Pod System Panduan Pemula

Panduan Pod System Untuk Pemula – Mulai Dari Sini!

Hendri Salim Pod 15 Comments

Pertama-tama saya sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat menyarankan kamu untuk membaca tentang salt nicotine terlebih dahulu. Saya sudah membahas cukup panjang mengenai perbedaannya, cara pakai sampai dengan dampaknya ke tubuh.

Di akhir artikel ini kamu akan mempunyai keputusan atas apakah kamu akan membeli pod system? Jika iya, apa pod system terbaik untuk kamu?

Jadi mari kita mulai!

Tunggu sebentar… artikel ini cukup panjang (tapi worth to read, promised!), namun jika kamu tidak mempunyai banyak waktu maka ini rangkumannya:

Pod system terbaik untuk pemula:

Seluruh pod system di atas memiliki harga yang kurang lebih sama (sekitar Rp.200.000) dan juga tingkat rasa yang sama. Pilih saja yang bentuknya yang kamu suka.

Pod system terbaik untuk tingkat lanjut:

Kedua pod system ini menawarkan kustomisasi yang lebih banyak dan juga umur baterai yang setidaknya 3x lebih lama. Tapi tentu saja harganya juga minimal 3x lebih mahal.

Pod system terbaik untuk gaya dan prestise:

Juul adalah pod system paling populer di dunia, semua orang menggunakannya mulai dari politikus, menteri sampai dengan aktris International. Juul juga mendapatkan investasi sebesar 180 triliun rupiah dari perusahaan induk Marlboro, YA 180 TRILIUN!

Tidak terlalu besar, hanya sekitar 10% dari penerimaan pajak setahun sebuah NEGARA dengan penduduk ke-4 terbesar di dunia yang kita cintai, Indonesia.

Sekarang mari kita mulai versi panjangnya.

Apa Gunanya Mempunyai Pod System Jika Saya Adalah Seorang Vaper?

Bagi saya pribadi pod system adalah sebuah pelengkap.

Dulu saya menghabiskan banyak waktu untuk mencari RDA terbaik, mengganti kapas, building coil, setting dan lain-lain. Jangan salah sangka, saya menikmatinya. Namun ada kalanya kamu tidak memiliki waktu dan kamu tahu bahwa vape kamu sedang tidak optimal (belum ganti kapas atau coil). Di sinilah pod system menggantikan peran dari vape.

Selain itu ada waktu-waktu tertentu di mana pod system lebih masuk akal. Saya tidak suka mengganggu orang dengan asap tebal ketika berkumpul bersama teman atau rekan bisnis, di sini saya bisa menggunakan pod system.

Dulu saya juga suka membawa mod saya jika mendatangi pernikahan, saya taruh di kantong jas dan cukup berat. Sekarang saya membawa pod saya yang kecil.

Jadi jelas, kepraktisan adalah faktor utamanya. Namun mari saya goda kamu dengan dua faktor tambahan.

Keadaan liquid nasional sedang dalam fase menunggu, terutama setelah cukai mulai berlaku. Saya melihat beberapa liquid sudah tidak keluar lagi, mungkin karena masalah keuangan atau juga sedang menunggu cukai. Selain itu liquid USA pun sudah cukup jarang ditemui walaupun mulai masuk kembali.

Namun anehnya salt nicotine, nampaknya masih dapat bergerak lebih leluasa. Saya sering melihat banyak liquid salt nicotine USA yang unik dengan komposisi rasa yang tidak umum. Padahal versi freebase (liquid biasa) tidak pernah memasuki Indonesia sama sekali. Jadi sering sekali cara untuk menikmati liquid USA yang terkenal di luar sana adalah dengan membeli versi salt-nya.

Yang terakhir adalah tendangan nikotin yang cepat dan terjamin. Saya sering mendengar keluhan dari teman ataupun dari kamu, bahwa tidak semua liquid mempunyai efek yang sama, ada 3mg yang terasa solid, ada yang sepertinya berbohong tidak sampai 3mg atau 6mg yang terasa seperti 3mg.

Masalah ini sangat jarang saya temui di salt nic. Apa lagi jika kamu mencari tendangan nicotine, salt nic akan menghantarkan jotosan tepat di muka dari hisapan pertama

Kalau Saya Bukan Perokok atau Vaper?

Jika kamu bukan perokok dan sedang galau memilih antara vape atau pod, maka saran saya adalah jangan.

Saya serius, nikotin adalah bahan adiktif, vape 1-3x mungkin masih bisa berhenti. Tapi setelah 1 minggu kamu cenderung tidak akan berhenti.

Ini adalah komitmen besar, karena kamu mungkin akan menjalaninya seterusnya. Riset jangka panjang masih berlanjut, belum ada bukti 100% yang konklusif bahwa vape atau pod system sangat aman.

Riset-riset yang sudah ada sekarang memang berkata demikian dan saya setuju, tapi itu baru riset jangka pendek (3-5 tahun).

Tapi jika tekad kamu sudah bulat maka coba pod terlebih dahulu, ini alasannya:

  • Investasi awalnya lebih murah, sekitar Rp300.000, ini pun sudah termasuk liquid yang cukup untuk 3-4 minggu.
  • Sangat praktis dan mudah digunakan.
  • Throat hit tipis pas untuk pemula (versi 25-30mg).

Ketika kamu sudah cocok, kamu akan punya dua pilihan: tetap di pod atau beralih ke vape.

Tendangan nikotin dari vape biasa bisa dikatakan lebih lemah, kamu akan membutuhkan beberapa kali inhale dan sedikit waktu sebelum nicotine diserap tubuh. Tapi kamu akan mendapatkan rasa yang luar biasa,

Jika kamu menggunakan liquid yang sama persis, saya bisa bilang rasa di pod system itu sekitar 50-70% sedangkan di vape biasa kamu akan mendapatkan 80-100%.

Bagaimana Kebiasaan Baru Dengan Menggunakan Pod System?

Yang pertama saya rasakan adalah intensitas akan berkurang jauh. Jika sedang kerja saya biasanya akan vape dan melakukan re-drip 2-3x (total exhale mungkin sekitar 15-25x dalam 1 sesi). Dengan pod system saya biasanya hanya menarik 3-5x dan saya sudah mendapatkan nicotine (dengan bonus rasa) yang saya butuhkan.

Tidak ada lagi proses wicking, building coil, membersihkan RDA dan lain-lain. Beli catridge, isi liquid dan sedot sampai rasa mulai tidak enak (1-2 minggu). Bilas dan ulangi.

Namun pengguna pod system akan cenderung lebih sering melakukan charging karena kebanyakan pod hanya memiliki kapasitas baterai 300mAh. Jika kamu pengguna akut, maka dalam sehari mungkin kamu melakukan charging 2x. untungnya proses charging juga terhitung singkat sekitar satu jam saja.

Pertanyaan Paling Sering Seputar Pod System

  • Pod system mengandalkan catridge, di dalam catridge sudah ada coil dan kapas terpasang. Kamu hanya perlu mengisinya dengan salt nic.
  • Catridge dapat bertahan 1-2 minggu tergantung pemakaian.
  • Secara umum 1 catridge dijual dengan harga Rp50.000, jadi sebulan kamu bisa menghabiskan antara Rp100.000 sampai dengan Rp200.000.
  • Proses pemasang catridge sangatlah mudah, semudah mencolokkan flash disk.
  • Biasanya kamu tidak dapat mengatur airflow dan kebanyakan pod system memiliki airflow yang sangat-sangat kecil (MTL) seperti merokok.
  • Setelah mengisi pod untuk pertama kalinya kamu harus menunggu 10-15 menit agar terserap dengan baik. Jika tidak kapas bisa gosong dan catridge kamu akan sia-sia.
  • Setelah di isi sebuah liquid kamu dapat mengisinya dengan liquid rasa berbeda, tapi tunggu sampai liquid di catridge habis. Akan ada fase di mana rasanya bercampur dengan liquid lama, namun setelah belasan exhale biasanya sudah tidak terasa.
  • Rata-rata kapasitas sebuah catridge adalah 2 ml, ini cukup untuk 1 hari lebih jika kamu menggunakannya secara normal.
  • Karena baterai yang digunakan kecil dan bukan untuk kebutuhan tinggi, umurnya tidak akan lama. Biasanya setelah 3 bulan performa baterai sudah menurun dan untuk mendapatkan sensasi yang lebih kuat, kamu harus membeli pod baru.
  • Pod system mempunyai mekanisme yang mirip dengan mechanical mod, seiring baterai mulai habis, tenaga mulai berkurang, rasa makin tipis, nicotine hit semakin lemah.
  • Normalnya salt nic tersedia di ukuran 30mg, 40mg dan 50mg. Bagi pemula 30mg pun dapat terasa terlalu kuat, ini karena proses penyerapan tubuh yang efektif. Tapi lama-lama juga terbiasa.

Pod Pertama Saya?

Pod yang kebanyakan beredar terbagi atas tiga kelas, low, mid, dan high end.

Walaupun demikian performanya tidak terlalu jauh dan malah hampir tidak ada bedanya karena sama-sama low wattage. Perbedaan utama terletak di model, bahan dan merek.

Saran saya adalah mulai dari paling bawah dan ketersediaan catridge banyak di jual di toko vape dekat kamu.

Saya sendiri sudah mencoba mulai dari yang Rp180.000 sampai dengan Rp800.000. Tidak ada perbedaan signifikan, malah Suroin Air bisa di katakan sedikit lebih padat daripada JYNX Hex Ohm yang harganya 3x lipat.

Ingat, jika sebuah pod sepi peminat maka ketersediaan catridge pun akan sulit sekali. Buat apa punya pod mahal tapi kesulitan mencari catridge?

Pod Rekomendasi Pemula

Rekomendasi saya sangat dipengaruhi dengan harga dan ketersediaan catridge, karena untuk urusan rasa saya merasa sangat mirip. Jikapun berbeda kemungkinan dipengaruhi oleh airflow. Airflow yang ketat dan kecil cenderung meningkatkan rasa, tapi tidak semua orang suka dengan airflow yang sangat kecil.

Rata-rata harganya pod yang saya sebutkan di kategori ini adalah Rp200.000, dengan catridge seharga Rp50.000 untuk satu buah.

Just Fog Minifit

Minifit Just Fog

Kamu bisa membaca ulasannya Just Fog Minifit di sini. Untuk rasa dan nicotine hit terhitung biasa saja, karena ukuran baterai yang kecil. Tapi Just Fog Minifit sangatlah kecil dan praktis, ini juga setahu saya merupakan pod system terkecil yang pernah ada.

Ketersediaan catridge cukup umum di toko-toko vape atau e-commerce.

Setelah 3-6 bulan siap-siap untuk membeli pod baru karena performa baterainya terasa mulai menurun. Tapi mengingat harganya yang murah yaitu Rp180.000 saya merasa masih wajar.

Salah satu yang saya suka dari Minifit ini adalah kamu dapat membuat sendiri coil kamu sehingga tidak perlu rajin membeli catridge, saya sudah mencobanya dan merasakan murahnya melakukan coiling sendiri. Tapi ini sangat berkebalikkan dengan konsep pod system yang praktis, bahkan melakukan coiling Mini Fit terbilang lebih sulit dari RDA biasa.

Spesifikasi:

  • Ukuran: Sangat kecil
  • Coil: 1.6ohm
  • Tank: 1.5ml
  • Baterai: 370mAh, 34volt
  • Firing: tombol manual (tidak mengalami masalah laggy)

Rincoe Ceto

Rincoe Ceto

Saya suka bentuk dan airflow Rincoe Ceto, tidak terlalu restricted dan tidak terlalu plong.

Rincoe Ceto dan Suroin Air mempunyai masalah yang sangat mirip:

  • Terkadang catridge yang dibeli tidak menyerap liquid dengan baik. Salah satu solusinya adalah menyuir kapas di dalam catridge sehingga lebih mengembang dan menyerap. Tapi terkadang kamu juga akan mendapatkan catridge yang bagus dan tidak memerlukan hal ini. Penggunaan salt nic dengan VG yang lebih rendah membantu karena lebih encer dan mudah terserap.
  • Setelah 2-3 bulan, keduanya mulai laggy. Dari inhale sampai dengan pod menyala akan ada jeda dan seiring waktu ini akan bertambah parah.

Rincoe Ceto sekarang sudah digunakan lebih dari 5 bulan dan masih berfungsi dengan draw activation yang tidak seresponsif dulu.

  • Ukuran: Kecil
  • Coil: 1.3ohm
  • Tank: 2ml
  • Baterai: 370mAh, 3,3Volt
  • Firing: Draw Activated (otomatis menyala ketika dihisap)

Suroin Air V2

Suroin Air V2

Bisa di katakan Suroin Air adalah salah satu pod system yang paling tersebar di Indonesia. Rasanya juga sedikit lebih tebal dengan cloud yang padat dan hangat di mulut.

Masalah Suroin sama dengan Rincoe Ceto (dan kebanyakan pod lainnya jadi tidak akan saya bahas lagi), terkadang terasa gosong dan lag setelah berbulan-bulan.

Spesifikasi:

  • Ukuran: Kecil
  • Coil: 1.2ohm
  • Tank: 2Ml
  • Baterai: 400mAh, 3,3Volt
  • Firing: Draw Activated (otomatis menyala ketika dihisap)

Smoant S8

Smoant S8

Saya tidak memiliki masalah dengan Smoant S8. Saya juga suka design dan rasanya pun cukup. Namun bagi saya Smoant S8 terasa berat karena menganut design premium.

Selain Smoant S8 kamu juga dapat membeli Karat, variasi terbaru dari Smoant. Berbeda dengan Smoant S8, Karat menggunakan quartz coil, yang walaupun namanya quartz tapi terlihat seperti ceramic. Jadi quartz/ceramic akan dibungkus oleh kapas, liquid kemudian terserap ke kapas dan lalu terserap ke quartz/ceramic. Kemudian quartz/ceramic inilah yang nantinya dipanaskan, jadi kapas digunakan untuk menghantarkan liquid ke quartz/ceramic saja.

Quartz/Ceramic adalah bahan yang cenderung tidak berasa (tasteless) dan tidak cepat rusak karena panas. Jadi seharusnya kamu mendapatkan catridge yang tahan lama, dan tidak berasa kapas di awal. Saya sendiri belum pernah mencoba Karat jadi tidak bisa berkata apakah ini memang benar atau tidak.

  • Ukuran: Sedang
  • Coil: 1.3ohm
  • Tank: 2Ml
  • Baterai: 370mAh, 3,4Volt
  • Firing: Draw Activated (otomatis menyala ketika dihisap)

Catatan:

Saya tidak memberikan ulasan mendalam untuk rasa atau flavor karena menurut saya sangat mirip satu sama lain. Pada akhirnya kamu menggunakan pod system untuk menghantarkan nicotine ke tubuh kamu, dan apapun yang kamu pilih di atas dalam melakukan tugasnya dengan cukup baik.

Mungkin Suroin Air sedikit lebih pekat (tapi lebih sering terasa gosong), sedangkan Rincoe Ceto dan Smoant S8 cukup mirip, dan Mini Fit berada dipaling bawah. Tapi ini pun memerlukan pengamatan dan konsentrasi yang tinggi.

Draw Activated & Constant Voltage

Draw Activated

Kebanyakan pod system akan otomatis menyala ketika kamu hisap, jadi tidak perlu menekan tombol. Ini terdengar seperti teknologi alien, tapi pada dasarnya pod system menggunakan sensor tekanan. Ketika tekanan terdeteksi seiring kamu menghisap maka pod akan menyala, ini sangat praktis dan mencegah pod menyala secara tidak sengaja.

TAPI…

Sensor tekanan ini sangatlah murah, satunya mencapai Rp1.300 dan tidak dirancang untuk jangka panjang. Selain itu beberapa faktor seperti liquid masuk ke dalam pod, dan lain-lain berpotensi untuk membasahi sensor ini. Begitu ini terjadi maka sensor tidak akan menyala dengan sempurna. Biasanya yang terjadi adalah kamu menghisap dan pod akan langsung menyala, dua bulan selanjutnya, kamu hisap dan kamu harus menunggu sebentar (kisaran 0.2-0.5 detik) sampai pod menyala. Ini yang saya maksud dengan lag.

Kamu bisa berhati-hati saat meneteskan liquid dan menjaga area pod tetap kering. Namun seiring waktu sensor tekanan ini pun akan tetap terdegradasi karena kualitasnya. Ini mengapa saya menyukai pod system dengan tombol firing.

Constant Voltage

Kebanyakan pod system juga menyebutkan constant voltage, yang artinya seiring digunakan pod akan mencoba memberikan voltase yang sama atau secara teknis menaikkan ampere dari baterai untuk memberikan performa yang sama ketika baterai sudah mulai habis. Karena pod system pada dasarnya adalah mechanical mod, maka seiring baterai habis performa akan turun, rasa menurun dan vapor juga menurun. Jadi constant voltage adalah hal yang bagus.

TAPI…

Pada prakteknya seiring baterai habis performa menurun karena voltase ikut turun.

Biasa… bahasa marketing.

Tidak Ada yang Lebih Mahal Nih Pod System-nya?

Tolong di ingat, upgrade bukan berarti rasa lebih mantap. Kemungkinan besar rasa tetap sama. Yang saya maksud dengan upgrade adalah model, fitur dan bahan, lebih premium.

Walaupun begitu, beberapa model yang akan saya sebutkan memiliki baterai yang lebih baik sehingga dapat menyediakan watt yang lebih besar. Lebih panas = lebih banyak penguapan = nicotine hit lebih kuat = rasa dan nicotine lebih kuat.

Orion DNA GO

Orion DNA Go

Sebenarnya saya merasa tidak adil memasukkan Orion DNA untuk bersanding dengan pod lainnya di sini karena Orion berada di liganya sendiri.

Orion DNA mampu mengeluarkan sampai dengan 40 watt yang mana terlalu besar untuk sebuah pod system. Selain itu kamu juga dapat mengatur watt sendiri. Kurang rasa? Tambah watt. Nicotine 50mg terlalu nonjok? Turunkan watt.

Selain itu fitur Reply mampu mereproduksi puff yang kamu suka. Misalnya di puff ke-5 kamu merasa liquid sangat enak, kamu tekan tombol untuk merekam keadaannya, dan puff selanjutnya kamu akan mendapatkan puff yang sama.

Jika kamu ingin pod system terbaik Orion DNA adalah jawabannya. Tapi ini juga harus kamu bayar dengan harganya yang mencapai satu juta rupiah dengan catridge yang mencapai harga Rp75.000, atau sekitar 2x lebih malah.

Nanti setelah mulai mengerti dan memutuskan bahwa pod adalah jalan hidup, kamu dapat membelinya. Namun untuk pertama, saya tidak akan menyarankan Orion DNA kecuali uang sama sekali bukan masalah.

  • Ukuran: Sedang.
  • Coil: 0.25ohm dan 0.5ohm.
  • Tank: 2ml.
  • Baterai: 950mAh.
  • Firing: Tombol manual.
  • Harga Pod: Kisaran Rp850.000 (sudah termasuk 3 catridge).
  • Harga Catridge: Kisaran Rp150.000 untuk 2 catridge.

Juul

Juul

Juul adalah pod system paling populer di dunia. Kamu mungkin pernah melihatnya di film, para artis hollywood menggunakannya, dan bahkan mantan gubrenur California Arnold Schwarzenegger juga menggunakannya.

Pod system bisa di katakan ada karena Juul pertama kali memasarkannya secara masal. Mereka juga yang pertama kali menjual salt nicotine secara umum.

Menurut saya Juul enak, tapi sekali lagi tidak berbeda jauh dengan pod system kategori pemula yang saya sebutkan di atas. Salah satu keterbatasannya adalah catridge Juul sudah terisi dengan liquid. Jadi kamu tidak bisa membeli liquid kamu sendiri. Walaupun begitu mulai muncul 3rd party yang menjual catridge kosong dan compatible dengan Juul.

Rasa liquid Juul sama sekali tidak buruk, namun cenderung sederhana dan variasinya tidak banyak, apa lagi yang masuk ke Indonesia.

Juul adalah perusahaan yang sangat besar, sampai-sampai mereka sudah mengirimkan representatif untuk berbicara dengan kementrian di Indonesia. Juul ingin meminta izin dan kejelasan pajak untuk secara resmi masuk ke Indonesia, namun nampaknya belum ada kejelasan sampai saat ini. Sekarang Juul dijual dengan terbatas dan sering sekali kamu harus menunggu catridge rasa tertentu masuk ke Indonesia.

Membeli Juul bukanlah membeli flavor atau fitur, tapi membeli sebuah prestise sebagai salah satu pod system yang elegan dan juga ternama di dunia.

Satu lagi, Juul menggunakan draw activated, namun kualitasnya cukup baik jadi tidak melemah terlalu parah seiring waktu.

  • Ukuran: Sedang
  • Coil: 1.6ohm
  • Tank: 2Ml
  • Baterai: 200mAh.
  • Firing: Draw Activated (otomatis menyala ketika di hisap)
  • Harga Pod: Kisaran Rp800.000.
  • Harga Catridge (termasuk liquid): Kisaran Rp250.000 untuk 4 catridge

Aspire Breeze 2

Aspire breeze 2

Saya mempunyai pengalaman yang cukup menyenangkan dengan Aspire Breeze 2, karena 4 faktor utama:

  • Terdapat pengaturan air-flow, MTL dan DTL.
  • Baterai 1000mAh yang dapat bertahan seharian dan bahkan lebih.
  • Mempunyai dua opsi pilihan coil, 1ohm dan 0.6ohm.
    • 1ohm untuk Salt Nicotine
    • 0.6ohm untuk nicotine biasa.
  • Menggunakan firing button, jadi tidak ada jeda.

Penggunaan 0.6ohm dan nicotine biasa pun tidak berarti semua liquid akan enak. Sekali lagi ini adalah AIO (all-in-one) system dengan tenaga yang tidak sebesar mod biasa. Cara terbaik menggunakannya adalah liquid yang encer (hindari VG 80, kalau bisa 50VG), profil rasa yang sederhana seperti mint, tembakau atau single fruity dan yang terakhir adalah nicotine yang lebih tinggi seperti 6mg.

Jika kamu menggunakan liquid kental seperti 80VG, profil rasa kompleks dengan 6 layers dan nicotine 3mg maka flavor-nya akan terasa sangat kurang di sini. Sebaliknya sebuah liquid tembakau sederhana 6MG yang tidak terlalu kental akan terasa sangat lumayan.

Oh ya satu lagi, Aspire Breeze 2 terlihat seperti STABILO :).

  • Ukuran: Sedang
  • Coil: 0.6 – 1.3ohm
  • Tank: 2ml
  • Baterai: 1000mAh, 3,8Volt++
  • Firing: Tombol manual (tidak mengalami masalah laggy)
  • Harga Pod: Kisaran Rp500.000.
  • Harga Catridge: Kisaran Rp125.000 untuk 5 catridge

Bagaimana Dengan Puluhan Pod System Lainnya?

Ada banyak pod system baru yang mungkin lebih baik dari yang saya sebutkan di atas.

Tapi sekali lagi karena pod system sangat bergantung kepada catridge, maka saya belum berani memasukkannya. Bisa saja setelah 3 bulan berlalu, catridge mulai langka karena tidak laku. Kamu berakhir dengan sebuah pod yang bagus, enak, tapi tidak bisa digunakan karena catridge-nya kosong dimana-mana. Buat apa?

Okay Pod Aman! Liquid-nya apa?

Berikut beberapa rekomendasi saya.

Harap di catat bahwa salt nicotine sekarang masih musiman. Begitu satu batch masuk Indonesia, kemungkinan akan di lihat dulu animonya bagaimana, jika sepi maka tidak akan tersedia lagi.

Jika kamu membaca tulisan ini tiga bulan kemudian (tulisan ini dibuat Maret 2019) dan tidak menemukannya di pasar maka ya itu alasannya.

15
Leave a Reply

avatar
7 Comment threads
8 Thread replies
2 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
8 Comment authors
Bayus3nsePeterArdhianAzhi Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Hendra
Guest
Hendra

Tenkyu om buat panduannya… Tapi kliatannya pod + cartridge yg available kadang2 tiap kota beda beda jadi mau gamau harus online shop juga akhirnya hahaha

Nizar
Guest
Nizar

wahh padahal yang ditunggu2 review MTL, malah review POD nya yang muncul xD

Azhi
Guest
Azhi

Tnya om . . Sya pake myle .. mau pindah k renova zero/ thumb .. kata nya rasa lebih nendang ? Apa bner om ? Masih ragu .. krna d myle baru pake 1mnggu, suka sama pod tpi rsa nya jauh dr device biasa.. kira” yg mndkti device biasa apa ya om?

Ardhian
Guest
Ardhian

Bagaimana dengan merk steamqueen apakah jg termasuk pod system

Peter
Guest
Peter

om hendri, minta sarannya dong.
gue mau ngambil CSMT menurut lo itu bagus nggak?. niatnya mau main coil2 yg simpel,
atau mungkin ada masukan rda lain yg menurut om hendri, flavournya udah keluar walau pake coil yg simpel.

s3nse
Guest
s3nse

jadi pods bisa pake free-base nicotine? Jadi pengen iseng beli nih om

Bayu
Guest
Bayu

Om hen… 5Pawns ngeluarin yg versi tobacco nya.. cb d review om hend. Krn om hend udh review skelas black note jdi om hend psti suka sm yg tobacco