Panduan Ulasan Baterai | Featured

Panduan Membaca Ulasan Baterai VapingJKT

Hendri Salim Tips & Trick 1 Comment

Jika kamu membaca ulasan baterai VapingJKT (seperti ini), mungkin kamu sedikit kebingungan membaca angka-angkanya. Lewat post ini saya ingin menjelaskan cara membacanya dan membuat pengalaman vape kamu lebih aman lagi.

Post ini mungkin sedikit panjang, tapi ini sangat penting. Kamu adalah seorang vaper, mod kamu mempunyai sumber energi (baterai) yang cukup kuat dan bisa meledak.

Mengetahui spesifikasi baterai dan cara menggunakannya sangatlah penting untuk menjaga keamanan diri kamu dan juga meningkatkan pengalaman vape kamu!

Catatan dari VapingJKT:

  • Saya menggunakan dan membaca hasil tes orang lain. Saya tidak punya alat untuk melakukan tes ini sendiri.
  • Dua sumber terpercaya yang saya gunakan adalah Mooch dan Lygte. Mereka berdua adalah ahli baterai dan charger yang sudah terpercaya.
  • Setiap ulasan akan mempunyai backlink ke artikel asli mereka sehingga kamu dapat melakukan validasi kamu sendiri.
  • Saya sudah mendapatkan izin tertulis dari Mooch untuk melakukan hal ini.

Spesifikasi Dari Manufaktur

MXJO Yellow Spec

Ketika kamu membeli baterai akan ada spesifikasi yang tercetak di baterai:

  • Ukuran baterai: Semakin besar angkanya semakin besar ukuran fisik baterainya. Ukuran yang umum digunakan adalah 18650 (diameter 18mm, panjang 65mm). Tapi ada juga baterai yang lebih besar seperti 20700.
  • Kapasitas (mAh): Ini menentukan daya tampung baterai, semakin tinggi maka semakin lama kamu dapat menggunakan baterai ini sebelum di charge ulang. Contoh 2500mAh atau 2100mAh.
  • Voltase (V): Ini merupakan nominal voltage atau voltase umum saat baterai di gunakan. Ini tidak terlalu penting selama angka yang tercatat adalah 3.7 volt. Jika di bawah ini maka hati-hati, mungkin tidak cocok untuk mod kamu.
  • Ampere (A): Ini menentukan berapa arus yang dapat disuplai oleh baterai. Semakin tinggi maka watt bisa semakin tinggi. Untuk mechanical mod semakin besar ampere baterai maka semakin kecil ohm coil yang bisa kamu gunakan.

Masalahnya adalah … label ini belum tentu dicetak dengan akurat. Masing-masing produsen mempunyai pengukuran sendiri dan ini bisa membuat bingung pembeli.

VapingJKT menggunakan CDC/CDA

Bayangkan sebuah baterai yang penuh (4,2 volt). Baterai ini kemudian digunakan secara terus menerus sampai habis (tidak berhenti, tidak ada jeda).

Selama dikuras sang baterai seharusnya menyediakan ampere secara konstan tanpa naik turun, contohnya 15 ampere. Inilah yang disebut dengan Continuous Discharge Ampere atau Continuous Discharge Current.

Pulse Discharge di sisi lain adalah penggunaan baterai yang hanya sesekali, misalnya digunakan 5 detik lalu stop atau digunakan setiap 1 menit selama 10 detik.

Masih bingung? Kita pakai contoh yang lebih sederhana.

Orang secara rata-rata bisa lari cepat selama 20 detik dari titik A ke titik B. Orang tersebut akan lari sekencang yang dia bisa dengan kecepatan penuh selama 20 detik, misalnya 25km/jam.

Tapi bisakah kita minta orang tersebut lari dengan kecepatan yang sama selama 20 menit? Orang tersebut bisa berusaha, tapi kita tahu setelah 2-4 menit, kecepatan dia akan menurun sampe ke titik konstan, misalnya hanya 15km/jam.

Lari cepat dan singkat = Pulse discharge. Lari maraton = Continuous Discharge Ampere (CDC/CDA).

Kita ambil sebuah contoh baterai VTC 6.

CDC/CDA dari VTC 6 adalah 15 ampere. Artinya sang baterai akan kuat memberikan 15 ampere dari awal baterai penuh sampai habis secara stabil. VTC 6 juga bisa dipaksa mengeluarkan 40 ampere, tapi hanya bisa bertahan beberapa detik lalu langsung drop.

Kebanyakan baterai yang kamu temukan akan memasang 40 ampere di label baterai mereka, dan bukan 15 ampere.

Tapi bro gua pake vape cuma beberapa detik ga di tahan terus. Aman dong?

Saya tanya balik, kalo kepencet tidak sengaja dan kamu tidak sadar bagaimana?

Ketika baterai dirancang untuk mengeluarkan 15 ampere secara konstan dipaksa mengeluarkan 40 ampere, maka di awal baterai akan mencoba untuk melakukannya (ingat sang pelari kita).

Tapi seiring baterai ini berusaha voltage, baterai akan turun karena tidak kuat. Selain itu suhu baterai akan naik terus karena baterai bekerja dengan sangat berat. Voltage turun drastis dan suhu naik adalah dua musuh utama baterai.

Baterai bisa memasuki tahap thermal runway dan pada akhirnya bocor dan meledak.

Mengapa Pulse Discharge/Max Tidak Berguna

Balik lagi ke pelari kita. Saya bisa bilang bahwa saya mampu berlari 25km/jam. Tapi ini karena saya hanya berlari 20 detik. Sedangkan orang lain bilang mereka bisa 35km/jam, tapi sebenarnya hanya untuk 5 detik saja. Yang lain bilang hanya bisa 10km/jam tapi mereka berlari selama 10 menit.

Bagaimana caranya menentukan secara standar siapa bisa berlari dengan kecepatan berapa?

Ini juga yang terjadi di baterai. Produsen A bilang 30A, produsen B bilang baterai mereka 40A. Tapi bagaimana cara ukurnya? Satu detik? Terus menerus? Satu menit? Jika kita tidak punya data ini maka pengukurannya akan percuma.

Bisa saja produsen baterai bilang baterai mereka 50A, tapi ternyata hanya untuk 1 detik saja. Ya bagaimana pakainya? Masa iya pencet tombol 1 detik doang. Faktanya adalah mereka tidak pernah memberitahukan cara mereka mengukur pulse atau max.

Jadi cara standar untuk mengukurnya adalah menghajarnya terus menerus sampai baterai habis. Sekali lagi ini namanya adalah Continuous Discharge Current/Ampere.

Catatan: Jika tidak ada keterangan ampere apa-apa, maka kita akan asumsikan bahwa itu adalah CDC yang tercetak di baterai.

Ketika Baterai Kita Paksa Bekerja Keras

Kita bayangkan sebuah mod regulated satu baterai. Kita set 85 watt dan menggunakan baterai CDC 10 A.

Ketika firing button di tekan, maka baterai akan diminta sebanyak 26 ampere (85W/4,2V). Baterai akan berusaha sekuat tenaga memberikan 26 ampere, voltase turun langsung dari 4,2 volt ke 3,4 volt. Dari sisi vaper tidak terjadi apa-apa, mod firing bahkan joss dan kamu vape dengan enak.

Belasan exhale selanjutnya. baterai 10 Ampere ini terus diminta 26 ampere, dan voltase drop lebih jauh lagi ke 3,1V. Munculah peringatan weak battery di mod, karena kebanyakan mod akan berhenti menembak setelah voltase baterai di bawah 3,2 volt. Kamu pun bingung, baru belasan exhale kok baterai sudah weak, baterai saya sudah rusak?

Bukan bro, itu namanya voltage sag. Kamu menarik ampere lebih banyak dari yang baterai bisa berikan dalam jangka panjang. Voltage akan turun drastis secara tidak normal.

Voltage Drop

Kamu charge ulang dan vape lagi, charge lagi, vape lagi dan tidak sampai 1 minggu baterai rusak. Karena kamu sedang memberikan beban luar biasa tinggi kepada baterai. Baterai bisa rusak atau bahkan bocor.

Untungnya ini regulated mod, kamu diberikan peringatan dan tidak akan firing. Di mechanical mod, tidak ada peringatan, baterai bisa bocor secara instan karena tidak ada pengaman.

Ketika Baterai Disuruh Bekerja Sesuai Spesifikasi

Jika kamu suka vape dengan 60 watt maka rumusnya adalah :

Watt yang diinginkan/jumlah baterai/3,2 volt

Maka sesuai rumus: 60W/1 Baterai/3,2V = 18.75A.

Kemudian kamu membeli baterai VTC 5A yang mempunyai CDC 25A.

Kamu menarik 18.75A dari baterai yang sebenarnya kuat sampai 25A. Apa yang terjadi? Dari baterai penuh sampai baterai habis kamu terus bisa menarik 60 watt, sampai titik terakhir. Voltase memang terus turun seiring dipakai, namun penurunannya lambat dan stabil, tidak tiba-tiba jatuh ke 3,2 volt. Suhu baterai pun dingin karena tidak bekerja keras.

Kamu lihat baterai kamu tinggal sedikit sekali dan memutuskan untuk menarik terakhir. Exhale panjang, smooth dan lalu kamu charge baterai kamu. Baterai pun bertahan lama karena digunakan sesuai spesifikasi.

Ladies and gentleman, inilah yang harus kamu lakukan!

Jadi jangan langsung serta merta percaya bungkus baterai yang bilang 50A. Cari tahu itu continuous discharge atau pulse discharge (yang tidak ada gunanya sama sekali dalam pemakaian jangka panjang).

Sebagai panduan CDC tertinggi untuk sekarang adalah 30A dengan kapasitas 1500mAh. Baterai yang klaim punya 50A dengan kapasitas 3000mAh kemungkinan besar berbohong.

Membaca Ulasan Baterai VapingJKT

Blackcell 50A

Kamu bisa lihat kolom manufaktur, ini adalah spesifikasi yang diklaim oleh sang produsen baterai.

Pada contoh di atas Blackcell 50A, mereka bilang kapasitasnya 3100mAH dan ampere sebesar 50A. Sedangkan ketika diuji hasilnya menunjukkan 3000mAH dan hanya 15A.

Jadi jangan coba-coba menggunakan coil 0.1 di mechanical mod karena baterai tidak akan kuat lama dan bisa bocor.

Di bagian bawah kamu bisa melihat rekomendasi VapingJKT:

  • Max watt x baterai. Jika kamu menggunakan mod dengan 1 baterai dengan baterai Blackcell maka watt maksimum yang aman dan tidak menyiksa baterai adalah 48 watt (lihat tabel atas). Jika mod kamu 2 baterai maka watt maksimum adalah 96 watt. Jika 3 baterai? 144 watt.
  • Di regulated mod coil kamu tidak ada pengaruhnya! Hanya watt yang kamu set saja yang mempengaruhi ampere baterai secara langsung. Jadi perhatikan watt saja, ohm bebas selama mod-nya mampu.
  • Jika kamu pakai mechanical mod 1 baterai dan menggunakan baterai Blackcell, maka ohm terkecil yang bisa kamu gunakan adalah 0.28 ohm. Lebih kecil dari ini (misalnya 0.2 atau 0.16) akan membuat baterai cepat rusak dan berbahaya. Jika kamu menggunakan coil yang lebih besar dari rekomendasi seperti 0.3 atau 0.4 maka itu lebih baik.
  • Rekomendasi ini akan berbeda-beda tergantung seberapa kuat baterai yang di uji.

Kamu tentu saja bisa menarik watt lebih dari rekomendasi VapingJKT, atau menggunakan coil dengan ohm yang lebih rendah. Banyak orang yang menggunakan baterai ampere kecil di mecha dan masih baik-baik saja.

TAPI… itu akan mengurangi pengalaman vaping karena tidak optimal (kurang tenaga), dan membuat baterai lebih cepat rusak. Saya memberikan rekomendasi ini di titik paling aman dan bahkan jika kamu ikuti, yang namanya risiko tetap ada.

Jadi mengapa membuat risiko semakin besar lagi untuk diri kamu sendiri?

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
Hendri SalimRahman Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Rahman
Guest
Rahman

Halo om, mohon maaf kalo melenceng dari batre, pengen nanya soal liquid nih 😀

Pernah nyoba liquid2 emkay ga? Kayak Tiramisu Cream atau King Reserve?
Pengen minta reviewnya hehe

Lagi pengen nyari liquid kopi atau kue kue gitu, ga begitu manis atau bikin cepet eneg, th ya low ke med lah, yg bisa isep panjang hehe, dan yg penting ga bosenin dan harga bersahabat (150k an lah :D)

Makasih om