Mechanical vs Regulated | Featured

Tips & Trick

Mechanical Mod vs Regulated Mod, Apa Bedanya? Pilih Yang Mana?

12 Nov , 2017  

Saya masih menemukan orang yang bingung dengan Mechanical Mod vs Regulated Mod. Beberapa mengatakan Mech Mod lebih enak (hit harder), sedangkan yang lain merasa Mech Mod adalah bom berjalan yang bisa meledak kapan saja.

Lewat artikel ini saya akan membedah keduanya sehingga kamu bisa lebih mengerti dan menemukan mod yang cocok untuk kamu,

Ronde Flavor/Rasa: Pemenangnya Regulated Mod

Rasa yang kamu dapatkan bergantung kepada banyak faktor, mulai dari airflow, RDA, koil dan juga power/tenaga/watt yang dikeluarkan oleh mod. Nah power atau tenaga ini bertugas untuk memanaskan coil. Kurang, maka rasa juga akan berkurang. Terlalu banyak maka bibir bisa terbakar dan dry hit.

Mempunyai tenaga/watt yang pas adalah kuncinya. Tidak terlalu lemah (cool vape) dan tidak terlalu kuat (hot vape) adalah sesuatu yang kamu inginkan.

Tapi berapa watt yang pas?

Ini bergantung kepada selera namun sebagai panduan saya biasanya menggunakan setting seperti di bawah ini:

  • 0.1ohm 75-100 watt
  • 0.2ohm 65-90 watt
  • 0.3ohm 55-80 watt
  • 0.4ohm 45-70 watt
  • 0.5ohm 35-60 watt

Preferensi kamu mungkin sedikit berbeda, tapi kebanyakan dari kamu akan setuju dengan panduan di atas.

Untuk melihat bagaimana perbedaan dari Regulated Mod vs Mechanical Mod, maka kita akan memakai contoh kasus berikut:

  1. Simple dual coil Kanthal
  2. Build total 0.3 ohm
  3. Baterai yang digunakan adalah 20A CDC
  4. Watt yang akan dipakai adalah 70 Watt (warm vape)
  5. Atomizer, kapas, liquid menggunakan merek yang sama untuk kedua mod (Regulated Mod dan Unregulated mod)

Jadi satu-satunya yang berbeda adalah mod, sisanya kembar identik. Mohon diketahui, percobaan ini menggunakan asumsi bahwa watt yang optimal untuk 0.3 Ohm adalah 70 watt. Pada prakteknya kamu mungkin menyukai 60-65 watt atau bahkan 75 watt. Ini tidak masalah karena yang saya coba buktikan adalah sisi tenaga/watt.

Simulasi Regulated Mod

Setelah semua mod dan perlengkapannya siap dipakai, kita set watt di angka 70. Baris paling atas adalah saat baterai penuh (4.2V), semakin ke bawah baterai akan habis. Ini ditunjukkan oleh voltase yang terus turun seiring di pakai. Voltase 3.5 adalah angka di mana kita anggap baterai sudah habis dan siap di charge ulang.

Cara baca tabel: Coil 0.3 ohm, pada saat baterai penuh (4,2V), mod menarik 17 ampere dari baterai dan menghasilkan 70 watt (target kita). Pada saat baterai mulai terkuras (3,9V), mod menarik 18 ampere dan menghasilkan 70 watt, dan seterusnya.

Regulated Mod Chart

Catatan:

  • Battery Volt akan turun seiring digunakan.Sekitar  4.2 Volt waktu penuh, dan 3.5 Volt jika sudah habis.
  • Ampere akan naik seiring pemakaian, karena Regulated Mod mencoba untuk menjaga watt tetap sama (di angka 70 watt).
  • Volt terus turun (tidak dapat dihindari seiring pemakaian), namun untuk mengkompensasi, mod menarik lebih banyak ampere. Hasilnya adalah dari baterai penuh sampai habis kamu tetap mendapat 70 watt.
  • Walaupun saya menyertakan ohm, namun di Regulated Mod, coil tidak mempunyai pengaruh apa-apa terhadap voltase, ampere, dan wattage.

Simulasi Mechanical Mod

Baterai kita isi penuh dengan asumsi 4.2 volt (walaupun akan ada faktor lain seperti efisiensi yang sebenarnya tidak akan memberi kamu murni 4.2 volt, tapi kita anggap tidak ada untuk keduanya).

Mechanical Mod Chart

  • Pada saat baterai masih penuh, watt yang dihasilkan adalah 59 watt. Tidak berhasil mencapai target 70 watt. Ingat bahwa 59 watt untuk coil 0.3ohm tetap dapat diterima oleh beberapa orang. Namun target awal kita adalah 70 watt.
  • Battery Volt turun seiring digunakan. 4.2 Volt waktu penuh, dan sekitar 3.5 Volt jika sudah siap untuk di charge ulang.
  • Ampere terus turun juga karena tidak ada komponen elektronik yang menarik lebih banyak, ingat ini adalah Mechanical Mod tanpa ada komponen elektronik.
  • Hasilnya adalah watt semakin turun seiring pemakaian. Ketika baterai sudah mau habis Mechanical Mod hanya akan mengirimkan 41 watt ke koil. Pada saat ini, 41 watt terbilang kurang untuk memanaskan coil 0.3 sehingga cloud dan flavor mulai menurun.
  • Jika kamu punya Regulated Mod kamu dapat mencoba memasang koil 0.3 dan menurunkan watt ke 41, kurang lebih seperti itu lah rasanya Mechanical Mod disaat baterai sudah mau habis.

Kesimpulan:

  • Dalam kondisi awal yang sama (baterai penuh dengan coil 0.3 ohm), Regulated Mod mampu menghasilkan 70 watt (target awal kita), sedangkan Mechanical Mod akan menghasilkan 59 watt. Ini berarti regulated akan memberikan tenaga untuk memanaskan coil lebih banyak, yang menyebabkan lebih banyak flavor dan cloud.
  • Seiring vape digunakan voltase baterai akan turun, namun Regulated Mod akan menarik lebih banyak ampere untuk menahan watt tetap di angka 70. Sedangkan watt yang dihasilkan Mechanical Mod akan turun seiring baterai digunakan,.
  • Jika 70 watt masih di rasa kurang maka kamu dapat menaikkan watt di Regulated Mod yang ujungnya akan dilakukan oleh mod dengan cara menarik lebih banyak ampere dari baterai. Perhatikan apakah ampere baterai kamu cukup!
  • Di Mechanical Mod kamu bisa menaikkan ampere namun dengan cara menurunkan resistansi coil. Misalnya 0.2ohm, sehingga watt yang di dapat adalah 4,2V/0.2ohm = 21A. Watt = 21A*4.2, Watt = 88,2. Namun kamu  harus berhati-hati karena rata-rata beterai hanya kuat di 20A, dan lagipula coil 0,2 juga akan membutuhkan watt yang lebih besar untuk mendapatkan performa yang sama.

Kalau begitu mengapa ada beberapa orang yang merasa mechanical mod lebih enak, atau bagus performanya? Salah satu alasan terbesarnya adalah karena bias manusia dan banyak hal lainnya seperti penggunaan koil, atomizer, atau baterai yang tidak sama ketika membandingkan.

Secara teori dan science, Regulated Mod dapat menyamai dan melampaui Mechanical Mod. Bahkan kamu dapat mengeluarkan 150watt dari Regulated Mod sesuatu yang sulit dilakukan Mechanical Mod biasa.

Power/watt yang dihasilkan oleh Regulated dan Mechanical Mod juga sama jenisnya. Tidak ada power yang lebih berkualitas, atau berbeda. Jika kita berbicara 70 watt maka 70 watt tersebut akan sama saja, baik itu dikeluarkan oleh Mechanical Mod atau pun Regulated Mod.

Regulated Mod mempunyai banyak keleluasaan untuk mengurangi dan menambah watt dengan tombol. Sedangkan Unregulated Mod tidak mempunyai kemampuan ini. Kalo kamu kebetulan cocok dengan watt 59 untuk coil 0.3 ohm maka Mechanical Mod mungkin dapat kamu nikmati.

Bagi saya 59 watt kurang, saya butuh 70 watt (lagi-lagi ini preferensi saya) sehingga Regulated Mod adalah jawabannya.

Ini juga berlaku sebaliknya jika kamu merasa 59 watt terlalu panas (umumnya dialami mereka yang baru terjun ke dunia vape) maka di Mechanical Mod tidak ada yang dapat kamu lakukan, selain menunggu baterai mulai habis dan watt menurun.

Lagi pula beberapa Regulated Mod mempunyai fungsi bypass yang kurang lebih mirip dengan cara kerja mechanical mod, jadi kamu bisa rasa Mecha di Regulated Mod. Walaupun lagi-lagi akan sedikti tidak berguna (pointless).

Saya tidak akan menyalahkan kamu membeli Mechanical Mod, untuk variasi dan coba-coba. Begitu kamu mengerti ohm law maka building mechanical sangat menyenangkan.

Namun jika kamu mencari yang terbaik, untuk koil Alien eksotik kamu dan membutuhkan watt besar untuk ramp-up cepat dan performa yang konsisten dari awal sampai akhir baterai maka Regulated Mod (2 baterai) adalah jawabannya.

Ronde Harga: Pemenang Regulated Mod

Regulated dan Mechanical Mod mempunyai harga yang relatif sama. Ada Mod yang mulai dijual dengan harga 350.000 (sudah sepaket dengan RDA), ada yang dijual sampai 3 juta rupiah.

Namun jika kita berbicara harga terendah dan original maka Regulated Mod lebih terjangkau. Mechanical Mod cenderung menggunakan bahan besi secara keseluruhan, ini membuat harganya lebih mahal. Namun jika kita berbicara clone, maka ada clone seharga Rp 300.000 yang sudah akan memberikan kamu mod dan RDA.

Kamu juga bisa membeli Squonk Mod seperti Druga Squonk atau Athena, dengan harga mulai dari Rp500.000 kamu sudah akan mendapatkan RDA dan Box yang pada dasarnya adalah Mechanical Box.

Regulated Mod saya pilih sebagai pemenang karena kamu bisa mendapatkannya mulai dari harga yang murah (paket) dan original, sehingga lebih terjamin keamanannya. Selain itu ketika kamu ingin upgrade, Regulated Mod juga menawarkan kisaran harga yang cukup lebar, mulai dari Rp500.000 sampai dengan Rp5.000.000.

Ronde Design: Draw

Design adalah sesuatu yang sulit diukur. Mechanical Mod mungkin cenderung sama berbentuk tabung, namun ada banyak design yang juga tidak kalah keren. Yang menarik dari Mechanical Mod adalah saat kamu memegangnya di tangan kamu, kamu tahu sedang memegang barang yang berkualitas.

AV Mechanical Mod

Mechanical Mod AV

Regulated Mod mempunyai ratusan (jika bukan ribuan) design. Karena tidak harus mengikuti bentuk tabung, maka kamu akan menemukan berbagai design mulai dari gagang pistol sampai dengan casing CPU. Ini memberikan kesempatan untuk mencari design yang cocok dan pas di genggaman.

Saya pernah mencoba Mechanical Mod 3 juta rupiah, terasa sangat premium di tangan dan keren. Tapi saya juga pernah mencoba regulated mod 600 ribu yang terlihat biasa, namun sangat enak untuk digunakan. Saya rasa cukup adil untuk menyebut seri di ronde design ini..

Ronde Praktis & Aman: Pemenangnya Regulated Mod

Jelas sekali, Regulated Mod. Ada banyak sekali faktor pengaman di Regulated Mod, mulai dari jika firing terlalu lama maka akan stop sendiri, monitoring baterai yang sudah tidak layak, sampai auto turn-off jika sudah tidak digunakan. Walaupun kamu mencoba melakukan hal yang salah, mod akan memperingati kamu.

Mechanical Mod adalah sesuatu yang berkebalikan. Jika kamu tidak benar-benar mengerti maka kamu sedang membahayakan diri kamu. Kamu perlu tahu baterai apa yang kamu gunakan sampai dengan mengukur ohm di alat terpisah. Sama sekali bukan untuk pemula!

Ronde Daya Tahan: Pemenangnya Mechanical Mod

Mechanical Mod yang jadi pemenangnya di sini. Karena Mechanical Mod sangat sederhana, maka akan sulit sekali rusak. Jika rusak pun umumnya dapat dibetulkan sendiri ke bengkel las. Ingat bahwa tidak ada komponen elektronik sama sekali di Mechanical Mod.

Pulse BF Diagram

Mechanical Mod – Pulse BF

Regulated Mod bisa menjadi mimpi buruk untuk ronde ini. Ada cukup banyak yang melaporkan kerusakan seperti layar mati, atau pembacaan ohm yang tidak akurat.

Begitu rusak maka garansi adalah satu-satunya teman baik kamu. Kamu perlu melakukan riset terhadap sebuah mod apakah ada kecacatan dalam produksi atau tidak, sebelum membeli

DNA 250 Board

Regulated Mod – DNA 250 Board

 


Kesimpulan: Regulated Mod adalah Mod yang lebih baik untuk vaper secara umum

Saya rasa saya telah membahas semua faktor (tinggalkan komentar jika ada faktor yang saya lewatkan). Kesimpulannya adalah Regulated Mod jauh lebih mudah untuk vaper baru dan bahkan dapat mengakomodir vaper veteran.

Jika kamu sudah mempunyai Regulated Mod dan ingin mencoba Mechanical Mod, maka saran saya adalah silahkan. Namun, sebagai variasi bukan upgrade, karena dari segi flavor/rasa Regulated Mod mempunyai keuntungan dari watt yang kamu set, dapat diturunkan atau naikkan sesuai preferensi rasa. Happy Vaping!


Leave a Reply

2 Comments on "Mechanical Mod vs Regulated Mod, Apa Bedanya? Pilih Yang Mana?"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Tomi
Guest
Yang pada intinya dan harus digaris bawahi Mechanical Mod bukan untuk pemula, vaper yg cuma tinggal ngebul, yg ga ngerti ohm law, yg careless… that mod is not that simple… Ane sendiri masih setia sama Reg Mod, pernah make beberapa minggu Mechanical, tapi balik ke Reg Mod..bener kata si om, flavour nya JUARA ngesetnya lebih gampang… Keren om reviewnya, detail, informatif dan pintar…2 thumbs up…100% setuju sama tulisan ini… sama tuh om ane ngeset 0.2 ohm di 80 watt dapet anget sama flavor Btw bikin channel youtube dong om, biar bisa tersebar review2nya…info gini biar viral, biar pada belajar (termasuk… Read more »
wpDiscuz