterai juga dapat dipasang dan dicabut dengan mudah. Tidak menggunakan magnet atau menggunakan mekanisme lainnya, hanya memanfaatkan gesekan antara bahan. Mungkin lama-lama akan aus namun selama 3 bulan penggunaan masih sangat-sangat kesat.

Dari luar dan secara sekilas, mod murah ini terlihat seperti 3D printed mod. Dalam satu kata: Keren!

Kualitas interior (bagian dalam): Oke saja.

Bagian dalamnya termasuk oke, namun tidak serapi bagian luar. Kamu pernahkan melihat bagian dalam mainan plastik murah dari China? Di luar mengkilat di bagian dalam agak kasar dan ada beberapa bekas potongan. Hugo Squeezer tidak sejelek itu namun kamu dapat melihat perbedaannya.

Hugo Boxer Internal

Ada beberapa bagian yang lebih kasar dari pada yang lain di bagian dalamnya. Namun karena ini bagian dalam jadi kamu tidak akan melihatnya secara terus menerus. Keseluruhan saya akan bilang okay, satu tingkat di atas buruk.

Interal Wiring: Okay +

Maksud saya dengan interal wiring adalah bagian tembaga dan juga koneksi mekanikal. Cukup rapi tanpa ada kecacatan. Bagian pin 510 terbilang bagus dan dilapisi emas di bagian bawahnya, dan sudah menggunakan spring.

Tembaga terlihat tebal dan kokoh, tidak ada bagian yang ringkih. Tidak ada komentar buruk. Untuk barang Rp.360.000 ribu saya sangat puas.

Tombol Firing: Meh…

Tombol firing Hugo Squeezer terbilang solid dan kokoh ketika digunakan. Walaupun tidak menggunakan switch namun terasa clicky dan solid.

Pada dasarnya ketika kamu menekan, kamu mendorong lempengan yang terhubung dengan baterai ke bagian bawah dudukan pin 510 menciptakan koneksi.

Lalu kenapa meh? Ada tiga alasan utama:

  1. Tombol firing ini dilengkapi dengan pengaman. Kamu geser ke atas dan tombol tidak dapat ditekan. TETOT! Ya memang lebih sulit ditekan tapi jika sedikit dipaksa tombol akan slide ke bawah kembali dan dapat firing seperti biasa. Tidak terasa terlalu aman ketika kamu menaruh mod ini di tas atau jika tergencet sesuatu.
  2. Tombol firing ini perlu di tekan agak keras. Jika kamu tekan dan plat tembaga sudah menempel terkadang tetap tidak firing. Kamu harus menekan extra keras agar terjadi koneksi. Dari waktu ke waktu saya tidak mendapatkan firing apapun ketika menekan, biasanya kalo sudah begini saya memberi tenaga extra. Ini mengurangi pengalaman pengunaannya.
  3. Dalam keadaan unlock, tombol menempel dengan penopang bawah. Setelah menekan ratusan kali bagian bawah tombol mulai terkelupas karena bergesekkan dengan dudukannya.

Terdengar Buruk Tapi…

Kita sedang berbicara sebuah mod squonk Rp360.000 dengan banyak aksesoris dan performa yang ok. Jadi saya bisa memberikan sedikit dispensasi untuk kualitas build yang ada. Jelas bukan kualitas build yang bagus sekali, namun terhitung juara untuk harga yang ditawarkan.

Performa Hugo Squeezer

Secara umum saya sangat puas dengan Hugo Squeezer. Terbilang galak dan dapat menghasilkan flavor dan cloud yang tebal. Lagi pula kita sedang membicarakan tentang pure mechanical mod tanpa switch sehingga voltase drop sangat minimal. Sayangnya saya tidak bisa membandingkan dengan mod squonk lain karena saya tidak pernah mencobanya.

Namun jika ada mod lain yang lebih galak pun rasanya sedikit percuma bagi saya. Karena pada saat menggunakan 0.18 ohm single di Wasp Nano mulut saya sudah tidak kuat menahan panasnya. Firing sangat joss, flavor pekat (untuk single coil), namun panasnya membuat bibir bagian dalam sedikit terbakar. Lebih dari joss dari ini maka saya angkat tangan.

Karena keterbatasan satu baterai maka penurunan performa dalam hal ramp up time akan terasa di dual coil. Ini bukanlah masalah Hugo Squeezer tapi kebanyakan mod mechanical dengan satu baterai.

Karena penggunaan material yang relatif mirip satu sama lain, serta desain koneksi yang langsung tanpa ada switch ataupun pengaman listrik(fuse), maka Hugo Squeezer bisa dibilang joss/galak.

Di mod yang lebih mahal mungkin ada penggunaan material yang lebih baik. Namun rasanya tidak akan berbeda jauh karena tembaga sudah berada di peringkat 2 untuk masalah konduktivitas di bawah silver (8% lebih baik dari tembaga).

Arcing

Setiap mechanical mod akan mengalami arcing. Ini terjadi ketika kamu menekan tombol dan terjadi koneksi. Lempengan tembaga akan bertemu dengan dudukan positif dan mengalirkan tenaga. Ini akan meninggalkan bekas hitam di dudukan pin 510. Bekas hitam ini semakin lama akan semakin tebal dan dapat mempengaruhi konduktivitas.

Di Hugo Squeezer arcing terjadi cukup cepat dan sering. Ini akan meninggalkan bekas hitam yang mana sudah ada setelah 2 minggu pemakaian. Sayangnya dudukannya tidak dapat diputar, jika dapat diputar maka kamu dapat mencari titik lain yang masih mulus. Jika kamu memaksa memutar dudukan, maka dudukan akan lepas (seperti ulir baut) dan kendor.

Jadi jika bekas hitam sudah menumpuk dan tebal kamu dapat mencopotnya dan membersihkan dengan kawat besi untuk mendapatkan koneksi yang optimal lagi.

Pilihan Dua Baterai yang Hampir Tidak Ada Gunanya

Hugo Squeezer memberikan dua opsi, menggunakan baterai 18650 atau 20700. Sebenarnya ini adalah kabar bagus, tapi tidak terlalu berguna bagi kita yang di Indonesia. Ini karena baterai 20700 terhitung jarang, kalaupun ada ampere sangat kecil (walaupun dibungkusnya dibilang besar).

Saya menjajal Hugo Squeezer dengan VTC 5A 18650 dan Vappower 20700. Saya tidak mempunyai masalah dengan VTC 5A, namun Vappower yang mempunyai kapasitas lebih besar dan ampere yang lebih besar malah habis lebih cepat dibanding VTC 5A.

Hugo Boxer Adapter

Untuk menggunakan baterai 18650 (seperti VTC 5A) kamu akan diberikan casing baterai. Namun seperti elektronik lainnya, penambahan koneksi akan menurunkan performa.

Ini bukan salah Hugo Squeezer bahwa baterai 20700 terbilang jarang di Indonesia. Namun secara pribadi saya merasa opsi ini dihilangkan saja, sehingga koneksi bisa terjadi secara langsung dengan baterai 18650 tanpa casing. Sehingga lebih joss lagi (walaupun tentu saja ini hanya mempengaruhi 5%-8% performa).

Aksesoris yang Melimpah

Dengan harganya yang murah, performa yang bagus, kita masih diberi taburan topping yang menyenangkan, yaitu dua botol squonk  (10ml) + 1 botol refiller (30ml).

Botol refiller ini berguna untuk mengisi botol tanpa membongkar mod. Cukup lepaskan RDA dan pasang refiller bottle, tekan dan liquid dari refiller akan mengisi squonk bottle botol di bawah.

Extra 1 botol squonk pun sangat berguna untuk berjaga-jaga jika botol yang sedang dipakai rusak, seperti sobek atau bocor.

Hugo squeezer Refill

Botolnya sangat lembut, sedikit terlalu lembut untuk selera saya. Tapi walaupun ditekan keras liquid tidak akan langsung terbang ke atas dengan kecepatan tinggi. Setelah beberapa lama kamu akan terbiasa dan tahu harus menekan sekeras apa.

Satu nilai bonus adalah botolnya juga mempunyai cetak brand bertuliskan “Squeezer”. Ini mungkin tidak ada gunanya, namun saya suka hal ini. Tidak polos dan terlihat murahan, walaupun Hugo Squeezer ini terbilang murah.

Lubang untuk menekan Squonk bottle juga terbilang luas dan tinggi sehingga dapat mengakomodasi penggunaan jari manis atau tengah . Disekitar lubang mereka mengikirnya dengan halus (bevel) sehingga tidak bergesek tajam dengan tangan. Sebuah desain yang terbilang cukup matang. Tidak ada komplain sama sekali.

Ukuran yang Pas di Tangan

Beberapa orang suka squonk yang kecil, tapi saya tidak terlalu suka dengan Squonk atau mod yang terlalu kecil. Hugo Squeezer sangat pas ditangan saya, terasa seperti mod pada umumnya namun sangat-sangat ringan.

Hugo Squeezer Top and Bottom

Seperti yang bisa kamu lihat di bawah ukurannya setara dengan Asmodus 155 Boost. Tidak terlalu kecil, namun lebih kecil daripada mod regulated pada umumnya.

Logo juga dicetak di bagian kiri sehingga terlihat keren jika dipakai. Sayangnya desain Hugo Squeezer memprioritaskan pengguna tangan kanan, kamu yang kidal akan sedikit sulit menggunakannya.

Kesimpulan: Beli!

Hugo Squeezer adalah squonk yang sangat bagus dalam urusan performa dan harga. Saya sama sekali tidak menyesal membelinya dan dengan mudah saya rekomendasikan kepada kamu yang baru pertama kali mencoba. Bahkan saya bisa menjamin performa dan aksesorisnya lebih baik dari squonk lain dengan harga Rp200.000 lebih mahal.

Hugo Squeezer akan dapat mengakomodasi kebutuhan lebih dari vaper pemula. Saya sendiri akan menggunakan Hugo Squeezer sambil menabung untuk membeli DS Squonk by Defiant yang merupakan squonk mod impian saya dengan 2 baterai (harganya 7x lipat Hugo Squezer).

Tapi walaupun begitu saya ragu dengan harga yang berbeda 7x lipat, DS Squonk akan mampu memberikan performa 2x lebih baik. Ini karena Hugo Squeezer begitu murah dan hebat. Beli satu .


PERINGATAN: Hugo Squeezer adalah full mechanical mod. Kamu perlu belajar terlebih dahulu mengenai ampere dan hukum ohm. Jika tidak mechanical mod dapat berbahaya dan mengancam keselamatan.

Baca artikel berikut untuk mendapatkan informasi mengenai mechanical mod:

Sumber Gambar


1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
1 Thread replies
1 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
Hendri SalimSigit Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Sigit
Guest
Sigit

Biasa pake coil merk apa om?, great review BTW 😀