Watt Ohm Volt Featured

Ohm, Volt, Watt = WHAT???

Hendri Salim Tips & Trick 17 Comments

Perbincangan di salah satu toko vape:

Pelanggan: “Beda yah om rasanya kalo mod mantep gini.”

Vaporista: “Iya om mod bagus walaupun sama-sama 70 watt bedanya di ampere, itu pengaruhin rasa om.”

VapingJKT: “Jadi gini om..”

Vape = Pompa Air

Jika kamu tidak tertidur di kelas, kamu seharusnya tahu ohm adalah hambatan. Ketika hambatan semakin mendekati 0, maka arus (ampere) akan semakin sulit untuk lewat. Sebaliknya, jika hambatan semakin mendekat 99999 (tidak terbatas) maka arus akan semakin mudah untuk lewat.

Bayangkan ohm sebagai besar diameter selang air. Selang dengan diameter 3 cm akan lebih mudah mengalirkan air dibanding selang dengan ukuran 0.8 cm.

Di vape, selang adalah sang koil, dan koil 0.3 ohm akan membuat ampere (air) sulit lewat. Sedangkan koil 1.6 ohm akan membuat ampere lebih mudah lewat.

Nah kita butuh sesuatu untuk mendorong air melewati selang, atau tepatnya ampere melalui coil. Kita butuh pompa air!

Pompa air di vape di lambangkan dengan volt. Semakin besar volt, semakin besar tenaga untuk mendorong ampere melewati coil (yang memiliki hambatan ohm).

Jadi jika coil punya hambatan yang besar (diameter selang sangat kecil) maka kita perlu pompa yang lebih bertenaga, sehingga air yang keluar tetap besar.

Debit air yang keluar dari selang kita sebut sebagai watt.

Saya ulangi lagi. Pompa air = volt, air = ampere, selang = coil, diameter selang = ohm, keluaran debit air = watt.

Di regulated mod, yang kita set bukanlah volt atau ampere melainkan watt. Dalam kata lain kamu meminta keluaran debit air sekencang x . Nanti sang regulator (chip yang ada di mod kamu) yang akan mengatur, misalnya mengirim 4 volt atau 6 volt dengan mempertimbangkan ampere.

Semakin Sempit Selang Kita Butuh Pompa yang Lebih Bertenaga

Masuk akal bukan? Kamu menggunakan coil 0.15 ohm (diameter selang kecil) maka otomatis butuh tenaga yang lebih besar karena ampere sulit lewat, jadi harus di dorong oleh volt yang lebih besar.

Bedanya di vape kita tidak mengatur volt, kita mengatur watt dan hanya inilah yang dilihat oleh mod. Regulated mod tidak peduli selangnya sekecil apa, dia hanya akan berusaha mengirim yang kamu minta 40 watt atau berapa pun yang kamu set.

Jadi jika kamu hanya meminta katakanlah 20 watt, maka mod akan mengaturnya seperti mendorong 4 ampere dengan 5 volt, sehingga keluarannya adalah 20 watt seperti yang kamu minta.

P (watt) = Volt (V) * Ampere (I).

Masalahnya adalah regulated mod tidak peduli seberapa kecil selang kamu, dia akan tetap mengirim 20 watt jika kamu minta.

Jadi jika kamu menggunakan selang kecil (dalam hal ini ohm sekitar 0.1-0.2 ohm) maka coil akan lambat sekali panas.

Tunggu Dulu, Kenapa Coil Bisa Panas?

Coil bisa panas karena ampere ingin lewat namun ditahan oleh penghambat (ohm), proses menghambat ini menghasilkan panas.

Jadi jika kamu ingin coil kamu panas, minta watt yang besar dan gunakan coil dengan penghambat. Ampere akan dikirim cukup besar dengan pendorong (voltase) yang besar namun terhambat di selang kecil dan menyebabkan panas.

Terus Kenapa Bisa Putus?

Kenapa coil bisa putus? Karena setiap coil, baik itu terbuat dari Kanthal atau nichrome, mempunya titik leleh. Jika kamu meminta watt yang besar maka mod dengan senang hati mengirimkan voltase dan ampere (selama baterai bisa menyediakan) yang besar.

Ketika ampere lewat dengan tenaga pendong yang besar, ohm akan menyebabkan energi tertahan, memanas, dan akhirnya coil tidak kuat lagi menahannya dan putus.

Tunggu Dulu, Ada yang Aneh nih!

Bayangkan coil 1.8 ohm, kita tarik dengan 50 watt. Kemungkinan besar akan putus dan meleleh. Kamu mungkin bertanya coil 1.8 ohm kan selang yang sangat besar jadi ampere lewat dengan mudah kenapa putus?

Pertama, walaupun 1.8 ohm terdengar besar, namun ini tetaplah sebuah resitansi. Tetap akan ada ampere yang tertahan/terhambat dan ini menghasilkan panas.

Kedua, umumnya coil 1.8ohm akan menggunakan AWG seperti 30, atau 32. Ini berarti coil akan sangat tipis. Semakin tipis semakin cepat putus, karena panas dengan cepat menyebar keseluruh coil.

Sekarang kita bayangkan coil 0.1 ohm kita tarik 20 watt, hasilnya kita harus menunggu 6 detik sampai coil bisa panas. Coil 0.1 ohm adalah hambatan yang sangat menantang, ini berarti ampere akan sulit sekali lewat selang yang diameternya kecil ini. Oleh karena itu akan banyak energi yang tertahan dan berubah jadi panas.

Tapi mengapa kejadian nyatanya tidak begitu?

Sekali lagi jangan lupakan luas penampang dan volume. Membuat coil 0.1 ohm artinya kamu harus menggunakan awg seperti 20 atau 18, ini berarti coil akan sangat tebal seperti kawat jemuran.

Karena tebal (volume lebih banyak) maka walaupun energi yang tertahan lebih besar, kamu akan butuh waktu lebih lama untuk memanaskannya.

Masak air 5 liter dengan air 100ml mana yang lebih cepat?

Ini juga yang kita namakan ramp-up. Mau coil cepat panas? Kirim watt yang besar dan gunakan coil dengan luas penampang yang kecil.

Mata Saya Mulai Berdarah

Kita bahkan belum sampai ke inti artikel. Tabah…

Bagaimana informasi ini semua bisa membantu saya???

Oke katakanlah kamu menginginkan rasa/flavor yang lebih pekat, bagaimana kamu melakukannya?

Pertama-tama, ada banyak faktor yang mempengaruhi flavor, saya akan bahas ini di artikel terpisah. Tapi salah satu faktornya adalah luas penampang.

Bayangkan ini, kamu punya panci ukuran diameter 5 cm (ya cuma 5 cm) kamu panaskan kaldu ayam di panci terkecil di dunia ini.

Di panci sebelahnya kamu punya pancir ukuran 30cm, kamu juga panaskan kaldu ayam. Panci yang mana yang akan menghasilkan aroma yang lebih kuat? Panci ukuran 30 cm tentunya.

Kenapa? Karena luas penampang panci lebih besar, ini berarti ada lebih banyak kaldu yang menguap dan ini membuat aroma lebih kuat.

Bagaimana cara memperbesar luas penampang panci ini?

  1. Lilit lebih banyak
  2. Gunakan kawat yang lebih kecil, tipis seperti rambut dan lilit sehingga menjadi besar AKA Fused Clapton / Alien.

Inilah salah satu alasan mengapa fused clapton atau alien mampu memberikan rasa yang lebih baik. Luas penampang coil lebih besar, seperti prinsip blok radiator yang memperbesar luar permukaan tanpa menambah ukuran.

Ok jadi cara menambah flavor itu adalah lilit lebih banyak dan hajar watt tinggi.

TIDAK!

Bayangkan sebuah Indomie yang sedang dimasak dengan sempurna, sangat harum sekali. Sekarang pertanyaan saya, jika apinya saya naikkan 2x lipat apakah aromanya akan semakin kuat dan enak? Bagaimana jika saya naikkan 4x, 6x, 10x lipat? Tidak juga bukan.

Ada titik optimium di mana sebuah liquid menghasilkan flavor yang kuat dan enak, lebih dari itu rasanya akan berubah dan muted, karena terlalu panas.

Lalu berapa watt (panas) yang pas untuk liquid? Kompleks jawabannya. Karena ini dipengaruhi oleh komposisi VG:PG dan juga perasa.

Perasa strawberry akan mencapai puncak di suhu yang berbeda dengan perasa custard.

Misalkan (ini contoh saja yah tidak akurat) kamu punya liquid strawberry custard, yang terdiri dari dua perasa strawberry dan custard.

Katakanlah perasa strawberry optimal di suhu 100 derajat, dan custard optimal di 150 derajat. Kamu tetes dan tarik 90 watt, coil mulai panas dan menguapkan liquid. Kamu merasakan strawberry lalu custard dan lama-lama rasa strawberry hilang.

Ketika kamu firing mod dan coil mulai panas akan ada titik di mana coil mencapai 125 derajat, rasa strawberry sudah lewat sedikit dari batas optimum tapi masih oke. Rasa custard belum mencapai rasa maksium tapi masih oke.

Tapi coil tidak akan berhenti memanas, karena kamu terus mengirim ampere dengan voltage. Coil mungkin mencapai suhu 175 derajat yang mana masih oke untuk rasa custard tapi untuk strawberry sudah terlalu panas dan tidak optimal.

Ini mengapa mode temperature control di ciptakan. Kamu bisa bereksperimen dengan berbagai temperatur. Ketika sudah menemukan sebuah angka yang cocok untuk sebuah liquid, misalnya 200 derajat, maka mod akan secepat mungkin mengirimkan tenaga untuk mencapai 200 derajat, dan begitu sudah tercapai mod akan menjaga stabil di 200 derajat.

Jadi saran saya adalah mulai dari watt yang rendah, misalnya 30 watt dengan ohm yang tidak terlalu besar atau terlalu kecil seperti 0.3 ohm -0.4 ohm. Rasakan dulu, jika kurang naikkan 5 watt sampai ketemu yang kamu suka.

Kamu mungkin akan merasakan hambar awal-awal. Wajar karena kamu mungkin terbiasa dengan hot vape dan intensitas rasa tertentu. Tapi begitu kamu beradaptasi dan terbiasa kamu akan mulai mengenali beberapa flavoring yang sebelumnya sulit dideteksi terutama untuk liquid yang kompleks.

Tentu saja ada banyak faktor lainnya yang terlalu panjang jika saya jelaskan dalam satu post ini. Saya beri satu contoh terakhir, kamu baru saja memakai parfum, tidak sampai 10 menit kamu pada dasarnya sudah tidak bisa mencium parfum tersebut, tapi orang lain akan mengatakan kamu wangi. Ini karena otak kamu sudah terbiasa dan mulai mengacuhkannya (auto pilot) supaya tidak membebani kamu terus menerus.

Pertanyaan Terpenting: Saya pake RDA x, Coilnya y Ohm, Berapa Watt Biar Enak yah Om?

  • Jika coil kamu 0.1-0.3 ohm = mulai dari 30 watt, naikkan sedikit-sedikit sampai kamu suka
  • Jika coil kamu 0.3-0.5 ohm = mulai dari 20 watt, naikkan sedikit-sedikit sampai kamu suka
  • Jika coil kamu >0.5 ohm = mulai dari 15 watt naikkan sedikit sampai kamu suka.

Tidak ada watt yang terbaik, karena begitu banyak komponen yang berbeda. Jika semua vaper di dunia menggunakan 1 coil, 1 RDA, 1 mod, 1 e-liquid dan satu selera maka saya bisa jawab. Tapi ada puluhan ribu kombinasi dan jutaan vaper, mustahil bisa di jawab.

Jadi pertayaan watt berapa yang enak tidaklah relevan untuk saya jawab.

Pertanyaan Untuk Kamu

Apa yang terjadi jika kita mengirimkan voltase dan ampere yang besar ke sebuah coil yang kuat (tidak meleleh)?

Jawaban

Catatan: tujuan saya adalah mempermudah pengertian dan hubungan antara watt, ohm, volt dan ampere. Secara umum perumpaan yang saya gunakan masih benar, namun mungkin ada sedikit ketidaksesuaian antara perumpaan dan aslinya.

17
Leave a Reply

avatar
7 Comment threads
10 Thread replies
2 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
8 Comment authors
BossInodKhuoHendri Salimisteelfer Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Nick
Guest
Nick

Menarik om, sedikit share, awal nge-vape, saya pake coil prebuild dengan 0.14 ohm, saya tarik di 55 watt, dapat voltase 3.7 V, seiring pemakaian nilai resistansinya naik jadi 0.38 ohm, dengan tetap 3.7V, dayanya turun jadi 36 watt.
Artinya dengan voltase tetap, nilai hambatan rendah = watt tinggi, dan voltase tetap, nilai hambatan tinggi = watt rendah. Juga agak ambigu, koil dengan hambatan 0.14 ohm harusnya punya hambatan lebih rendah dari koil dengan hambatan 0.38 ohm, dimana angka tersebut menyatakan nilai “hambatan” kawat. Satu lagi, apakah mungkin nilai reaistansi kawat berubah setelah pemakaian Mohon pencerahannya om

yildiz
Guest
yildiz

tx sharingnya gan. sangat membantu.

Dede
Guest
Dede

Mencerdaskan. Jadi, jangan taunya cuma sedot, tetes, sedot, tetes, sedot…. Terus sampe kapas gosong.

fer
Guest
fer

d kasi tau sama senior per vapean klo enaknya atur di voltase antara 3.01 smpai 3.09 dn emng cocoknya d voltase 3.01.. utk watt setelan 76, ohmnya 1,2

isteel
Guest
isteel

menurut om, oukitel bison itu bgaimana?

Khuo
Guest
Khuo

Gan. Mau nanya mod. Lagi pusing pilih yg mana. Bagusan aegis legend atau magma atau ijoy shogun?

BossInod
Guest
BossInod

SELAMAT MALAM BANG HENDRI..

Rekomendasi settingan RBAmenurut bang hendri yg cocok untuk smoant Pasito dong bang..
yang sekiranya buat freebase dan salt nic
saya pake Ni80 28awg..
mohon masukannya bang..
saya termasuk baru di dunia pod aio
hehee.. makasih bang..
skalian rekomendasi liquid lokal yg bukan mint/menthol
huhuuhuu
ditunggu balasannya 🙂