Renova Zero Featured

Renova Zero – Pod System Terbaik Secara Keseluruhan!

Hendri Salim Pod 36 Comments

Renova Zero sebenarnya bukan pod baru yang membanjiri pasar belakangan ini. Ini adalah pod yang sudah dirilis sejak Juni 2018. Pada masa tersebut Renova Zero terbilang inovatif karena menggunakan push-to-fill, temperature control dan variable wattage.

Tapi saya akan mengatakan bahwa setahun lebih kemudian Renova Zero masih relevan, dan banyak pod yang masih belum menyediakan pilihan watt.

Sekarang mari kita bedah untuk melihat apakah Renova Zero akan cocok untuk kamu atau tidak.

Spesifikasi & Paket Renova Zero

Biasanya jika tidak ada yang spesial mengenai paket saya tidak akan panjang lebar. Namun ada 2 hal yang sedikit menarik dari paket Renova Zero.

Yang pertama adalah kabel USB yang terbilang bagus dari tampilan. Dari semua kabel USB gratisan pod ataupun mod saya bisa bilang ini yang paling terlihat bagus. Kamu juga dapat melihat ada per di salah satu bagian untuk melindungi ketika kabel dibengkokkan.

walaupun demikian saya tidak bisa mengukur performa kabelnya, namun untuk arus 1 ampere harusnya kuat.

Yang kedua adalah kamu akan menerima botol kecil untuk salt nic kamu. Ini ternyata cukup penting karena beberapa botol salt cukup keras untuk ditekan dan botol bawaan ini cukup lembut sehingga lebih enak untuk digunakan mengisi.

Sayangnya mereka memberi stiker di botolnya. Seiring pemakaian, stiker ini akan rusak dan membuat kurang indah untuk dilihat, namun bisa dibilang minor.


Spesifikasi Renova Zero

Melihat dari spesifikasinya ada beberapa yang kita bisa highlight. Yang pertama adalah charging 1A yang terhitung cukup besar untuk pod. Beberapa pod hanya menyediakan 0.6-0.8A charging.

Perlu kamu ingat bahwa ini adalah baterai kecil, jadi 1A pun sudah terhitung cukup cepat.

Yang kedua adalah baterai berukuran 650mAh yang juga terhitung besar untuk pod dengan ukuran 8*1.5 cm ini.

Saya sudah merasakan impresi awal yang baik dengan Renova Zero ini.

Design

Renova Zero terhitung kecil dan cukup stealthy. Sedikit berat karena bagian badan terbuat dari bahan metal. Menurut saya pribadi ini menambah sensasi premium feel dan handfeel, sementara kebanyakan pod terbuat dari plastik.

Bagian catridge akan menempel dengan bagian body dengan magnet. Walaupun terkadang catridge yang saya dapatkan atau beli tidak menempel dengan sempurna, terkadang catridge bisa bergerak sedikit di bagian body (rattle) namun tidak mempengaruhi pengalaman vape.

Di bagian bawah terdapat tombol yang berfungsi ganda. Tekan 3x untuk mengubah watt, merah (9 watt), biru (10.5 watt), dan hijau (12.5 watt). Tekan sekali dan kamu dapat melihat sisa baterai lewat lampu yang berkedip.

Sedikit anehnya adalah mereka menaruh merah untuk watt yang terkecil. Secara alami seharusnya hijau adalah yang terkecil dan merah adalah yang paling tinggi.

Satu lagi yang harus saya sebutkan mengenai desainnya. Konsep dasar untuk mengisi liquid sebenarnya cukup pintar. Tidak perlu mencabut penutup karet, cukup tempelkan botol liquid dan tekan. Bagian filling akan otomatis menutup ketika kamu sudah tidak menekan botol liquid.

Pada praktiknya ini bisa menjadi sedikit masalah. Ketika kamu tidak menekan secara sempurna maka liquid akan keluar di bagian luar dan tidak masuk ke dalam coil. Jadi kamu harus menekan dengan cukup kuat.

Masalah lanjutannya adalah jika kamu menekan dengan kuat, maka kamu akan kehilangan sedikit kekuatan untuk menekan botol salt nic. Beberapa botol salt nic cukup keras sehingga mengisi catridge bisa jadi pekerjaan rumah tersendiri.

Solusinya? Gunakan botol yang mereka berikan, botol ini cukup lembut untuk ditekan. Masalah lanjutannya? Kamu harus menuangkan terlebih dahulu ke botol ini :D.

Performa Renova Zero

Tapi yang terpenting performanya bukan? Jadi bagaimana performa Renova zero?

Pertama kamu harus tahu bahwa Renova Zero menggunakan ceramic coil. Ini berarti coil tidak akan langsung memanaskan kapas yang basah dengan liquid. Coil akan memanaskan keramik berbentuk tube, dan keramik inilah yang akan memanaskan kapas.

Gambar untuk kepentingan ilustrasi saja

Keuntungannya adalah coil tidak akan cepat rusak karena tidak bersentuhan langsung dengan liquid. Keramik memiliki ketahanan yang sangat bagus terhadap panas sehingga mereka cenderung tidak berubah walaupun dipanaskan.

Pada praktiknya terkadang saya mendapatkan rasa gosong walaupun saya sudah menunggu 30 menit di isian pertama.

Dengan riset singkat, saya mendapatkan beberapa pencerahan dari pengguna Renova Zero lainnya:

Sebelum digunakan:

  • Isi pod dengan liquid, lalu diamkan selama 10-30 menit (lebih lama lebih baik).
  • Tutup bagian bawah catridge dengan telapak tangan dan lalu sedot, lakukan ini beberapa kali. Ini akan membantu liquid masuk ke kapas.

Setelah melakukan ini untuk pod kedua saya tidak mendapatkan rasa gosong di awal-awal. Namun setelah 1 hari rasa gosong mulai menjalar kembali. Kembali ke internet untuk jawaban!

Jika terasa gosong ketika coil masih 1-2 hari:

  • Tarik catridge dari pod, dan lalu tiup keras dari mouth piece (bagian atas). Lakukan ini beberapa kali.

Setelah melakukan ini coil pun tidak terasa gosong, cukup ajaib. Coil pun bertahan sampai setidaknya 9 hari ke depan.

Di coil ke tiga saya tidak perlu melakukan ini semua, saya hanya isi liquid dan tinggalkan selama 30 menit dan selama 10 hari ke depan saya tidak merasakan gosong atau apapun.

Flavor? Saya merasakan performa maksimal setelah menghabiskan sekitar 2 ml (atau satu kali isi), bisa dibilang butuh beberapa puluh exhale untuk break-in.

Namun saya bisa bilang rasanya cukup standard, tidak terlalu spesial mengingat sekali lagi ini adalah pod bukan mod.

Tapi untuk urusan nicotine saya merasa Zero Pod melakukan pekerjaannya dengan baik. Saya mendapatkan nicotine hit yang cukup agresif dari Zero Pod, apa lagi jika saya naikkan watt ke 12.5 sedikit berlebih untuk saya. Jadi saya hanya menggunakan 9 watt atau lampu berwarna merah.

Bagi saya pribadi Renova Zero bersinar di tiga kategori. Yang pertama adalah draw MTL yang sangat solid. Ini yang saya cari ketika saya ingin sebuah MTL, terbilang ke arah restricted tapi tidak terlalu sempit sampai kamu kesulitan inhale. Saya sangat menyukai inhale dari Renova Zero.

Yang kedua adalah baterai yang bertahan lebih dari sehari. Renova Zero mempunyai kapasitas 650mAh yang terbilang besar tapi tidak terlalu besar karena sudah banyak juga yang memiliki kapasitas 900mAh.

Saya juga menduga salah satu alasan mengapa Renova bisa sangat irit baterai adalah karena penggunaan coil ceramic. Jika saya charge di pagi hari (sekitar 50 menit sampai penuh), Renova Zero akan habis besok harinya sebelum makan siang.

Yang terakhir adalah kebebasan untuk mengatur watt. Saya memang tidak pernah menggunakan watt yang terakhir karena terlalu nonjok bagi saya, tapi ini bisa berarti kabar baik untuk kamu jika kamu menemukan tendangan nicotine di pod kamu sedikit lemah. Tapi kamu harus ketahui menggunakan watt tinggi akan berimbas kepada baterai yang lebih cepat habis.

Saya tidak tahu apakah Renova Zero menggunakan constant ouput atau tidak tapi dari pengalaman rasanya cukup konsisten dari awal sampai pertengahan akhir. Ketika baterai sudah benar-benar akan habis barulah saya bisa merasakan penurunan yang cukup tajam.

Kesimpulan

Saya rasa Renova Zero adalah sebuah pod yang dirancang dengan baik. Saya tidak menyebutkan ini di atas, namun Renova Zero bisa kamu temukan dimanapun, ini berarti kamu akan cukup mudah menemukan coil jika kamu membutuhkannya, belum lagi harga coil Renova Zero sedikit lebih murah dari rata-rata.

Salah satu pembaca VapingJKT mengingatkan bahwa ada catridge clone, jadi pastikan kamu membeli catridge kamu di toko vape yang sudah kamu percaya.

Dengan harganya yang berkisar Rp200.000, kamu akan mendapatkan build quality yang solid (bukan plastik), pilihan watt, coil yang murah dan mudah didapatkan dan tendangan nicotine yang cukup lumayan. Apa lagi yang bisa saya komplain? Beli jika kamu membutuhkan sebuah pod system!


Terima kasih kepada Renova / Vaperesso yang telah menyediakan Renova Zero. Keseluruhan ulasan ini tetap dilakukan dengan standar editorial VapingJKT yang independen tanpa intervensi atau pengubahan dari sponsor.

VapingJKT tidak meminta dan menerima imbalan uang dengan menulis ulasan ini.

  • 7.9/10
    Build Quality - 7.9/10
  • 8/10
    Accessories - 8/10
  • 8/10
    Design - 8/10
  • 8/10
    Airflow - 8/10
  • 7.7/10
    Performance - 7.7/10
  • 8/10
    Value - 8/10
8.2/10

Summary

Okay, secara flavor Renova Zero bisa terbilang mirip dengan pod lainnya. Namun Renova Zero datang dengan beberapa fitur yang sulit ditandingi dalam satu pod: coil yang murah dan tersedia luas, body dari bahan metal, pilihan watt, draw MTL yang solid dan baterai yang bisa bertahan seharian penuh.

Saya rasa Renova Zero akan cocok sekali menjadi pod pertama kamu!

36
Leave a Reply

avatar
16 Comment threads
21 Thread replies
3 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
18 Comment authors
Muhammad AriantoFirmanUrbanfahmifran Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
A. Ma'ruf
Guest
A. Ma'ruf

tapi hati² dengan cartridge zero clone, Bang…

Mikael
Guest
Mikael

Om mau tanya udah coba AIO Asvape Micro? Menurut om AIO Asvape Micro gimana, dari segi harga yg lumayan mahal?

Khairul
Guest
Khairul

Gimana cara ngeluarin sisa liquid yang ada sekiranya pengen nyoba yang baru ?

Joni
Guest
Joni

OOT dikit, lagi nyari aio nih om. Mending nord apa artery pal ya? Mohon sarannya.

Rio
Guest
Rio

Om, kemarin saya baru beli Renova zero, pas stelah saya buka trus pod nya jatuh kira” ketinggian 1 mtr, pas saya nyalain ternyata masih nyala. Kira” bisa menyebab kan kerusakan pd pod nya ga ya ? Atau bisa membahayakan ga om ? Soalnya blom saya coba untuk di pakai

Nirwan
Guest
Nirwan

Bang saya baru beli pod zero tapi pas 2 hari udah kerasa gosong kaya kapas terbakar, nah saya ganti catridge baru sesuai prosedur pas ngevape ko cepet rasa gosong yah padahal ngevape ada jeda ga terus”an. Solusinya gimana dong, ga nyaman banget😭🙏

Neo
Guest
Neo

Om Hendri,
saya pengguna Pod (karena simple nya mendukung dengan aktifitas saya yang lebih mobile),

saya miliki Pod :
Zero, Smok Nord, Frenzykit, Flintkit, Upods, ISWTCH,

dari semua yang saya gunakan, saya kesulitan menemukan pod yang memiliki umur catridge/coil dapat bertahan lama.
saya tertarik dengan tulisan caliburn, namun setelah pinjam punya teman, saya kurang menikmati drawnya yang menurut saya cukup airy. Padahal dari beberapa tulisan om, catridge/coil pod dapat bertahan 1-2 minggu. Sementara saya hanya dapat menikmati Catridge/Coil 3-5 hari.

Please share liquid apa yang biasa digunakan?
bagaimana penggunaan nya sehari hari? (durasi draw)

BTW, om Hendri hutang tulisannya banyak banget.
please update

Thanks

Aank Amar
Guest
Aank Amar

Om artikel-artikelnya terbaiks, 1 lagi request review tentang pod nano stix dong om sama NCIG

Rendi
Guest
Rendi

Review ISWTCH dong om….penasaran sama tuh pod….

Bob
Guest
Bob

Artery pal 2 pro udah coba om? Coil ramah dikantong soalnya.

fran
Guest
fran

om..zero punyaku kalo dicharge panas..
normalkah?

fahmi
Guest
fahmi

terlanjur cinta sama aspire avp

Urban
Guest
Urban

mau tanya om, ane pemula nih , lebih recomend mana om renova zero ini atau smok nord ? soalnya ane cek di ecommerce yang paling laku 2 itu

Firman
Guest
Firman

salut sama blog nya bang , bagus” .
saya request review Orion Q dong bang , mau beli masih ragu soalnya sama yg seri lyra nya , hehe
thanks bang sebelumnya .

Muhammad Arianto
Guest
Muhammad Arianto

Om mau tanya dong, saya kan baru nih beli zero kemarin. Saya isi aman, pas hari ini siang terasa ada pedes di bibir ternyata salt nic keluar. Itu kenapa ya om? Trus apa harus ganti catridge? Padahal baru banget beli.. trus ngaruh gak dari pemakaian? Makasih om