BeeBacco Featured

eLiquid

Review BeeBacco – Tembakau Madu Dengan Segarnya Mint

18 Feb , 2018  

Saya bisa dibilang lemah terhadap liquid lokal dengan harga premium. Ini karena saya penasaran, mengapa mereka berani menjualnya dengan harga mahal padahal hanya 30ml. Sedangkan pasaran sudah dibanjiri liquid murah?

Jadi ketika Beebacco masuk ke pasaran dengan tag tembakau premium, saya pun tergerak untuk membeli versi 3 mg. Saya sama sekali tidak kecewa. Saya bahkan sedikit tersenyum di exhale pertama. Ini mengapa.

Di exhale pertama saya dikejutkan dengan campuran tembakau, madu dan mint yang langsung berkumpul menjadi satu. Kamu langsung bisa mengenali semua komposisinya dari sedotan pertama. Tembakaunya terbilang cukup ringan, tercampur dengan madu yang memberikan sensasi unik.

Tembakaunya sendiri mempunyai sedikit cita rasa coklat, ini memberikan sensasi seperti memakan eskrim mint coklat. Namun setelah belasan exhale tembakau menjadi lebih dominan dan sang eskrim mint coklat pun mulai menghilang seiring hembusan.

Madunya sendiri mudah dikenali karena karakternya mirip dengan kebanyakan madu yang beredar di Indonesia.Tembakaunya bukan tipe pahit yang akan meninggalkan rasa tembakau terbakar di ujung exhale. Mudah untuk dinikmati bahkan untuk non pecinta tembakau.

Saya perlu sedikit menekankan mint karena ini merupakan rasa yang cukup umum disalahartikan. Ada perbedaaan cukup besar antara chiller (dingin), mint (rasa daun mint), dan menthol (seperti permen penyegar tenggorokan atau obat batuk). Yang ada disini adalah rasa daun mint yang ada di minuman tropikal seperti mojito.

Tapi untuk kasus ini rasa mint yang ada juga sedikit dingin. Kemungkinan memang berasal dari flavoring mint atau memang ada sedikit chiller. Satu hal yang pasti ini bukan liquid dingin khas fruity chilller. Rasa dinginnya terbilang minimal dan itupun dingin khas mint.

Keseluruhan rasanya bertahan dengan baik selama 60 ml (2 botol) yang saya sudah habiskan. Tidak ada pemisahan, semuanya selalu bersamaan, tembakau, hint coklat, mint dan madu. Jelas ini sebuah liquid dengan pendekatan baru (setidaknya bagi saya) terhadap tembakau. Menyegarkan dan sangat enak ketika di vape setelah makan :D.

Saya berkesempatan mencoba versi 3mg dan 6mg. Sayangnya (atau untungnya, tergantung tipe vaper seperti apa kamu) throat hit tidak nendang untuk ukuran 3mg. Namun ini juga berarti versi 3mg nya akan mudah sekali dinikmati bagi kamu yang ingin terjun ke rasa tembakau dan tidak suka dengan tenggorokan yang digelitik.

Versi 6mg tetap terbilang cukup lembut (untuk ukuran 6mg), throat hit tetap minim, namun chest hit terasa. Jika harus disamakan mungkin setara dengan 4.5-5 mg liquid USA. Untungnya ini terbilang sangat pas dengan saya. Saya kurang bisa menikmati liquid 6mg yang kuat, setiap hembusan selalu diikuti dengan mata yang mengerenyit karena menahan throat hit dan chest hit. Beebacco 6MG duduk nyaman di antara 3mg dan 6mg dan ini sempurna untuk saya.

Semua ini datang dengan satu faktor penentu yang penting = harga. Untuk ukuran 30ml Beebacco dijual dengan harga Rp130.000. Terbilang premium untuk liquid lokal. Namun saya tidak bisa komplain banyak karena rasanya yang unik dan well blended.

Saya pribadi tidak menjadikan Beebacco sebagai all day vape bukan tidak enak, melainkan mahal :). Setelah saya makan, tidak ada liquid lain yang saya cari selain Beebacco. Segarnya mint dan tembakau ringannnya sangat pas untuk menutup hidangan apapun yang saya santap sebelumnya.

Ini salah satu tembakau favorit saya yang baru untuk produsen lokal. Super recommended kepada pecinta tembakau dan juga non pecinta tembakau!


Versi 3 mg dibeli oleh VapingJKT.

Terima kasih kepada VapePackers yang telah menyediakan liquid review versi 6 mg . Keseluruhan ulasan ini tetap dilakukan dengan standar editorial VapingJKT yang independen tanpa intervensi atau pengubahan dari sponsor.


Leave a Reply

2 Comments on "Review BeeBacco – Tembakau Madu Dengan Segarnya Mint"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
wpDiscuz