Jynx | Featured

Impresi Awal JYNX – Pod System Premium Dari Hexohm

Hendri Salim Pod 7 Comments

Kamu tentunya pasti sudah pernah mendengar atau melihat vape pod system. Walaupun sudah muncul cukup lama, namun baru belakangan ini marak di Indonesia. Salah satunya karena di dorong oleh distributor yang mulai memasukkan berbagai macam merek pod system, setelah sebelumnya “hanya coba-coba” dengan Suorin.

Hari ini saya berkesempatan untuk mencoba Jynx Hexohm yang merupakan Pod system. Dibanding Suorin atau Smoant S8, Jynx mempunyai beberapa kelebihan seperti:

  • Baterai yang lebih besar: 1100mAH
  • Coil dengan resistansi yang lebih kecil: 0.25ohm
  • Menggunakan Temperature Control (TC)
  • Dapat menggunakan salt nic atau free base nic. Adilnya Suorin juga bisa.

Sebelum lebih jauh saya ingin klarifikasi. Jynx adalah produk yang berasal dari Craving Vapor. Craving Vapor adalah perusahaan di belakang Hexohm. Jadi secara teknis, Jynx bukanlah produk dari Hexohm. Karena Hexohm sendiri adalah product dan merek bukan perusahaan.

Jynx yang Sederhana & Praktis

Jynx datang dengan paket yang sederhana, 1x Jynx, 1 kabel USB, 1 cartridge, dan 1x user manual. Untuk mengisi juice kamu terlebih dahulu harus memisahkan catridge dengan Jynx.

Lubang juice well terbilang kecil, pas dengan ujung droplet dari salt nic liquid. Jika kamu ingin mengisi dengan free base nicotine (atau mudahnya liquid vape biasa) kamu mungkin harus membeli botol tetes dengan jarum untuk mempermudah pengisian.

Begitu kamu selesai mengisi catridge dengan ukuran 2ml ini, kamu harus menutup dengan karet yang disediakan. Sayangnya karet ini tidak mempunyai semacam tali sehingga jika terjatuh bisa hilang nyelip entah dimana. Berita baiknya, setiap cartridge datang dengan 1 tutup, jadi kamu bisa mengumpulkan karet dari cartridge lama kamu.

Jynx Hexohm

Konsep penguncian mirip dengan mod pada umumnya, 5x klik cepat untuk mengunci dan membuka. Seperti yang sekarang kamu bisa tebak, Jynx menggunakan tombol seperti mod biasa untuk firing, tidak otomatis seperti Suorin. Setelah pengisian kita juga sebaiknya menunggu sebentar untuk membiarkan liquid meresap ke kapas. Walaupun sudah menunggu, rasa kapas tetap akan terasa untuk beberapa tarikan di awal, untungnya tidak terlalu lama, setelah belasan tarikan rasa kapas sudah sangat minimal.

Rasa dan Cloud Tipis Dengan Throat Hit/Chest Hit Setebal Beton

Ini pertama kali saya mencoba pod system, dan kemungkinan kamu juga membaca ini karena penasaran. Impresi awal saya adalah ini mod/pod yang sangat tipis dalam rasa dan cloud. Jika kamu penasaran dengan pod system karena rasa, kamu berada di tempat yang salah. Bagi saya pribadi tingkatan atomizer untuk rasa adalah sub-ohm tank > RTA > RDTA > RDA. Jynx berada di bawah sub-ohm tank.

Jynx Hexohm

Saya mencoba Moon Rabbit Salt (30mg), Beard 00 (30mg), Gold Salt (30mg) dari Milk Man Liquid (40mg). Moon Rabbit terasa tipis dengan rasa kacang creamy mochi yang dominan. Saya tidak mendapatkan sebuah rasa penuh jika dibanding dengan RDA.

Beard 00 juga salah satu liquid yang tidak asing bagi saya, rasa tembakau dan kopinya terasa seperti siluet dari rasa sebenarnya. Saya tidak mendapatkan kekentalan karamel di Jynx. Milk Man liquid terasa seperti liquid tembakau biasa dengan note super tipis dari madu, namun rasa cream yang seharusnya ada sulit dikenali. Dari semua saya merasa Moon Rabbit lah yang paling dekat dengan aslinya.

Tapi mungkin rasanya tidak adil juga membandingkannya dengan RDA karena menurut saya fungsinya berbeda. Saya menulis bagian tersebut untuk memberitahukan kepada kamu yang belum pernah mencobanya. Rasanya sangat tipis dan dingin.

Sensasi Nicotine Salt Yang Berbeda

Saya melihat Jynx sebagai alat transportasi nicotine dengan bonus rasa. Untuk fungsinya yang satu ini Jynx benar-benar efektif. Semua liquid yang saya sebutkan di atas dapat menghantarkan throat hit yang cukup tajam dengan chest hit yang ‘cukup menyiksa’.

Setelah 3 kali exhale Gold Salt, dada saya sesak sebentar, sampai-sampai saya cukup panik. Saya hanya merasakan ini di liquid 9mg++ USA dengan RDA. Throat hit juga bisa dibilang berbeda, jika throat hit 6MG USA terasa sakit, seperti disayat banyak pisau, maka Jynx bisa dibilang seperti diserang pisau yang lebih sedikit dan kecil, namun lebih tajam. Exhale lewat hidung juga cukup sakit, seperti menghirup merica dan membuat saya bersin beberapa kali.

Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mencentuskan terminologi nose hit. Ya kamu membacanya pertama kali di VapingJKT :D.

Dengan beberapa tarikan saja, nikotin mulai beraksi ke kepala. Sedikit ringan dan disorienting, namun di saat yang sama kamu juga akan merasa sangat tenang. Jelas untuk urusan efek nicotine Jynx benar-benar galak. Pengalaman saya yang setara dengan ini adalah ketika menggunakan RDA dengan liquid Five Pawn Castle Long 6mg. Jika Nicotine adalah prioritas kamu maka saya dengan mudah merekomendasikan Jynx dan Salt Nic. Efeknya cepat, throat hit galak, dan dengan cloud yang jauh lebih sedikit (tidak mengganggu orang sekitar).

Bagi saya pribadi, Nicotine Salt 40MG di Jynx terlalu tinggi. Ini mungkin karena Jynx menggunakan coil dengan resistansi cukup kecil ditambah baterai yang besar dikelasnya. Ini memungkinkan Jynx menghantarkan daya yang cukup besar dan membuat penguapan nicotine menjadi terlalu efektif dan galak. Penggunaan temperature control juga pada umumnya membuat liquid lebih irit, baterai lebih lama dan tidak cepat gosong. Karena begitu temperatur naik melebihi yang telah di set oleh pabrik, maka tenaga akan dikurangi/stop.

Bertahan Seharian Tanpa Kerepotan

Untuk mengisi Jynx dari kosong sampai terisi penuh dibutuhkan waktu sekitar 1.5 jam untuk seharian. Lagi-lagi tergantung pemakaian, semakin sering semakin cepat habis. Tapi ini adalah salt nic dan alat nicotine delivery, kamu juga tidak akan inhale/exhale serajin mod dan RDA biasa.

Satu hal yang harus saya sebutkan adalah jika baterai tinggal 1 lampu (dari tiga) maka performa akan menurun. Jadi biasanya setelah sisa 1 baterai kamu akan ingin charge Jynx (dengan kabel USB). Untuk proses refill, kamu juga secara rata-rata hanya perlu mengisinya 1 kali sampai penuh untuk satu hari.

Sedangkan untuk cartridge dapat bertahan 3-4 minggu, namun setelah dua minggu mungkin kamu akan mengenali penurunan rasa. Bukan masalah yang cukup besar jika nicotine adalah satu-satunya yang kamu perhatikan.

Jynx Hexohm

Finishing dari Jynx terbilag baik. Saya suka dengan rubbery feeling (terasa seperti ada lapisan karet tipis) di tangan saya. Ini membantu saya mendapatkan gripping yang lebih baik, mengingat Jynx cukup berat jika kita bandingkan dengan dimensinya yang kecil. Sayangnya airflow-nya tidak dapat diatur dan terlalu besar untuk selera saya. Solusinya sebenarnya cukup mudah tutup air flow dengan tangan seiring kamu inhale.

Tiga Kekurangan Jynx Hexohm

Nah sekarang mari kita bicarakan apa yang saya tidak suka dari Jynx:

  • Yang pertama adalah desain mouth piece yang pipih, mungkin karena saya sudah terbiasa dengan drip tip bulat. Mouth piece pipih tidak terasa natural di awal, walaupun lama-lama terbiasa.
  • Yang kedua adalah peletakan tombol firing di samping. Dengan bentuknya yang pipih seperti stabilo, saya merasa peletakan firing button ini cukup aneh, tidak sampai membuat kamu terlihat bodoh namun tidak alami seperti kebanyakan mod umumnya.
  • Yang ketiga adalah tombol firing terkadang macet di dalam setelah dipencet, dalam 5x sesi setidaknya sekali tombolnya stuck di dalam.

Harga Barang Hexohm Tidak Pernah Murah

Jynx dijual dengan harga kisaran Rp700.000, dan Rp100.000 untuk satu catridge. Terbilang cukup mahal jika kita bandingkan dengan pod system serupa yang berkisar Rp250.000-Rp300.000. Sayangnya saya belum menjajal Smoant S8, Juul, Aspire Breeze dan kawan-kawannya. Jadi saya tidak bisa berkomentar lebih jauh mengenai rasa atau performa. Namun jika rasa yang kamu kejar, maka sekali lagi pod bukanlah sistem yang kamu inginkan.

Melihat Jynx Dari Sisi yang Berbeda

Saya melihat Jynx dan teman-temannya sebagai alat transportasi nicotine ke tubuh dengan cara yang sangat praktis, efisien dengan bonus rasa yang jauh lebih melimpah dibanding rokok. Pemasangan cartridge dan pengisian liquid hanya berlangsung kurang dari semenit dan nicotine siap dinikmati :D.

Jynx Hexohm

Sebelum saya akhiri impresi awal saya ini, saya hanya ingin mengatakan bahwa Jynx sangat mirip dengan Kimsun Slim 2R. Keduanya menggunakan desain dasar yang relatif sama, bahkan dengan spesifikasi baterai dan coil 0.25 Titanium yang sama. Dan ya, bahkan sistem temparature control-nya juga sama. Jika Jynx menggunakan hardware yang sama maka saya bisa bilang bahwa temperature control-nya di set di 276 celcius.

Jadi… Beli Ga Nih?

Jika harganya tidak masalah maka ya, saya merasa Jynx pantas untuk dibeli. Lagipula lambang Hexohm yang terpampang akan memberikan kamu sedikit ‘prestis’ dikalangan para vaper.

Tapi yang terpenting adalah ekspektasi kamu terhadap Jynx haruslah tepat. Jyxn sangat cocok untuk orang yang mencari cara termudah, praktis dan stealth untuk menikmati nikotin dengan sedikit sentuhan rasa/flavor.


Tips bagi pemilik Jynx dari seorang pengguna Jynx, kamu mungkin sesekali ingin melakukan vacum inhale untuk memaksa liquid meresap ke dalam kapas. Ini dilakukan dengan cara menutup air flow dan melakukan exhale beberapa kali (tanpa firing).

Dengan begini kamu memaksa liquid meresap ke dalam coil. Ibaratnya ini adalah booster NOS untuk Jynx, namun jangan dilakukan terlalu sering agar tidak spit back. Konsep ini serupa dengan RTA dimana sebaiknya kamu lakukan di awal coil baru atau ketika kapas tidak tersaturasi dengan baik.

7
Leave a Reply

avatar
3 Comment threads
4 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
4 Comment authors
YudhaOtesHendri SalimRey Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Rey
Guest
Rey

Sekedar share aja.
Aspire breeze: rasa kurang, tp cloudnya lumayan.
Suorin air: bro hendri udh tau kayanya. Hehehe
Juul: cloud dikit, rasa lumayan.

diantara 3 pod d atas, juul yg paling enak (ati” sama throat+chest hitnya. Sadis banget)

Bro hendri bisa nyoba tuh vgod stig soalnya lg rame tuh dimana”. Bnyak yg bilang lebih enak dripada pod yg sya sebutin d atas. 🤔

Otes
Guest
Otes

Setelah berselancar di berbagai socmed, kebanyakan user (bahkan reviewer) di luar sana gak tau apa yang harus dilakukan ketika cloud & flavour udah mulai menipis, yang pada akhirnya berkesan bahwa JYNX ini jelek lah, device failure, dll. Padahal ada sedikit teknik untuk mengatasi masalah itu 😀

Thanks bro udah mau nulis ini, sangat mencerahkan. Berguna banget buat yang mau tau lebih dalam tentang apa & bagaimana JYNX itu dengan sederet permasalahannya.

Maju terus VAPINGJKT! Gassss…

Yudha
Guest
Yudha

Mlm Om Hendri…

Minta info donk om…
Untuk catridge jynx ini bisa bertahan berapa lama ya om…?

Thx sblmnya