Review Gambit | Featured

eLiquid

Review Gambit – Liquid Apple Pie Bermata Dua

11 Mar , 2018  

Di exhale pertama saya dikejutkan dengan profil rasa yang tidak seperti dugaan saya. Jelas ada rasa cinamon yang cukup kuat di awal, ada rasa apel, remahan pie, tapi ini bukan apple pie yang biasa saya makan.

Sebagai perbandingan apple pie yang saya makan adalah apple pie instan (frozen atau apple pie McD), apple pie di bakery shop (Tous Le Jours) atau cafe, jikapun hand made rasanya juga cukup mirip dengan apple pie instant atau bakery shop.

Gambit bukanlah liquid apple pie yang manis. Liquid ini mengambil pendekatan yang berbeda. Masih manis tapi bukan dari selai apel yang biasa ditaburkan ke dalam sang pie. Manisnya terasa dari karamel dan buah apel. Karamelnya sedikit pahit (karena memang karamel sebenarnya sedikit pahit, burnt taste).

Saya tidak mendapatkan rasa pastry yang terlalu banyak atau kental. Ini tidak seperti memakan apel pie yang ditutupi dengan adonan terigu yang banyak, ini seperti rasa remahan apple pie yang dicampur dengan filling apple pie. Remahan yang sedikit pahit gosong tapi crunchy. Jika ini martabak, maka yang paling terasa adalah bagian ujung martabak yang lebih tipis, lebih gosong dan lebih garing :).

Mari kita terjun ke rasa apelnya. Ini bukanlah rasa apel standar, tidak seperti rasa apel yang tiba-tiba di tambahkan ke adonan liquid ini. Rasa apel yang ada sudah bersatu dengan karamel dan seperti apel yang di panggang. Ini menghasilkan rasa apel yang sudah mengental, sedikit pahit manis.

Di awal exhale kamu juga akan menemukan sedikit sengatan cinnamon. Apa lagi jika kamu menggunakan Watt tinggi. Rasa cinnamonnya agak menggelitik atau bahkan sedikit menyakiti tenggorokan kamu. Tapi setelah beberapa lama akan mulai memudar karena kamu telah terbiasa. Saya juga menemukan bahwa Watt rendah lebih cocok dengan liquid. Layer rasa lebih mudah dikenali secara terpisah.

Berpadu dengan kesemua lapisan ini saya juga menemukan rasa vanilla yang kadang ada kadang tidak. Ketika terasa vanilla terasa padat dan gemuk, tapi terkadang juga rasa apel dan cinnamon mengalahkannya.

Saya akan berbohong jika saya mengatakan saya bisa merasakan semua layer rasanya dengan terpisah dan stabil. Faktanya adalah tidak seperti itu. Terkadang ya ada multiple layer yang kompleks, terkadang tidak. Saya tidak mendapatkan konsistensi yang saya bayangkan.

Rasa apple pie juga tidak terbilang mudah untuk dinikmati. Ini sangat bergantung kepada apple pie apa yang biasa kamu nikmati. Kubu internet juga nampaknya terbagi dua, yang memuja dan yang merasa ini bukan liquid apple pie.

Setelah 3/4 botol saya sendiri mulai berhenti mencari apple pie yang saya biasa nikmati. Saya menyerah dan menikmati apa yang ada di hadapan saya. Hasilnya adalah saat saya menulis review ini, botol sudah tinggal 10 tetes lagi. Apakah saya akan membelinya lagi? Ya tapi tidak dalam waktu dekat. Seiring waktu rasanya mulai tumbuh dalam diri saya, dan saya mulai suka.

Jika kamu mencari rasa apple pie yang mudah dinikmati saran saya adalah D’Bastard Juice (warna merah) atau Avalanche Apple Slam (jika kamu berhasil mendapatkannya).

Jika kamu mempunyai misi untuk mencoba seluruh lini Five Pawn seperit saya maka ya beli. Tapi jika kamu mencari liquid apple pie yang mudah dinikmati dengan harga yang murah, maka sebaiknya melirik liquid lain.


Leave a Reply

6 Comments on "Review Gambit – Liquid Apple Pie Bermata Dua"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
william i
Guest
halo bro salam kenal, saya baru seminggu coba 5p ini, liquid line up 5p yg saya beli adalah gambit, dan wow, ini liquid yang saya tidak pernah ketemu rasa seperti gambit ini, kompleks, enak, dan tidak manis ( fyi saya start vaping baru sekitar 4bulan, tp mgkn saya udah membeli sekitar 60-80 liquid) saya sendiri sangat cocok dengan gambit ini, lalu setelah gambit saya membeli grandmaster dan bowdens mate , tetapi menurut saya gambit adalah liquid favorit saya , tetapi saya sendiri jg lg menunggu castle long , berharap cocok seperti gambit ini, jujur setelah membaca review bro, saya memang… Read more »
wpDiscuz