Pod Sering Gosong

Mencegah Coil Cepat Gosong di Pod System

Hendri Salim Pod, Tips & Trick 20 Comments

Banyak dari kamu yang menanyakan coil sudah tidak terasa enak dalam 4 hari dan gosong. Apakah ini normal? Adakah cara untuk mengatasinya?

Hari ini kita akan belajar mengenai penyebabnya dan juga mencegahnya. Tapi jika sudah gosong maka tidak ada cara lain selain menggantinya.

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Dalam Coil

Coil yang ada di pod pada dasarnya sama dengan coil yang ada di RDA/RTA, terdiri dari kapas dan lilitan coil.

Ketika kapas yang basah ini dipanaskan maka seiring waktu kapas akan menghitam dan gosong. Kapas menjadi coklat karena karamelisasi akibat pemanis di dalam liquid.

Bagian kapas yang menempel langsung dengan coil adalah bagian pertama yang mengalami karamelisasi. Jika kamu pernah memanaskan gula di atas wajan maka kamu akan tahu bahwa pada akhirnya gula akan berubah menjadi karamel, lalu hangus dan menjadi kerak.

Kerak ini lah yang akan muncul dan menempel di kapas yang paling dekat dengan coil. Di sinilah masalah mulai muncul.

Yang pertama karena ada kerak antara kapas dan coil (perhatikan bahwa kerak ini mungkin tidak terlalu kelihatan karena terjadi dalam skala yang kecil), maka liquid tidak dapat menembus kapas dengan sempurna.

Liquid yang diuapkan menjadi lebih sedikit dan disinilah penyebab penurunan rasa. Ingat bahwa kerak menghalangi liquid untuk diuapkan oleh coil.

Seiring waktu bagian kapas lainnya akan mengalami penurunan daya serap karena panas dan pemakaian. Ini juga menyebabkan jumlah liquid yang ada dapat ditampung kapas menurun, sedangkan panas yang dikeluarkan oleh coil masih relatif sama.

Ketika jumlah liquid yang ada di kapas mulai menurun dan menerima panas, maka lama-lama kapas akan mulai gosong. Ketika gosong daya serap kapas kembali menurun dan kamu akan menghadapi situasi dimana rasa menurun tajam dan rasa gosong terasa di mulut.

Di titik ini lah kamu seharusnya mengganti coil kamu.

Berapa Umur Coil Pada Umumnya?

Mengukur umur coil dengan hari sebenarnya tidak akurat, karena pemakaian orang berbeda-beda. Tapi dengan pengamatan selama setahun ke belakang, saya bisa mengatakan bahwa terlepas dari mereknya umur coil pod rata-rata bertahan antara 4-6 hari untuk performa optimal.

Lebih dari ini rasa mulai turun dengan signifikan dan bahkan sudah gosong.

Cara mengukur yang lebih akurat adalah dengan menggunakan jumlah liquid seperti misalnya 1 coil bertahan untuk 10ml salt nic.

Kamu sebaiknya mengukurnya sendiri. Misalnya di coil baru kamu menghabiskan 12ml salt nic sebelum terasa gosong dan ini terjadi dalam 4 hari.

Jadi ketika suatu saat kamu sedang berlibur dan coil gosong dalam 2 hari maka kamu bisa mengukur, apakah dalam 2 hari ini kamu sudah menghabiskan 12ml?

Bisa saja dalam 2 hari kamu puff 2x lebih banyak, namanya juga liburan ya kan. Jadi tidak aneh kalo coil pertama gosong dalam 4 hari dan coil satunya bertahan dalam 2 hari saja. Ini bukan masalah hari, ini masalah berapa banyak salt nic yang sudah kamu habiskan.

Priming – Langkah Penting Untuk Menjaga Umur Kapas.

Sebenarnya coil dapat bertahan lama sekali, sekitar 2-4 minggu. Yang membuat gosong dan rasa turun secara umum adalah kapas.

Kapas RDA/RTA yang umum beredar seperti cotton baccon adalah kapas yang kuat. Tapi kita tidak tahu kapas apa yang digunakan di dalam coil pod, bisa saja sebuah kapas yang memiliki kualitas lebih rendah. Jadi kita perlu melakukan priming.

Singkat kata priming adalah proses untuk membasahi kapas secara merata sebelum pertama kali digunakan.

Kapas yang kering dan belum pernah digunakan akan menyerap liquid dengan lebih lama. Namun setelah dibasahi, kecepatan penyerapan liquid akan lebih cepat, ini juga terkadang disebut sebagai break-in.

Jadi bagaimana caranya melakukan priming?

  1. Isi catridge pod baru dengan liquid salt nic
  2. Tutup lubang air flow dengan tangan
  3. Hisap secara normal (namun tarikan lebih panjang sedikit) sebanyak 10x tanpa menyalakan pod. Jika pod menggunakan draw-activated, maka lakukan ini di catridge saja tanpa memasangnya ke pod.
  4. Diamkan 10 menit.

Yang akan terjadi adalah kamu akan memaksa liquid untuk masuk ke dalam coil. Dengan mendiamkan selama 10 menit kamu memastikan proses break-in sudah dimulai.

Selanjutnya pasang pod, dan lalu gunakan. Tapi disepuluh tarikan pertama kamu sebaiknya menggunakan watt terendah, menariknya dengan singkat, dan memberikan jeda yang lama antara tarikkan.

Walaupun coil sudah basah, namun break-in belum lah selesai. Dengan menarik pendek dan memberikan jeda, kamu sedang menyelesaikan proses break-in.

Dalam proses break-in ini kapas belum dapat menyerap dengan kecepatan penuh, jika kamu langsung hajar maka liquid belum terserap dengan cepat, namun kapas sudah dipanaskan.

Hindari Menggunakan Coil dengan Kapas Terbakar

Terkadang kamu merasakan kapas terbakar, namun kamu isi lagi dengan liquid dan rasaa gosong mulai hilang.

Saran saya adalah jangan lakukan ini.

Ketika kapas sudah terbakar maka sudah muncul zat yang berbahaya dan zat karsinogen (pemicu kanker). Walaupun sudah tidak terasa gosong dengan menambah liquid, namun zat tersebut sudah muncul dan kamu tidak ingin zat-zat tersebut masuk ke dalam tubuh kamu.

Karsinogen umumnya terbentuk pada bahan-bahan yang terbakar. Seperti kapas yang terbakar, sampai dengan bagian daging dari sate yang terbakar sehingga menjadi sangat hitam seperti arang.

Beri Jeda Yang Cukup

Pod system tidak diciptakan untuk digunakan seperti kereta api.

Beri jeda yang cukup antara satu puff dengan puff yang lain. Ini akan memberikan cukup waktu bagi kapas untuk kembali tersaturasi dengan liquid. Secara umum ini akan membantu menjaga umur coil dengan lebih baik.

Jika kamu tidak dapat menahan untuk terus vape, maka mungkin kamu butuh mod dan RDA, bukan pod.

Perhatikan Bubble Trap di Coil Kamu

Beberapa pod dengan jenis coil yang menggunakan tube stainless dapat mengalami bubble trap.

Ini terjadi ketika kamu hisap muncul sebuah gelembung udara tepat di pintu masuk liquid ke kapas. Gelembung udara ini akan menghambat liquid masuk ke dalam coil.

Saya menemukan ini terjadi di beberapa pod seperti Orion DNA GO Plus (ulasan menyusul yah).

Sayangnya gelembung udara ini sangat kecil dan terkadang tidak terlihat. Untungnya beberapa coil memiliki 2-4 lubang, sehingga jika satu lubang tertutup oleh gelembung udara, kamu masih memiliki lubang lainnya. Namun gelembung udara ini juga sangat mungkin menutup lebih dari 1 lubang.

Cara mengatasinya adalah dengan mengocok pod kamu dengan keras. Kamu juga dapat mencabut catridge dari pod dan lalu menghisapnya, tapi jangan lakukan ini terlalu keras atau coil akan banjir dengan liquid dan berujung spitback.

Ketika Teknologi Dapat Membantu

Beberapa pod seperti DNA Go atau Vaporesso Degree mempunyai fitur untuk mencegah pod firing ketika liquid sudah menipis. Ini dapat membantu memperpanjang umur coil dengan memastikan liquid berada di level yang cukup.

Low E Liquid

Jika kamu tidak menggunakan dua pod yang saya sebutkan, pastikan saja pod selalu memiliki liquid.

Faktor Apes … Lagi

Sekali lagi, kamu bisa saja apes. Karena dari puluhan atau bahkan ratusan ribu coil yang diciptakan ada beberapa yang cacat. Bisa jadi kapas yang ada di coil baru kamu tidak memiliki daya serap yang baik dan mengakibatkan gosong.

Kalau sudah begini, ya satu-satunya cara adalah membeli coil baru.

20
Leave a Reply

avatar
10 Comment threads
10 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
12 Comment authors
veriA. Gaffar RizkillahRazaBoimAditya Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Anugrah
Guest
Anugrah

Dituinggu om review orion plus nya. Punya saya baru dateng sminggu yg lalu. Trimakasih

Reza Rianto
Guest
Reza Rianto

Informasi yg sangat bermanfaat disaat market dibanjiri pod system hhe

Harun
Guest
Harun

Pemanis pemanis pemanis sarangnya goil gosong haha. Btw om kalo gunky (ga tau salah apa bener penulisanya) itu dari apa ya om? Bahkan pernah saya pake pod pake salah satu liquid itu kaya ngerebus air. Setelah beberapa puff baru sehat.
Btw nih om selain buat keperliar review, om punya pod andalan ga buat EDC?
Gelar tikar sambil nunggu review liquid bulanan xD

abdi
Guest
abdi

om saya pakai artery pal 2 pro coil baru ganti 1 hari udah berasa gosong saya ganti lagi tetap aja sama saya main di 10 watt.
apakah liquid juga bisa mempengaruhi?

Muchamady
Guest
Muchamady

om hendri, info dong yg jual vtc 5a oten

Farhansyah
Guest
Farhansyah

Kalau tidak mau hisap gaya kereta api, baiknya pakai nic 50mg biar rasa kepingin juga tertahan dengan tendangan nic nya, ada dose bacco nilla, solace dsb, selain irit liquid, irit beli coil, dan juga irit dikantong, satu lagi pastinya gunakan saltnic di pod only ya bre, settingan pod saya main di 7-8 watt, 1 ohm reg coil pod Artery Pal 2 pro () kira2 di hari ke 12 baru ganti coil.

Aditya
Guest
Aditya

Om, saya barusan coba ceramic NORD coil 1.4 Ohm di SMOK Fetch. Nunggu sesi priming 30 menit, pas dicoba rasanya gak enak banget, burnt taste. Ditunggu 6 jam baru ada rasanya keluar. Itupuun dikit. Nunggu sehari, rasanya sedikit juga. Apa memang ceramic Nord coil rasanya fail? Om Hendri udah nyoba belum?

Boim
Guest
Boim

Bikin list rekomendasi liquid freebase untuk pod system dong om. Kalo saltnic kan pasti bisa. Tapi kalo freebase kan kita harus nyari yg 60:40 atau 50:50 dan kadang suka ga tau liquid apa aja yg rasionya sgt. Kalo rasio liquidny sesuai kan coil juga aga awet.

Raza
Guest
Raza

Coba aja grappy dari emkay brewer. Itu freebase 50:50

A. Gaffar Rizkillah
Guest
A. Gaffar Rizkillah

Udah berkali-kali balik ke web ini, review-reviewnya asik buat dibaca, ilmu-ilmunya padat dan jelas, dan gaya bahasanya gak ngebosenin. Good job sir!

Btw, ada rencana buat bikin review tentang C2MNT gak om?

veri
Guest
veri

om review orion plus dong