Aspire Nautilus AIO |Featured

Review Aspire Nautilus – AIO 300K Yang Worth To Buy

Hendri Salim Mod 17 Comments

Saya akan mengawali ulasan Aspire Nautilus AIO dengan kesimpulan, ini adalah sebuah pod system yang baik dan flavor yang dihasilkan juga cukup enak.

Namun performa untuk liquid freebase kurang bersinar kecuali kamu punya liquid 9mg, dengan komposisi 50:50 (PG/VG) yang mana sangat langka di Indonesia.

Jika kamu benar-benar menginginkan AIO untuk freebase dan salt maka saya merasa Breeze 2 lebih baik. Tapi jika kamu ingin mencari pod yang tahan lama (baterai dan coil) dengan rasa yang mantap, maka beli Aspire Nautilus AIO.

Sekarang mari kita ulas secara lebih mendetail.

Kualitas Build Aspire Nautilus AIO

Keseluruhan material Aspire Nautilus menggunakan plastik. Yang mana sebenarnya tidak buruk karena dibuat dengan rapi. Saya juga menyukai aksen warna emas yang mengelilingi pod yang mirip dengan Stabilo ini.

Namun ketika saya membuka bagian catridge, seketika itu saya merasa ilfil. Bagian emasnya terlihat murahan dan dari pengalaman masa kecil, begitu satu bagian terkelupas maka hanya masalah waktu sampai seluruh bagian emasnya terkelupas (ingat mainan murah yang dilapis chrome emas atau silver? Kurang lebih sama).

Tapi adilnya adalah setelah hampir 3 minggu Aspire Nautilus saya belum mengalami pengelupasan dan saya harap tetap demikian seterusnya.

Antara catridge dengan pod juga terdapat jarak sekitar 2mm. Saya tidak tahu ini sengaja atau tidak. Karena bisa jadi jarak ini berfungsi sebagai masuknya udara dari luar menuju coil.

Nautilus Slot
Sebelah kanan adalah gambar asli dari unit yang saya miliki.

Untuk melepaskan catridge kamu harus menekan kedua tombol yang berada disamping kiri dan kanan. Pintarnya adalah kedua tombol ini mempunyai lubang kecil tempat udara masuk ke dalam coil. Ini membuat saya merasa bahwa jarak antara catridge dan pod yang saya bahas di atas bukanlah disengaja karena adanya lubang ini.

Masalah yang saya hadapi dulu di Breeze 2 adalah seiring pemakaian salah satu penyangga catridge patah. Sehingga ketika catridge dimasukkan ke dalam pod bagian kirinya dapat bergerak sedikit. Aspire Nautilus mengganti desain penyangga ini, namun saya belum bisa memberikan kepastian apakah design baru ini lebih kuat dari Breeze 2.

Tombol firing berada di tengah dan terasa cukup solid dan clicky. Saya senang mereka tidak menambahkan draw activated di Nautilus AIO ini karena saya mempunyai banyak masalah dengan mekanisme tersebut, terutama karena seiring waktu performanya menurun dan terjadi lagging.

Dibandingkan dengan Breeze 2, saya merasa kualitas Build Nautilus AIO bukanlah sebuah upgrade, terutama dari segi material yang digunakan. Breeze 2 terasa kokoh dengan casing metal, sedangkan Nautilus AIO terasa sangat plastik sekali.

Namun cerita belum selesai…

Design Nautilus AIO

Desain adalah sesuatu yang subjektif dan saya bukanlah fans nomor #1 dari Breeze atau Aspire Nautilus. Pod ini sangat terasa seperti Stabillo dan kerap kali menjadi bahan candaan ketika saya menggunakannya di depan umum. Haha….

Saya hanya berharap iterasi selanjutnya dapat menggunakan magnet saja untuk menempel catridge karena ini akan mengurangi jumlah komponen yang mungkin rusak (seperti yang terjadi di breeze 2).

Nautilus AIO Explode View

Desain drip tip terbilang lebar, pas di mulut dan terasa natural. Bisa dibilang ini salah satu desain drip tip pod system yang terbaik yang pernah saya coba. Tidak seperti menghisap ujung kartu kredit, walaupun terasa seperti menghisap Stabilo. Pilih racun kamu.

Seperti yang saya sebutkan di atas Nautilus AIO juga dengan pintar menyematkan dua lubang airflow di switch pembuka catridge sehingga kasat mata. Tapi dengan adanya jeda antara catridge dengan pod membuat design yang pintar ini sedikit sia-sia.

Nautilus AIO

Kamu akan mendapatkan tutup untuk menjaga drip tip tetap bersih, namun sayangnya tidak ada tali/strap sehingga potensi hilangnya tutup ini cukup tinggi.

Fitur Nautilus AIO

Secara fungsi, Nautilus AIO adalah pod yang praktis dan sederhana. Sehingga tidak ada lagi yang perlu kamu lakukan selain tekan tombol firing dan vape.

Tekan tombol firing 3x dan pod akan mati atau menyala. Tidak ada pengaturan watt yang belakangan ini mulai ramai diadopsi oleh pod lainnya. Cukup disayangkan karena sebenarnya Nautilus mempunyai baterai yang cukup besar. Jika dapat memilih antara low, mid, dan high maka itu akan menjadi nilai plus yang cukup besar.

Walaupun demikian saya sama sekali tidak memiliki masalah dengan watt yang sudah diatur dari sananya.

Performa Nautilus AIO

Secara umum Nautilus AIO adalah pod system yang baik. Saya bisa bilang dengan cukup yakin flavor yang dihasilkan oleh Nautilus sedikit di atas pod rata-rata seperti katakanlah Minifit atau bahkan Smoant.

Ini sangat terbantu dengan kestabilan voltage yang lebih baik (terima kasih kepada baterai yang besar) dan coil dari Aspire yang sudah tidak perlu perkenalan lagi.

Namun jika kita bandingkan dengan RTA atau RDA MTL maka Nautilus AIO masih terhitung kurang.

Sebagai perbandingan ketika saya menggunakan VTC Bold (salt nic) di RDA MTL Galaxy, saya mendapatkan rasa tembakau yang lebih aromatik dan vivid. Di Nautilus AIO aromatik ini terasa berkurang dan terasa lebih muted. Namun tentu saja ini bukan perbandingan yang adil.

Tapi jika kita bandingkan dengan Minifit, atau pod dengan kapasitas rendah (300mAh) saya bahkan tidak mendapatkan keseluruhan profil rasanya, seperti vanila yang menghilang, custard yang hilang timbul. Di Nautilus semua profil rasanya muncul hanya saja tidak sekuat RDA MTL.

Nautilus Air Flow

Faktor yang cukup membantu mendapatkan flavor yang lebih baik adalah kemampuan untuk mengatur air flow. Kamu dapat melakukan ini dengan cara melepas catridgenya terlebih dahulu dan memutar bagian bawah base dari coil.

Terbuka penuh maka kamu akan mendapatkan restricted DTL, dan di ujung satu lagi kamu akan mendapatkan MTL yang sangat restricted.

Nautilus Coil

Di dalam paket kamu akan menemukan dua jenis coil, satu untuk freebase satu untuk salt. Keduanya mempunyai 1.8ohm dan terbuat dari nichrome.

Secara sekilas tidak ada perbedaan antara kedua coil ini selain perbedaan warna o-ring dan tulisan NS (nicotine salt?). Dari riset dan membongkar coil ini saya menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaannya selain lubang penyerapan liquid dan penutup mesh (hanya ada di coil freebase untuk mengurangi spitback).

Coil versi liquid biasa, mempunyai 4 lubang. Versi salt juga mempunyai 4 lubang namun 2 lubang lainnya lebih besar/panjang.

Nautilus Coil

Lubang yang lebih besar seharusnya membantu penyerapan yang lebih baik, namun disinilah saya mulai tidak mengerti.

Kebanyakan salt nicotine mempunyai komposisi 50:50, yang artinya cairannya tidak kental. Kalau tidak kental maka akan terserap lebih baik, lalu mengapa diberikan lubang yang lebih besar? Bukankah seharusnya coil untuk freebase (lebih kental) yang diberikan lubang lebih besar?

Nautlius Coil

Terlepas dari ini saya merasa coil salt nic adalah coil yang lebih baik, karena membantu penyerapan lebih baik. Ketika saya mencoba liquid freebase (70vg) di coil freebase, terkadang terasa kering karena liquid belum terserap baik dan saya sudah melakukan inhale. Lagi pula liquid 6mg pun akan terasa sangat soft dan lemah jika digunakan dalam AIO, kamu butuh setidaknya 9mg dan sebuah liquid yang tidak terlalu kompleks untuk menikmatinya.

Jadi walaupun ini adalah sebuah AIO (all-in-one) saya merasa fungsi utamanya tetaplah untuk salt nic. Jikapun ingin menggunakan freebase maka sebaiknya menggunakan liquid freebase high nicotine dengan komposisi 50:50, yang mana sangat-sangat langka di Indonesia.

Pengguna Breeze 2 Perlu Upgrade?

Saya akan biarkan kamu yang menjadi jurinya, berbekal informasi di bawah ini:

Breeze 2

  • Lebih mahal (sekitar Rp350.000++).
  • Persediaan coil mulai menipis.
  • Penahan catridge mudah patah (dan terjadi pada saya).
  • Kualitas build lebih baik dan kokoh.
  • Performa coil freebase Breeze 2 lebih baik dari coil freebase Nautilus.

Nautilus AIO

  • Lebih murah – baikdevice dan coil (sekitar Rp300.000++).
  • Persediaan coil di toko vape lokal untuk sekarang masih lumayan banyak. Kamu juga bisa membelinya di Vapesourcing.com.
  • Desain penahan catridge sudah diganti, seharusnya lebih kuat tapi saya belum pakai cukup lama untuk membuktikannya.
  • Tombol firing memiliki lampu sehingga dapat melihat indikator baterai.
  • Desain tampilan lebih baik (menurut saya) tapi kualitas build sangat plastik.
  • Umur coil sedikit lebih baik dari Breeze 2.
  • Performa coil salt nic Nautilus lebih baik dari coil salt Breeze 2

Kesimpulan

Terlepas dari kualitas build dan tipe coil yang membingungkan, Nautilus AIO adalah sebuah pod yang solid untuk flavor, dengan bonus kapasitas baterai 1000mah yang dapat bertahan seharian lebih.

Tenaganya cukup besar untuk membuat liquid 30mg terasa sangat memuaskan dan nonjok.

Coil dijual dengan cukup banyak di pasaran Indonesia, dengan harga Rp170.000 untuk 5 coil, sekitar Rp 35.000 satunya, lebih murah dibanding coil rata-rata dan ini adalah nilai plus yang cukup besar.

Saya akan merekomendasikan kamu Nautilus AIO jika kamu ingin upgrade dari pod dengan baterai kecil (300-400mAh). Nautilus akan menjadi upgrade pengalaman keseluruhan yang cukup lumayan dengan perbedaan harga yang tidak terlalu jauh.


Terima kasih kepada Vapesourcing yang telah menyediakan Nautilus AIO. Keseluruhan ulasan ini tetap dilakukan dengan standar editorial VapingJKT yang independen tanpa intervensi atau pengubahan dari sponsor.

VapingJKT tidak meminta imbalan uang ataupun menerima imbalan uang dengan menulis ulasan ini.

  • 6.5/10
    Build Quality - 6.5/10
  • 7.5/10
    Accessories - 7.5/10
  • 7.8/10
    Design - 7.8/10
  • 8/10
    Air Flow - 8/10
  • 6/10
    Performance Freebase - 6/10
  • 8/10
    Performance Salt Nic - 8/10
  • 8/10
    Value - 8/10
7.8/10

Summary

Walaupun mengusung gelar AIO, namun saya kesulitan menikmati liquid freebase di pod ini.

Tapi ketika kita berbicara salt nic, maka ini adalah upgrade yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan pod system berkapasitas rendah (300mAh). Bukan dari segi baterai saja, tapi keseluruhan pengalaman termasuk flavor.

Sending
User Review
8.4/10 (5 votes)

17
Leave a Reply

avatar
11 Comment threads
11 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
8 Comment authors
haddockRahmadiqbalSaputraTotok Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Zas
Guest

triade 250 untuk 6-7 bulan kedepan masih worth ga ya untuk dibeli om? Awal berhenti rokok , baca baca vaping ketemu web nya om , dan beraniin ambil vape mekanik 100rban diluar batre , Makasih banyak sama om udh jabarin lengkap tentang safety mekanikal mod.. asumsi saya ga bakalan rusak sampai saya mampu utk beli regulated.. Regulated om pakai triade, review nya om jg barangnya tahan , makanya target saya itu.. Rda goon saya liat di internet sekitaran 270rb an itu oten ga sih om? Target saya jg ini.. om jg sering saranin rda ini.. Kawat itu pengaruh ga sih… Read more »

David
Guest
David

Ga ada comparison nya sama aspire spryte jg nih biar komplit aspire nya bro πŸ˜€

Totok
Guest
Totok

Om Hendri…minta saran nya untuk setingan TC Drone DNA 166 …pake coil fused 3 core…
temp berapa ?
power berapa watt ?
preheat berapa ?
preheat punch ?
preheat time ?

kamsia Oom

selalu haus ulasan dari Oom Hendri

Saputra
Guest
Saputra

Halo bro, untuk RTA atau RDTA 22mm yang enak tapi murah apa ya bro? Masih pemula jadi belum tau apa-apa hehe

Rahmad
Guest

Om, gimana pendapat om ketika ada orang yang bilang vape itu bisa diinvestasiin untuk kedepannya ? apakah benar atau sebaliknya ?

haddock
Guest
haddock

Om tulisannya enak bgt dibacanya!
Ada chance utk compare Nautilus dengan Ijoy Mercury ? TIA