Review Blewbacco

eLiquid

Review Blewbacco – Eliquid Tembakau Fruity Terbaik!

23 Jul , 2017  

Satu hal yang menggoda saya untuk membeli Blewbacco walaupun bukan pecinta tembakau adalah karena harganya. Blewbacco dijual di pasaran dengan harga Rp280.000 – Rp310.000. Untuk ukuran liquid 60ml ini termasuk mahal, dan biasanya (walaupun tidak selalu) dengan harga yang mahal ada sesuatu hal lebih yang ditawarkan.

Sayapun mencoba peruntungan saya dan meminang Blewbacco. Menyesal? Jauh dari itu, ini adalah liquid tembakau favorit saya yang terbaru!

Blewbacco adalah sebuah liquid yang memadukan rasa buah blueberry, krim, vanila, dan tembakau. Walaupun tidak ada informasi resminya namun saya akan menebak bahwa perpaduan rasanya adalah 60% blueberry krim, dan 40% tembakau.

Exhale pertama, rasa tembakau yang cukup kuat langsung memenuhi indra perasa. Rasa tembakau sangat enak, akurat, dan tidak terasa seperti perasa murahan. Throat hit juga cukup pas (3mg) sehingga memberikan rasa sensasi keseluruhan yang bahkan lebih baik dari rokok.

Setelah rasa tembakau berlalu rasa fruity langsung menyusul, rasa blueberry buah yang dibalut dengan rasa cream sehingga tidak terasa seperti 100% buah blueberry namun juga bukan perasa blueberry permen murahan. Tidak seperti rasa buah alami di Naked Very Berry, hampir menyerupai Blunanarilla namun dengan cream yang lebih sedikit. Saya juga sedikit merasakan rasa pastri yang sangat-sangat tipis, menyatu dengan cream.

Setelah 5-10x exhale, rasa mulai bercampur (tentu saja ini dipikiran setelah otak kita menyesuaikan dan mengidentifikasi rasanya) dengan imbang. Kamu akan mendapatkan rasa tembakau dan blueberry cream yang merata, mungkin sedikit lebih berat di fruity namun tembakau selalu mengiring dan tidak pernah hilang.

Saya merasakan kombinasi yang luar biasa enak dan imbang. Rasa tembakau yang terlalu banyak akan membuat enek, namun Blewbacco benar-benar mengkombinasikannya dengan sempurna. Saya tidak menjadikan Blewbacco sebagai all-day-vape, bukan karena tidak bisa, tetapi karena sayang, harganya cukup mahal dan saya ingin menikmatinya lebih lama.

Lagi pula setelah lama, throat hit mulai menurun dan flavor rasa menipis. Lagi-lagi ini bukan karena liquid-nya namun karena otak kita mulai terbiasa. Jadi saya biasa menikmatinya 1x sehari, sekitar 10 tetes. Sempurna untuk membuka pagi hari.

Sebelum Blewbacco, saya kebetulan pernah membeli liquid lokal TSTY Berry Baco, mereka cukup memiliki profil rasa yang sama. Namun walaupun saya ingin support liquid lokal sebanyak yang saya bisa namun, TSTY belum sampai ke titik tersebut. Rasa tembakau tidak terlalu akurat dan rasa strawberry tidak kuat dan tidak terlalu alami seperti buah.

Namun jika kamu penasaran rasa Blewbacco dan pernah mencoba TSTY Berry Baco maka bayangkan TSTY Berry Baco dengan upgrade diseluruh lini.

Saya benar-benar tidak memiliki komplain terhadap Blewbacco, saya akan membeli liquid ini terus sampai bosan. Kamu yang pernah merokok dan suka fruity akan menyukai Blewbacco. Namun jika kamu tidak suka fruity maka saran saya ada Cafe Racer Lucky Bastard yang juga favorit saya. Sejauh ini hanya dua ini saja yang menjadi favorit saya untuk rasa tembakau.

Nah sekarang, ada banyak orang yang mengatakan bahwa Screwberry (versi strawberry-nya) adalah liquid yang jauh lebih enak. Jadi kamu tahu selanjutnya saya akan mencoba apa :). Stay tuned!

 


Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz