Kapas Vape Terbaik | Featured

Kapas (cotton) Vape Terbaik Pilihan VapingJKT

Hendri Salim Accessories Leave a Comment

Kapas oh kapas… Industri vape ini sekarang dibanjiri begitu banyak kapas lokal dan international. Setiap kapas menjanjikan fitur-fitur yang luar biasa. Secara sekilas nampak seperti kapas biasa, bagaimana bisa kapas satu begitu berbeda dengan kapas lainnya?

Saya bukan ahlinya kapas, tapi saya sudah mencoba sekitar 20 merek kapas berbeda. Kesimpulan saya sementara? Kebanyakan mirip-mirip, namun ada beberapa yang kurang bagus, dan beberapa tipe kapas berbeda untuk kebutuhan vaper.

Lewat post ini saya akan sedikit membedah cotton atau kapas untuk vape. Saya harap ini dapat membantu memilih kapas yang cocok untuk kamu.

Kapas Organik???

Kapas yang beredar di dunia (tidak terbatas untuk vape), umumnya terbagi atas tiga jenis berdasarkan bagaimana mereka ditumbuhkan:

GMO (Genetic Modified Organism) Cotton

Ini adalah kapas yang dikembangkan dengan rekayasa genetik. Terdengar menakutkan namun rekayasa genetik bukan sesuatu yang baru, sehari-hari kamu pasti sudah mengonsumsi atau mengunakannya (jagung, kacang kedelai atau susu adalah contoh yang paling umum).

Kapas GMO mempunyai kelebihan yaitu lebih tahan hama dan menghasilkan kapas yang lebih banyak. Namun penggunaan bahan kimia untuk menumbuhkan kapas GMO juga terhitung banyak dan ini mungkin berbahaya bagi manusia jika digunakan untuk konsumsi internal/oral (seperti di vape).

Sustainable Cotton

Ini adalah kapas GMO juga, namun dikembangkan dengan menggunakan prosedur yang lebih ramah lingkungan. Pestisida dan bahan kimia lain yang digunakan untuk menumbuhkan kapas GMO akan membuat rusak tanah. Sustainable cotton mengurangi hal ini dengan cukup signifikan, namun kerusakan tetap ada.

Organic Cotton

Ini adalah tipe kapas yang ditumbuhkan dengan cara yang tradisional tanpa penggunaan pestisida atau zat kimia lainnya. Ini adalah cara yang paling ramah lingkungan dan tidak merusak. Tapi cara ini mempunyai kekurangan yaitu biaya yang lebih mahal, seperti penggunaan air yang jauh lebih banyak.

Organic cotton juga lebih rentan terhadap hama dan penyakit sehingga risiko gagal panen lebih besar. Walaupun ini merupakan metode paling aman dan ramah lingkungan, organic cotton membutuhkan biaya paling besar. Sehingga produk akhirnya lebih mahal.

Organic Cotton Juga Mengalami Proses Kimia

Bahkan ketika kapas organik dipanen akan ada proses kimia lanjutnya untuk membersihkannya. Kamu tentu tidak ingin menggunakan kapas dengan telur-telur hama di dalamnya bukan? Beberapa zat kimia yang sudah dilabel aman untuk manusia digunakan dalam proses ini. Jadi jangan bayangkan kapas organik tidak menggunakan zat kimia sama sekali.

Karakteristik Kapas atau Cotton yang Baik

Apapun merek yang kamu beli, jika kapas tersebut memiliki karakteristik di bawah ini maka kamu sudah membeli cotton yang bagus.

  • 100% organic cotton
  • Tidak menggunakan pemutih (bleeching)
  • Tidak perlu direbus
  • Tidak memiliki rasa
  • Tahan panas, bahkan sewaktu kapas kering tidak memberikan dry hit secara langsung
  • Memiliki penyerapan yang bagus sehingga tidak menahan rasa ketika berganti liquid.

Kebanyakan Cotton Adalah Kapas yang Sama

Di dunia industri vape, distributor yang membungkus ulang produk adalah hal yang wajar. Uhuk…baterai vape…uhuk. Ini juga terjadi dengan kapas. Walaupun terdapat lebih dari 30 merek kapas, bukan berarti mereka semua kapas yang berbeda.

Ada banyak merek kapas yang sebenarnya menggunakan kapas yang sama tapi hanya berbeda merek saja. Mereka menambahkan bungkusan yang lebih mewah dan memberi harga yang lebih mahal.

Merek apa saja yang melakukan itu? Saya tentu saja tidak tahu karena kapas terlihat sama semua. Jadi penting untuk kamu mencoba beberapa kapas yang berbeda dan mencari yang termurah namun berkualitas. Karena ada kemungkinan kapas yang lebih mahal adalah kapas yang sama.

Minyak Ular Vs Kapas Vape

Bagi saya pribadi, kapas adalah sebuah medium/perantara. Jadi sebaiknya kapas yang digunakan adalah kapas yang paling netral sehingga tidak mempengaruhi rasa dari liquid.

Beberapa kapas menjanjikan rasa yang lebih baik dari kapas lain. Ini tidak 100% benar. Apakah rasa makanan ditentukan dengan merek pancinya? Tidak juga bukan. Yang kamu harus cari adalah sebuah kapas standar yang baik.

Lebih dari itu menurut saya pribadi hanyalah efek minyak ular.

Dua Tipe Kapas Vape yang Umum Ditemukan di Indonesia

Dari pengalaman saya hanya ada dua tipe kapas yang umum beredar di Indonesia. Nah saya bukan ahli kapas jadi saya tidak dapat menyebut tipe kapasnya, tapi saya akan menyebutkan karakterisitiknya.

Kapas Organik Berwarna Alami

Pros:

  • Alami tanpa proses pemutihan dengan zat kimia.
  • Memiliki ketahanan panas yang sangat tinggi.
  • Cocok untuk RDA dengan watt tinggi.
  • Dry hit hampir tidak pernah terjadi.

Cons:

  • Harga lebih mahal.
  • Membutuhkan break-in.
  • Kapas terasa pada saat break-in.
  • Kapas tidak menyerap dengan baik pada saat break-in. Bahkan terkesan anti-air.

Kapas dengan tipe ini terlihat kecoklatan, berantakan dan terkadang kamu dapat menemukan bekas kulit kapas sebelum pecah sempurna.

Contoh merek dengan tipe kapas ini adalah Team Vape Lab atau Kendo Cotton.

Kapas dengan tipe ini membutuhkan break-in dan mempunyai penyerapan yang sangat lambat di awal. Jika kamu wicking dan kamu tetes maka liquid akan jatuh ke samping. Kapasnya sekilas terlihat seperti anti-air.

Rasa kapas juga sedikit terasa di awal, bahkan sampai beberapa sesi vape. Ini adalah fase break-in dari kapas. Setelah beberapa lama kapas mulai mencapai performa maksimum dan tidak berasa sama sekali.

Dari pengalaman saya keunggulan kapas ini adalah tahan panas dan no dry hit. Kapas ini mempunyai serat yang lebih besar dan jarang (tidak padat), sehingga panas dari luar merambat lambat ke dalam. Ketika kapas kering, panas yang dialami bagian luar merambat dengan lambat ke dalam sehingga mengurangi dry hit.

Karena karakteristik komposisinya, kapas ini juga sangat tepat digunakan untuk watt tinggi. Saya pernah mencoba menghajar kapas dengan tipe ini di 150 Watt tanpa masalah. Ketika kapas sudah kering sekali, saya beranikan diri untuk menghajarnya sekali lagi dan saya tidak terkena dry hit. Yang adalah rasa tipis liquid dan cloud yang sedikit, tapi tidak ada dry hit sama sekali.

Dalam beberapa kesempatan saya juga mencoba menahan lebih dari 5 detik di 80 watt pada saat kapas kering (setelah sesi vape, bukan pasang baru). Kapas ini bahkan tidak putus atau terbakar.

Kapas Organik Berwarna Putih

Pros:

  • Tidak ada break-in.
  • Penyerapan bagus, cocok untuk RTA, RDA atau RDTA.
  • Murah dan banyak.

Cons:

  • Ada risiko menggunakan pemutih.
  • Resiko dry hit atau kapas putus tinggi jika wicking tidak benar (less forgiving).

Ini adalah tipe kapas yang kebanyakan beredar di pasaran. Kapasnya halus, rapih dan sangat putih. Contoh kapas seperti ini adalah Cotton Baccon, Native Wick, I got Candy, dan banyak lagi.

Kapas tipe ini mempunyai penyerapan yang sangat baik dan bisa langusng digunakan dari awal tanpa break-in. Cocok untuk segala tipe atomizer termasuk RDA, RDTA, atau RTA.

Ini adalah kapas yang saya sarankan dan gunakan day-to-day. Namun kapas tipe ini mempunyai beberapa karakteristik yang memerlukan perhatian lebih, seperti apakah warna putih kapas karena proses pemutihan yang aman?

Selain itu karena komposisi kapas yang lebih padat, panas akan tersalurkan dengan cepat. Ini menyebabkan jika kamu tidak wicking yang tepat, kamu dapat merasakan ciuman pahit vape yaitu dry hit. Rasa kapas terbakar yang masuk ke tenggorokan kamu, terasa pahit dan sakit.

Rekomendasi Kapas/Cotton VapingJKT

Sekarang setelah kamu tahu perbedaan tipe kapas, berikut adalah beberapa kapas rekomendasi dari VapingJKT.

Ingat bahwa kapas yang tidak ada dalam daftar ini bukan berarti buruk. Saya belum mendapatkan kesempatan untuk mencoba semua kapas yang ada di Indonesia. Jadi jika kamu nyaman dengan kapas kamu, maka hajar terus.

Kendo Vape Cotton – Gold Edition

Kendo memilik harga berkisar Rp80.000, sedikit lebih mahal dari kebanyakan cotton tapi lebih murah dari Team Vape Lab.

Saya menggunakan Kendo Vape Cotton jika saya sedang membuat coil di bawah 0.1, karena Watt yang digunakanpun cukup tinggi, berkisar 90-110 Watt.

Yang saya tidak suka adalah Kendo Vape Cotton membutuhkan break-in yang cukup lama. Setelah 20 tetes pun saya terkadang masih merasakan rasa kapasnya.

Namun setelah break-in, Kendo mulai bersinar. Saya tidak khawatir menarik panjang di 90 Watt dan Kendo bertahan cukup lama, hampir 2x lebih lama dari cotton berwarna putih biasa.

Dari segi kenyamanan saya rasa Team Vape Lab masih juara, namun harganya yang lebih murah membuat saya menaruh Kendo Vape Cotton di daftar ini.

Team Vape Lab

Cotton yang ini berasal dari Malaysia dan sudah mendapatkan sertifikasi dari badan standar setempat untuk kualitas cotton yang terbaik. Harganya terbilang sangat premium yaitu sekitar Rp.150.000.

Karakteristik kapasnya kurang lebih sama dengan Kendo Vape Cotton (satu tipe), namun Team Vape Lab mempunyai waktu break-in yang jauh lebih cepat.

Selain itu pada masa break-in rasa kapas pun cukup minim, sehingga biasa saya vape dan saya tahan saja rasa kapasnya 3-6 puff. Di Kendo Vape Cotton terkadang saya tidak kuat dan memilih untuk melakukan priming dengan cara ditiup.

Jika kamu mencari kapas premium untuk kebutuhan high wattage maka Team Vape Lab adalah kapas terbaik yang bisa kamu dapatkan. Itu juga jika kamu tidak keberatan dengan harganya.

Cotton Bacon 2.0

Cotton sejuta umat ini mendapatkan gelarnya bukan karena murah saja namun berkualitas. Tidak mudah terbakar, tidak berbau, putih (enak dilihat), mudah di pasang, dan break-in yang bisa dibilang instan.

Dengan harganya yang cukup murah, cotton bacon bisa dipastikan selalu hadir dalam tas vape saya. Cocok untuk segala kebutuhan. Namun biasanya saya tidak bermain high wattage dengan cotton baccon dan lebih rajin ngecek apakah kering atau tidak.

Nah baru-baru ini beredar versi baru yaitu cotton bacon prime. Kapas ini mengaku punya 30% penyerapan yang lebih baik dengan harga yang sedikit lebih banyak. Bagaimana performanya? Kebetulan saya sudah membelinya namun membutuhkan waktu untuk menjajalnya. Saya akan posting sesegera mungkin.

Cotton Lain yang Setara dengan Cotton Bacon

Berikut adalah cotton lain yang saya rasa sama baiknya dengan Cotton Bacon. Karena keterbatasan saya, saya tidak dapat membedakan cotton bacon dengan cotton di bawah dalam hal performa. Terasa sama saja.

  • Native Wicks
  • The Cotton Candy Collection
  • Zingen Cotton
  • Atomix
  • Fiber Freaks

Saya pisahkan Cotton Bacon sendiri karena mudah dicari dan murah, itu mengapa saya merekomendasikannya.

Pengecualian untuk Cotton Vaporite

Sayangnya saya punya pengalaman cukup buruk untuk kapas Vaporite. Pada saat wicking cenderung gampang putus ketika melewati coil (terjadi beberapa kali). Di midtohigh wattage, kapas mulai terasa gosong.

Vaporite memberikan bonus sebuah coil di dalamnya. Tapi sayanngnya hanya satu saja dan ukuran diameter sangat besar (perkiraan saya 3.5 mm). Ketika saya coba RDA sangat panas tapi flavor dan cloud tipis (karakteristik prebuild coil murah china). Membuang waktu dan liquid saya….

Bagaimana dengan Kapas Muji?

Saya sudah tidak mengunakannya lagi. Ini beberapa alasannya:

  • Bentuk potongannya membutuhkan ekstra pengerjaan (seperti rolling dengan teknik scotish roll).
  • Ada rasa kapas di awal-awal (break-in).
  • Peresapan terkadang tidak merata.
  • Sesekali dry hit.
  • Ketika liquid sudah mulai kering, rasa khas kapas mulai muncul.
  • Karena membeli kapas dalam ukuran banyak, sehingga lama habis, kapas dapat terpengaruh jika tidak disimpan dengan baik.

Bukan berarti Muji sangat buruk, bahkan ketika break-in sudah selesai saya juga rasanya tidak dapat membedakannya dengan kapas lain (selama kapas masih sangat basah). Namun ini adalah masalah kenyamanan dan kemudahan saja semata.


Saya harap post ini membantu kamu memilih cotton yang tepat. Intinya adalah tidak perlu menjadikan misi pribadi untuk mencari yang terbaik dari yang terbaik, karena satu sama lain cukup mirip.

Jika kamu doyan high wattage di RDA maka sikat Kendo Vape Cotton atau Team Vape Lab. Di luar ini maka silahkan membeli Cotton Bacon beserta teman-temannya.

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of