Baterai Vape Meledak 101 | Featured

Tips & Trick

Mengerti Bagaimana Baterai Vape Bisa Meledak

25 Feb , 2018  

Kamu tentunya pernah mendengar atau melihat berita mengenai vape yang meledak. Tapi sebenarnya apa yang membuat meledak dan bagaimana prosesnya?

Kebanyakan berita tidak mengerti benar prosesnya jadi kita hanya membaca vape meledak, sang vaper kehilangan 3 gigi. Membacanya membuat takut, tapi mau lebih aman bagaimana caranya? Tidak ada informasi jelas mengenai vape yang lebih aman.

Ini membuat saya sedikit greget karena informasinya tidak banyak. Jadi saya putuskan untuk melakukan riset dan membaginya dengan kamu. Mari kita bedah dan menjadi vaper yang lebih aman.

Tapi sebelumnya mari kita lihat sebenarnya seperti apa vape yang sedang meledak (tenang tidak ada korban jiwa serius karena orangnya berhasil melepas di detik-detik terakhir). Link YouTube, ayo lihat dulu saya tunggu ­čÖé

Apa yang Meledak?

Ledakan membutuhkan energi dan satu-satunya yang menyimpan energi besar, seperti yang bisa kamu tebak adalah baterai. Baterai adalah bagian utama dari vape yang menyebabkan ledakan.

Yang kedua adalah mod, namun lebih spesifik lagi mod tanpa vent hole (lubang). Bukan karena mod bisa meledak sendiri namun mod ini mendapatkan tekanan besar dari baterai yang bocor dan karena tidak kuat menahan tekanan, mod pun ikut meledak.

Tapi Bagaimana Baterai Bisa meledak?

Di sinilah prosesnya mulai sedikit rumit. Ledakan vape bervariasi tergantung kepada apa yang terjadi pada baterai.

Penyebab #1: Konslet

Ini berarti kutub positif baterai terhubung langsung dengan kutub negatif. Kasus ini mempunyai banyak variasi namun cenderung cepat bereaksi begitu terjadi. Ada yang dalam 5 detik pertama baterai sudah mengeluarkan ledakan kecil (bisa tidak terdengar) dan mulai bocor, ada yang tanpa ledakan dan mulai bocor setelah 10 detik pertama.

Setelah bocor, baterai akan terus memproduksi cairan dan gas. Jika cairan dan gas ini tidak dapat keluar dengan aman maka bisa ada ledakan susulan yang lebih hebat setelah 1-2 menit.

Faktor Penyebab Konslet Baterai Vape

  • Non Protruding┬ápin
    Protruding Pin Dead Rabbit

    Ini hanyalah ilustrasi, semua RDA Dead Rabbit menggunakan protruding pin. Btw RDA ini recommended ­čÖé

    • Di bawah RDA ada sebuah pin yang menonjok keluar bukan? Kalo pin ini rata maka potensi konslet bisa terjadi. Fungsi dari pin yang menonjol keluar ini adalah supaya tidak menyentuh bagian kutub negatif. Kalo pin nya rata maka negatif bisa bersentuhan langsung dengan kutub positif = Konslet.
  • Kesalahan RDAContoh Insulator
    • Mulai dari insulator yang meleleh menyebabkan positif bertemu langsung dengan negatif, sampai dengan pin 510 yang longgar. Membeli RDA clone akan meningkatkan resiko ini dengan sangat besar.

Penyebab #2: Over Discharge

Setiap kali kamu menekan tombol mod kamu, baterai akan mengalami discharging (isi baterai berkurang). Setiap baterai mempunyai batas titik terendah yang rata-rata berada di 2.5 Volt (ingat baterai sewaktu penuh itu 4.2 Volt). Ini berguna untuk menjaga umur baterai dan keselamatan.

Di regulated mod, kamu akan mendapatkan peringatan battery low jika ini terjadi. Tetapi di mechanical tidak ada peringatan seperti ini. Kamu dapat menguras baterai terus di bawah 2.5 volt (walaupun rasa dan cloud yang dihasilkan akan sangat-sangat tipis sekali).

Jika kamu terus melakukan over discharge ada dua skenario yang akan terjadi:

  1. Baterai tidak akan dapat di charge, karena voltase baterai terlalu rendah. Ada beberapa charger yang bisa menyembuhkan baterai seperti ini, namun walaupun bisa balik lagi, kondisi baterai tidak akan sama dan sebaiknya diganti.
  2. Tembaga yang ada di baterai dapat melebur ke dalam elektrolit. Tembaga yang melebur ini juga dapat menempel kepada anode dan menyebabkan dendrites. Dendrites ini bisa menyebabkan konslet di dalam baterai.

Penyebab #3: Over Current Discharging

Inilah yang cukup umum terjadi dan saya membutuhkan kamu untuk benar-benar membaca bagian ini dengan seksama. Ini kesalahan yang paling sering saya temukan karena kurangnya pengertian terhadap cara kerja baterai.

Kamu cukup mengingat satu rumus sederhana ini

I (ampere baterai) = V(voltase baterai)/R (resistance coil)

Contoh kasus mechanical mod satu baterai dengan coil 0.15 ohm

  • I = 4,2 Volt (baterai penuh)/0,15 ohm
  • I = 28 A

Ini berarti kamu akan membutuhkan baterai dengan kemampuan 28A. Mudah bukan?

Kamu mungkin mengatakan “oh baterai saya 30A berarti saya aman”. Tunggu dulu. Banyak distributor baterai yang menaikkan rating baterai mereka tanpa standar yang jelas. Ada yang bilang 40 Ampere, ada yang bilang 50 Ampere.

Faktanya adalah pertanggal tulisan ini dibuat hanya ada satu baterai 18650 dengan kemampuan 30A dan itu adalah LG HB (versi 2,4,6). Sony VTC 4 bahkan tidak mempunyai kemampuan CDC 30A.

Baca Juga: Memilih Baterai Vape yang Aman

Kamu perlu mengerti bahwa baterai 20A dapat memenuhi kebutuhan ampere yang lebih besar seperti 25 A atau bahkan 30 A dalam waktu singkat. Ini cocok dengan vape bukan, karena kita hanya menekan sebentar ketika kita vape.

Memang benar, tapi bagaimana jika kasus di bawah ini terjadi?

Kasus Over Current Discharging

Kasus #1: Mod tertekan secara tidak sengaja

Di beberapa detik pertama baterai kamu masih kuat, namun puluhan detik selanjutnya baterai 20A sudah tidak dapat lagi menahan beban 28A. Sehingga baterai mulai panas dan memasuki thermal runaway (penjelasan ada di bawah) . Dua menit kemudian baterai mengalami kebocoran dan boom!

Apa yang terjadi jika kita menggunakan LG HB 30A dan tetap tertekan (auto firing)? Baterai akan kuat menyuplai ampere yang dibutuhkan (28A), sehingga tidak bocor. Namun memang kapas akan kering dan terbakar, coil pun bisa meleleh. Jika coil meleleh maka tidak akan terjadi koneksi. Kamu mungkin kembali dan menemukan mod kamu panas sekali tapi tidak ada bocor dan ledakan.

Ini mengapa kamu harus menghitung ampere sesuai coil kamu dan mencari baterai yang kuat!

Oh iya dalam beberapa kasus ketika kapas sudah kering dan terbakar, panas dari coil juga dapat melelehkan insulator di RDA. Jika insulator meleleh maka konslet bisa terjadi. Bye bye!

Kasus #2: Ada bungkus baterai yang sobek

Auto Firing Mech Mod

Jika kamu menggunakan baterai dengan pembungkus yang sobek maka sebaiknya kamu ganti secepatnya. Dikebanyakan mechanical mod, sang body mod berfungsi sebagai konduktor dan jika bungkus baterai yang sobek menempel dengan mod maka sirkuit tertutup akan tercipta. Artinya apa? Artinya mod kamu akan firing tanpa kamu tekan.

Balik lagi ke kasus di atas, kalo auto firing dan baterai kamu tidak kuat, bisa bocor dan meledak.

Kasus #3: Polaritas Baterai terbalik ketika dipasang

Di mechanical mod salah pasang baterai juga dapat menyebabkan baterai bocor dan meledak. Ketika kamu menaruh baterai terbalik maka resistansi coil akan menjadi sangat kecil mendekati 0. Ini seperti menggunakan coil 0,01 (tidak akurat, namun untuk memberikan kamu gambaran saja).

Kita masukan rumusnya lagi

  • I = 4,2/0,01
  • I = 420 A (rata-rata baterai hanya mempunyai 20A)

Yang terjadi adalah secara instan baterai akan memasuki thermal runaway, mulai bocor dan meledak.

Regulated Mod Sebagai Mod Yang Lebih Aman

Saya harap kamu sekarang sedikit takut, karena memang harusnya begitu. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan tentang baterai jika kamu ingin aman. Berita baiknya adalah regulated mod (mod dengan layar dan pengaturan) sudah menjaga ini semua:

  1. Konslet: Layar akan menunjukan peringatan “short” dan tidak akan firing
  2. Over Discharge: Layar akan menunjukkan weak battery dan tidak akan firing
  3. Over Current Discharge: Layar akan menunjukkan weak battery dan tidak akan firing
  4. Tidak sengaja tertekan: Kebanyakan mod akan berhenti otomatis setelah 10 detik firing.
  5. Memasang baterai kebalik: Kebanyakan mod regulated akan memberikan peringatan wrong battery.
  6. Kesalahan lain: Di beberapa mod seperti DNA 250, akan ada sensor panas di bagian board. Jika terlalu panas maka board akan otomatis stop untuk mencegah board meleleh.

Apa Itu Thermal Runaway

Baterai Lithium yang kita gunakan di vape mempunyai karakteristik unik yang disebut Thermal Runaway. Ini adalah proses di mana suhu akan terus naik karena panas.

Jika baterai mulai hangat maka diamkan saja, baterai akan dingin lagi bukan? Namun jika kamu mencapai titik panas tertentu dan kamu diamkan panas ini tidak akan turun, melainkan naik terus dan terus dan terus (positif feedback loop).

Ketika kamu melakukan berbagai kesalahan yang saya sudah jabarkan di atas, maka penjahatnya hanya ada satu yaitu panas.

Kesalahan yang kamu lakukan sengaja atau tidak sengaja akan menyebabkan panas. Kalo kamu cepat tangani maka panas akan turun, tapi jika kamu tidak tangani secara cepat maka baterai dapat memasuki thermal runaway dan jika ini terjadi tidak ada lagi yang kamu bisa lakukan selain lari.

Begitu baterai sudah terlalu panas dan memasuki thermal runaway maka selanjutnya cairan dan gas akan tercipta, terus menerus mendesak keluar baterai. Akhirnya casing baterai tidak akan kuat dan pecah.

Terkadang pecah ini disertai ledakan atau cuma bocor saja. Setelah bocor, proses ini akan tetap berlanjut terus dan terkadang energi yang terkumpul tidak dapat keluar dengan cepat dari celah baterai yang bocor sedangkan energi yang tercipta cukup besar. Jika ini terjadi maka baterai akan meledak cukup besar.

Bayangkan kamu mempunyai sebuah mechanical mod, baterai di dalamnya sudah bocor dan reaksi kimia terus terjadi. Tapi mechanical mod kamu cukup tebal dan tidak ada bolongnya. Kamu tidak akan bisa tahu bahwa di dalamnya sedang terjadi kebocoran.

Cairan dan gas ingin keluar dari mod tapi tidak bisa, sedangkan mereka terus tercipta. Tekanan di dalam mod terus tercipta dan semakin kuat. Sampai di titik mod kamu tidak bisa lagi membendungnya dan kaboom! Ini mengapa penting untuk membeli mechanical mod dengan vent holes (lubang).

Jika mod mempunyai vent hole, maka gas dan cairan bisa keluar. Jika cairan dan gas bisa keluar dengan lancar maka tidak akan ada tekanan yang terbangun dan kamu bisa menunggui proses reaksi kimia sampai benar-benar selesai dan lalu membuangnya dengan aman. Ya dibuang!

Pernah Mendengar Pipe Bomb?

Pipe Bomb

Kamu pernah mendengar pipe bomb? Ini adalah tipe bom yang bentuknya mirip mechanical mod. Tebak apa lagi yang mirip? Cara kerjanya ketika meledak.

Ledakan di dalam pipe bomb akan menciptakan tekanan yang sangat besar. Ketika casing luar sudah tidak kuat menahan tekanan ini maka pipe bomb akan meledak. Tapi ini bukan bagian paling menyakitkan. Casing luarnya akan pecah berkeping-keping, kepingan ini akan kemudian terbang dengan kecepatan tinggi dan melukai siapapun yang cukup dekat.

Jika tidak hati-hati mechanical mod kamu pada dasarnya adalah sebuah pipe bomb.

Skenario Umum Mechanical Mod meledak:

  1. Baterai menjadi panas karena berbagai macam kesalahan yang saya sudah jabarkan.
  2. Baterai memasukkan thermal runaway dan mulai mengeluarkan cairan serta gas.
  3. Casing baterai sudah tidak kuat menahan tekanan, akhirnya meledak kecil atau bocor.
  4. Kamu mungkin tidak menyadari ini karena baterai di dalam mod.
  5. Cairan dan gas terus menerus dihasilkan dan mengisi bagian dalam mod.
  6. Tekanan mulai terbangun di dalam mod, tapi cairan dan gas tidak dapat keluar dari mod. Jikapun keluar, terlalu lambat sedangkan produksi terlalu cepat.
  7. Mod tidak mampu lagi menahan tekanan dan akhirnya meledak.

Saya tidak bisa menekankan lebih serius lagi bagaimana penggunaan baterai dan mechanical mod adalah sesuatu yang penting.

Cukup sedih ketika melihat anak SMP masuk ke dalam toko vape dengan membawa VGOD clone mereka. Alasan kenapa belum meledak hanyalah karena kebetulan mereka belum melakukan kesalahan. Tapi ingatlah dengan hukum Murphy “Sesuatu yang bisa terjadi, akan terjadi”.

Saya akan dengan senang sekali menjawab pertanyaan kalian lewat komentar di bawah. Mari tambah pintar, mari edukasi teman-teman kita dan menciptakan pengalaman vape yang aman! Bagikan artikel ini kepada teman kamu yang masih menggunakan mechanical mod namun tidak mengetahui seluk beluknya.


Leave a Reply

13 Comments on "Mengerti Bagaimana Baterai Vape Bisa Meledak"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
wisma
Guest

malam om, cara kita supaya bisa mengantisipasi supaya tidak terjadi konslet bagaimana ya om? jadi bisa antisipasi dahulu bahaya juga soalnya om hehe
mohon jawabannya ya om

Seto
Guest

Bab insulator pasti datang dari cerita saya yang sangat menginspirasi ya kang hahaha :p

Btw, insightful banget artikelnya! Semoga tidak lelah menulis artikel2 berkualitas seperti ini. Jaya selalu Vapingjkt!

Rey
Guest

Mau nanya bro, skrg sya pake mechanical. Kan banyak yg bilang klo pake mecha itu batrenya jgn sampe habis bgt, nah sya suka langsung charge si batrenya seudah d pake dengan daya yg menurut saya skitar 50%. Pertanyaannya apakah gpp kalo batre sering di charge? ­čśČ

pauwong
Guest

cara pencegahan untuk thermal run away gimana ya?apa pake feeling aja kalo udh berasa panas henti sejenak ?mohon pencerahannya

pauwong
Guest

maaf. kalo melenceng dari article ini kalo charger nitecoreq2 itu otomatis henti ketika 4.2 atau manual kita sendiri yang cabut. kalo boleh tau kawat jenis ma mm apa yang cocok untuk promech 2 baterai nya vtc4.ty

Fez
Guest

Permisi om numpang mencari ilmu, mau tanya gimana ya caranya mengetahui kalau batrai sudah mau habis di mechanical mod, terima kasih om

wpDiscuz