Cara Aman Membawa VApe Ke Bandara & Pesawat | Featured

Tips & Trick

Cara Membawa Vape ke Bandara, Pesawat, & Hotel

16 Sep , 2017  

Biar saya baca pikiran kamu. Kamu akan berpergian ke luar kota/negri dan kamu ingin membawa vape kesayangan bersama kamu. Saya benar? Saya bukan pembaca pikiran, namun hal ini lah yang saya alami belakangan ini dan tidak ada tempat yang memberikan informasi yang jelas.

Jadi seperti pahlawan-pahlawan lainnya saya mengambil inisiatif untuk membuat sebuah post yang lengkap mengenai cara membawa vape ke bandara, pesawat, dan hotel.

Membawa Vape & eLiquid melewati pemeriksaan pintu masuk bandara

Bandara Pintu Masuk

Sumber Gambar: http://duanolsatucepe.blogspot.co.id/2014/05/

Ini adalah bagian pertama dari perjalanan kamu. Masuk bandara pastikan kamu menaruh vape dan liquid kamu di tas jinjing atau backpack.

Jangan masukan mod, atomizer, baterai ke dalam bagasi check-in karena sebagian besar maskapai hanya mengizinkan kamu membawa rokok elektronik di kabin (bagasi yang berada di atas tempat duduk kamu).

Rokok elektronik dapat dibawa oleh penumpang hanya di dalam bagasi kabin, namun dilarang menggunakan rokok elektronik didalam kabin pesawat. – Garuda Indonesia

Pintu masuk bandara adalah letak pemeriksaan paling ringan, asalkan kamu menaruh mod di tas (bukan bagasi) maka kamu akan aman.

Pemeriksaan Vape Menuju Boarding Room

Security Check In

Setelah check-in bagasi kamu harus melewati pemeriksaan kedua yang jauh lebih ketat. Ini adalah titik di mana kemungkinan kamu akan diperiksa oleh petugas. Jika ini terjadi tetap tenang, kebanyakan petugas sudah mengenali rokok elektrik.

Contoh kasus yang saya alami:

  • Bandara Bali: Lewat dengan tenang dan damai.
  • Bandara Jakarta: Dari 2 perjalanan, 1 perjalanan diperiksa namun dibiarkan lewat setelah mengetahui itu vape.
  • Bandara Makassar: Tas diperiksa, namun mereka sudah mengerti bahwa itu vape dan kamu diizinkan untuk lanjut.
  • Bandara Manado: Sama seperti Makassar.

Cara menaruh vape dengan aman dan benar

  1. Pisahkan mod dan atomizer.
  2. Lepas baterai dan masukkan ke dalam casing khusus baterai (wajib!).
  3. Jika tidak menggunakan casing khusus maka masukkan ke dalam mod dan matikan mod (sekali lagi ingat pisahkan mod dengan atomizer)
  4. Hindari membawa eLiquid berlebih (amannya 3 botol dengan maksimal 100ml per botol).

Beberapa bandara menyediakan ruang merokok sehingga kamu dapat memasang mod kamu kembali untuk merokok singkat. Ketika akan boarding pastikan kamu kembali memisahkan atomizer, mod dan baterai ke tempat yang aman (terutama baterai).

Ini bukan mengenai mod kamu di sita, ini mengenai nyawa kamu

Saya melihat beberapa vapers begitu takut membawa vape, namun dengan alasan yang salah. Mereka takut disita. Tidak ada yang salah dengan itu saya juga akan menyangka jika itu terjadi, namun harusnya alasan utamanya bukan itu.

Membawa vape ke dalam pesawat dengan cara yang tidak benar akan meningkatkan resiko kecelakaan seperti terbakar dan lain-lain. Jika itu terjadi dan kamu sudah di udara maka tidak banyak yang dapat kamu lakukan. Jadi mari mempunyai mind set yang benar. Menaruh vape dengan benar meningkatkan keamanan dan kenyamanan bersama.

Kasus 1: Jika kita akan mencopot baterai dari mod maka jangan taruh baterai dengan sembarangan di dalam tas yang penuh dengan barang. Ada kemungkinan bateai bertemu dengan bahan atau bahkan baterai lain yang menyebabkan konslet dan baterai panas karena meledak. Selalu gunakan casing baterai!

Kasus 2, mod tidak dipisahkan dengan baterai dan lupa di lock. Ketika dimasukan ke dalam tas mod dapat tertekan dan kamu tidak menyadarinya sampai tercium kapas terbakar. Memang kebanyakan mod mempunyai safefy feature (maximal firing 10 detik) tapi bayangkan kepanikan yang akan terjadi, hanya karena hal ini pesawat dapat tidak jadi terbang.

Saya pernah berada di dalam pesawat dan gagal take off karena ada orang bercanda tentang bom. Bayangkan apa jadinya jika orang melihat asap (mereka akan menganggapnya asap bukan uap) dalam kepanikan dan mencium bau gosong dari arah tempat duduk kamu.

Contoh kasus 3. Mod tidak dipisahkan dengan baterai, tapi kamu lock. Terdengar aman kan? Tidak selalu. Saya ingat suatu hari jam 2 pagi, saya hampir tertidur namun terbangun karena suara yang aneh. Begitu keluar kamar, saya mendapati Wismec R2/3 saya sedang firing tanpa henti. Dengan paniknya saya mencabut baterai. Dalam 2 hari ke depan mod ini secara acak melakukan firing dan saya langusng memutuskan untuk membuangnya. Ya hal seperti ini bisa terjadi.

Dengan memisahkan atomizer dari mod, dan menempatkan baterai di casing yang sesuai maka kamu akan memastikan bahwa kamu sedang membantu keamanan diri kamu dan juga penumpang lain.

Udara mengembang di atas sana, perhatikan liquid kamu!

Semakin tinggi di udara, kepadatan udara akan semakin rendah. Karena kepadatan semakin rendah maka udara akan mengembang. Nah bayangkan sebuah botol berisi setengah liquid, 50% berisi liquid, dan sisanya tentu saja berisi udara. Ketika kamu bawa naik ke atas, maka liquid akan santai saja, tapi udara di dalam botol akan mengembang dan mendesak cairan keluar botol dan menyebabkan bocor.

Perjalanan saya terakhir ke Manado, saya sudah memastikan liquid tertutup rapat, membungkusnya ulang dengan seal plastik dan yang terjadi adalah liquid tetap bocor.

Kesalahan saya adalah saya lupa untuk mengempeskan udara dari seal plastik tambahan sehingga hasilnya sama saja.

Jadi untuk amannya, jika menggunakan botol plastik maka tekan sampai udara keluar lalu tutup. Bungkus kembali dengan plastik pembungkus dan pastikan tidak ada udara (minim, tidak perlu sampai kedap udara) di dalam plastik pembungkus.

Wire, Coiler dan teman-temannya ditaruh di bagasi check-in pesawat.

Jangan bawa alat-alat ini ke dalam kabin pesawat, kebanyakan memang dilarang seperti gunting dan sisanya berpotensi untuk disita.

Gunting dan benda tajam lainnya harus kamu laporkan agar tidak disita. Ini mungkin akan menghabiskan banyak waktu, jadi untuk gunting tinggalkan saja dan beli di kota tujuan.

Berpergian ke Luar Negeri?

  1. Kamu harus dengan seksama memastikan apakah negara yang kamu kunjungi mengizinkan vape atau tidak. Negara seperti Singapore, Thailand, dan Malaysia dengan tegas melarang vape sehingga jangan memaksakan peruntungan kamu jika tidak ingin mendapatkan masalah.
  2. Beberapa maskapai melarang kamu membawa baterai cadangan. Bahkan ada yang mengharuskan baterai terpasang di mod untuk mencegah baterai ditaruh dengan sembarangan di tas.
  3. Jika kamu berpergian tidak terlalu lama maka tidak membawa vape bisa menjadi ide yang bagus. Kamu memberikan lidah kamu waktu untuk kembali fresh sehingga ketika kamu kembali vaping akan terasa lebih intense.
  4. Kebanyakan maskapai international melarang vape ditaruh di bagasi check-in. Kamu harus membawanya dengan diri kamu ke dalam pesawat (kabin).
  5. Jangan lupa untuk mencari informasi di Internet mengenai regulasi vape di negara tersebut. Pastikan bahwa informasi tersebut baru karena regulasi bisa berubah dengan cepat. Contohnya Thailand, beberapa tahun yang lalu kamu dengan bebas bisa masuk ke Thailand dengan vape, sekarang Thailand sudah melarang dan memberlakukan hukuman yang sangat ketat.
  • Salah satu anggota komunitas mengatakan bahwa Juni 2017, membawa vape dan liquid dengan aman ke Kuala Lumpur. Sebagai tambahan informasi kamu bisa membaca link ini, ini, dan ini untuk informasi tambahan membawa vape ke Malaysia.

Vaping di kamar hotel

Beberapa hotel menawarkan smoking room. Kalau kamu mau vaping di kamar maka pilih smoking room, sesederhana itu.

Tapi jika hotel tidak menawarkan smoking room maka ini bisa sedikit rumit.

Beberapa smoke detector cukup lunak untuk membiarkan kamu vaping dengan sedikit batasan. Kamu tidak dapat terus menerus vape, mungkin sekitar 1-3 menit sekali. Asal kamar tidak berkabut maka smoke detector tidak akan menyala.

Namun beberapa hotel mempunyai smoke detector yang lebih sensitif. Saya baru saja kembali dari Manado beberapa minggu lalu, di sana saya tinggal di hotel yang relatif baru. Saya vape mungkin sekitar 3 menit sekali jadi ruangan hampir tidak ada bedanya, tidak berasap.

Di semburan ke 5 tiba-tiba smoke detector berbunyi dengan sangat-sangat keras (akan sakit kalo terus didengar) dan tak lama orang hotel datang. Untung saja ruangan benar-benar bersih sehingga mereka tidak bisa membedakan apakah ada uap vape atau tidak.

Perlu kamu ketahui melanggar aturan ini (merokok di ruangan smoking room) dapat dikenakan denda, besarannya mulai dari Rp500.000-Rp2.000.000. Jadi pikir-pikir jika ingin mencoba peruntungan kamu.


Leave a Reply

12 Comments on "Cara Membawa Vape ke Bandara, Pesawat, & Hotel"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Perdana
Guest

Thanks for sharing. Very useful.

Louis Leonard
Guest

apakah membawa vape dibawah 18 tahun diperbolehkan oleh pihak bandara?

Alva
Guest

Anda memakai vape dibawah 18 tahun sudah sangat menyalahi aturan:)

Roby
Guest

Terimakasih atas infonya. Kebetulan saya besok pergi ke Timika dari Bandara Soekarno Hatta.

Ruli agustian
Guest

saya mau tanya nih, kebetulan prrtnyaan saya belum ada jwbnya nih. mod saya starter kit, dan saya pengguna baru, kalo untuk starter kit yg saya gunakan adalah battery tanam, apakah ada cara khusus untuk kita yg bepergian, secara kalo mod lain bisa di lepas batterynya. terima kasih

dimas
Guest

Kalo pergi kejepang boleh ga bawa vape

doni
Guest

Sekedar Share neh Guys, kebeneran bln February kemarin saya naik pesawat dari Bali ke jkt dgn membawa Vape, tp saya taruh di koper dan kirim ke Cabin/Check in.

Tp semua nya sdh saya pisah” sperti battery, rda & mod nya, dan saya gunakan Plastik yg biasa di gunakan u/ membuat es batu untuk setiap masing” bagian.

Dan bersukur tdk ada masalah sampai tiba di Jkt.

Arif
Guest

Klo mod yg batrenya built in gmn tuh om apa aman lewat security check international?

wpDiscuz